Hold My Hand

Untitled-3 copy

Author :
• Kimberly Sky
Main Cast :
• Byun baekhyun EXO
• Xi Luhan EXO
• Oh Sehun EXO
Other Cast :
• Kim Minseok /Xiumin EXO
• Zhang Yi Xing Lay EXO
• Kim Jong In / Kai EXO
Genre : Sad,Brothership

Author POV
Luhan dan Baekhyun,adalah dua orang saudara kembar yang sangat mirip.Meski begitu,namun secara fisik mereka sangat berbeda.Luhan,adalah seorang namja dengan keterbelakangan mental.Luhan bisa di bilang mempunyai dunianya sendiri,dan sangat menghindari orang banyak.Sedangkan Baekhyun dia sangat berbeda dengan Luhan dan Baekhyun satu sekolah dengan Luhan.Dan Baekhyun telah di tugaskan untuk menjaga Luhan saat di sekolah karena Luhan sering di bully oleh teman-temannya.Hal itu;ah yang paling di benci Baekhyun,karena dia harus selalu bersama dengan Luhan dan akibatnya Baekhyun selalu di tertawakan oleh teman-temannya karena memiliki saudara yang tidak normal.
***
Pagi harinya Baekhyun bergegas akan menuju sekolahnya.
“Appa..Eomma aku pergi!”pamitnya.
“Tapi dimana Luhan?”tanya Tuan Choi.
“Molla.”Baekhyun mengangkat bahu.
“Luhan!! Apa kau masih di kamar,cepatlah Baekhyun akan pergi.”teriak nyonya Choi dari lantai bawah.
“YA! Ppali!! Kita akan terlambat!.”teriak Baekhyun kesal.Tak lama Luhan datang setengah berlari,dia berdiri di samping Baekhyun sambil membenarkan kacamatnya.
“Kenapa kau lama sekali?”tanya Baekhyun.
“Ini..tadi hilang.”ucap Luhan pelan sambil memperlihatkan dua mainan kecil yang ada di tangannya.
“Mainan bodoh itu lagi,kenapa tidak kau buang saja.”Luhan menggeleng kuat.
“Baekhyun jaga ucapanmu.”sahut Tuan Choi memperingati.
“Sudahlah,sekarang cepat berangkat.”ucap NyonyaChoi,Baekhyun lalu berjalan menuju mobilnya diikuti Luhan di belakangnya.
Saat sampai di sekolah,Baekhyun lalu keluar dari mobilnya dan Luhan masih mengikutinya.
“Sudah berapa kali aku mengatakan ini padamu,jangan mengikutiku jaga jarak dengan ku.”bentak Baekhyun.
“Sekarang menjauhlah.”perintah Baekhyun,Luhan lalu mundur beberapa langkah.
“Sedikit lagi.”Luhan lalu mengikutinya.
“Bagus,ingatlah dari sekarang jarakmu berdiri denganku harus sejauh ini.Arra.”Luhan hanya mengangguk.Saat beberapa langkah Baekhyun berjalan,tiba-tiba ada 3 orang yang menghalaginya.
“Lihat iniada si kembar idiot yang berjalan bersama.”ucap Kyung yang adalah musuh Baekhyun.
“Siapa yang kau sebut si kembar idiot.”ucap Baekhyun singkat.
“Siapa lagi kalau bukan kau.”Baekhyun langsung naik darah,Baekhyun mencengkram kerah baju Kyung,namun kedua teman Kyung langsung memegangi Luhan yang berdiri tidak jauh dari sana.
“Jika kau memukuli Kyung,maka saudara mu ini akan kami pukuli.”ancam teman Kyung.
“Kau pikir aku peduli.”ucap Baekhyun.
BUUKK…dia lalu memukuli pipi Kyung begitu saja.Dan dua orang teman Kyung tadi juga akan memukuli Luhan,namun ada yang memegangi lengannya.
“Apa dia berbuat salah padamu.”ucap seorang namja,dan dia balik memukuli teman Kyung yang hampir memukuli Luhan tadi.
“Kenapa kau hanya acuh melihat Luhan akan di pukuli.”ucap Sehun pelan,sementara Kyung dan teman-temannya sudah pergi begitu saja.
“Itu bukanlah urusanku.”sahut Baekhyun singkat.
“Mwo,bukan urusanmu.”ucap Sehun kesal.
“Aku sedang tidak ingin berdebat.”ucap Baekhyun sambil berlalu pergi diikuti Kai di belakangnya.
“Gwenchana?”tanya Sehun pelan,Luhan hanya mengangguk.Sehun lalu bergegas kekelasnya meninggalkan Luhan di belakang.
“Baekhyun benci aku.”gunam Luhan pelan.
***
Saat jam istirahat Luhan duduk sendiri di atas atap gedung sekolahnya,dengan pintu yang terkunci.Itu semua adalah perbuatan Baekhyun,setiap jam istirahat dia akan membawa Luhan ke atap gedug sekolah dan menguncinya di sana.Dengan tujuan agar Luhan tidak akan pergi kemana-mana dan tidak akan ada yang mengganggu Luhan.Jadi Baekhyun tidak perlu turun tangan jika Luhan di ganggu.Dan saat bel masuk berbunyi barulah Baekhyun membukakan pintu untuk Luhan dan membawanya kekelas.Itulah yang selalu di lakukan Baekhyun.Sehun yang merupakan sepupu mereka pun sudah berkali-kali melarang Baekhyun untuk melakukan itu,namun Baekhyun sama sekali tidak mendengarkannya.
Luhan duduk sendiri sambil menatap langit sing itu,tak lama ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat.Dan Luhan mendengar suara ada yang membuka kunci pintu tempatnya.Luhan kira itu adalah Baekhyun,namun ternyata itu adalah teman satu kelasnya.
“Ah,ternyata di sini benar-benar sejuk.”ucap seorang namja sambil melangkah masuk diiringi satu orang temannya.Dia lalu terkejut saat Luhan yang duduk sendiri dengan raut wajah takut.
“Kau kenapa disini.”tanya namja itu sambil mendekat kearah Luhan,reflek Luhan langsung menutupi wajahnya karena Luhan takut namja-namja itu akan memukulinya.
“Ada seseorang yang mengunci mu disini?”tanya namja yang satunya lagi.
“Tenanglah,kami tidak akan memukulimu.Kita adalah teman.”ucap namja itu sambil mencoba menenangkan Luhan.
“Aku adalah Lay yang duduk di belakang Sehun,dan ini Xiumin yang duduk di dekat Baekhyun.Kau kenal kami kan.”tambahnya,Luhan mengangguk.
“Kenapa kau di sini sendiri,apa ada yang mengurungmu.”tanya Lay heran.
“Baekhyun nanti datang.”ucap Luhan gugup.
“Baekhyun,maksudmu Baekhyun yang menguncimu di sini.”tebak Xiumin,Luhan mengangguk.
“Mwo,kenapa dia melakukan ini?”tanya Lay lagi.
“Baekhyun bilang diam di sini.”jawabnya.
“Baekhyun benci aku.”tambahnya dengan nada sedih.
“Baekhyun tidak membencimu.”ucap Lay sambil tersenyum.
Xiumin lalu mengamati tiap sudut wajah Luhan,masih terlihat beberapa bekas luka memar di sana.
“Luhan apa Baekhyun tidak pernah melindungimu saat orang lain menyakitimu.”tanya Xiuin,Luhan hanya diam.
“Baekhyun benci aku.”lagi,kata itulah yang diucapkan Luhan.
“Kenapa kau tidak ikut saja dengan Baekhyun saat jam istirahat.”usul Lay.Luhan lalu meletakkan dua mainan kecil yang tadi di pegangnya ke lantai.Yang satu di letakkan di dekat kakinya,dan yang satunya lagi di letakkan agak jauh dari yang pertama tadi.
“Luhan…Baekhyun.”ucap Luhan sambil meletakkan mainannya itu secara bergantian.
“Kenapa begitu?”tanya Lay kebingungan.
“Aku harus jauh dari Baekhyun.”jawab Luhan pelan.
“Kau pasti sangat kesepian.”gunam Xiumin.Tak lama bel masuk berbunyi dan Baekhyun bergegas pergi ketempat Luhan,dan dia sudah melihat Lay dan Xiumin di sana.
“Kalian ingin menganggunya untuk memancingku,bukankah urusan kita sudah selesai.”sahut Baekhyun.
“Kami juga sudah malas berurusan dengan mu.”ucap Xiumin sambil berlalu dan dengan sengaja membenturkan pundaknya dengan pundak Baekhyun.
“Tumben kali ini wajahmu baik-baik saja.”Baekhyun tersenyum tipis.
“Mereka baik.”ucap Luhan pelan.
“Sudahlah,ayo cepat kekelas atau kau mau seharian di sini.”Luhan menggeleng,lalu mengikuti Baekhyun dari belakang.
Luhan masih berjalan pelan sambil terus mengikuti Baekhyun dari belakang.Namun ada seseorang yang menarik Luhan dan membawanya ketoilet.Sementara Baekhyun sama sekali tidak menyadari itu.
Baekhyun lalu masuk kekelasnya,namun saat dia menoleh ke belakang dia sudah tidak melihat Luhan lagi.
“Aish,sibodoh itu kemana perginya.”ucapnya geram.
“Sudahlah,nanti dia juga pasti akan kembali.”sahut Kai pelan,namun Sehun berlari keluar kelas begitu saja.
PWOOKK…pukulan Kyung mendarat di perut Luhan.Dia lalu membuka kacamata yang di pakai Luhan dan menginjaknya sampai pecah dan itu membuat penglihatan Luhan menjadi samar.
“Ini balasan karena kembaranmu itu sudah berani memukulku.Sekarang kau sangat terlihat sepertinya jadi aku bisa melampiaskan kemarahanku.”ucap Kyung.Dua teman Kyung memegangi lengan kiri dan kanan Luhan.
BUK..BUK..PWOK..Kyung memukuli perut Luhan berkali-kali dan yang terakhir dengan lutut kakinya.Luhan langsung roboh namun dia masih sadar.Kyung lalu melemparkansebuah kertas pada Luhan dan pergi begitu saja.Luhan lalu meraba-raba ke lantai untuk mencari kacamatanya.Tak lama Sehun datang dan kaget melihat keadaan Luhan yang penuh dengan darah.
“Luhan,waegure.”ucap Sehun cemas.Sehun lalu membantu mengambilkan kacamata Luhan yang pecah dan bingkainya sudah patah.
“Siapa yang melakukan ini padamu?”tanua Sehun panik,Luhan menggeleng.Sehun lalu melihat sebuah kertas yang terletak di dekat Luhan.
“Ini balasan karena perbuatanmu tadi.”isi kertas itu,dan Sehun langsung tau siapa itu.
“Si Brengsek itu.”ucap Sehun geram.
“Ada yang sakit?”tanya Sehun lagi,Luhan lalu memegangi perutnya.
“Perut..perut sakit.”ucap Luhan setengah terbatuk-batuk.
“Ayo berdiri,aku akan mengantarmu pulang.”sahut Sehun sambil membopong Luhan.
***
“Kenapa kau sampai tidak tau dengan apa yang terjadi dengan Luhan,kemana saja kau!!”bentak Tuan Choi marah pada Baekhyun.
“Tadi aku menemukan Luhan di toilet appanim.”ucap Sehun.
“Bukankah appa sudah menyuruhmu untuk menjaga Luhan,ikuti dia kemanapun dia pergi jangan biarkan dia sendiri.”sahut Tuan Choi.
“Aku juga punya kehidupan sendiri,aku tidak bisa selamanya mengawasinya.Aku bukanlah babysister,dia sudah besar.Setidaknya dia bisa menjaga dirinya sendiri.”ucap Baekhyun.
“Bukankah kau tau kalau Luhan itu..”Tuan Choi menggantung kalimatnya.
“Aku tau dia itu tidak normal,dia berbeda denganku.Dan karena dia aku selalu jadi bahan tertawaan teman-teman satu sekolahku.”teriak Baekhyun.
“Kau..”Tuan Choi lalu ingin menampar Baekhyun,namun Luhan langsung memegangi lengan appanya.
“Baekhyun tidak salah.”ucap Luhan sambil menggeleng.
“Luhan,tapi perkataan Baekhyun tadi cukup kasar.
“Baekhyun tidak salah,Luhan berbeda dengan Baekhyun.”ucap Luhan,Tuan Choi lalu tersenyum.
“Luhan memang berbeda dengan Baekhyun,Luhan itu anak yang baik.”sahut Tuan Choi.Baekhyun yang kesalpun lalu berjalan menuju kamarnya diikuti Nyonya Choi di belakangnya.
“Luhan kau pasti lelah.Ayo aku antar ke kamarmu.”ucap Sehun sambil memegangi lengan Luhan.
“Aku benar-benar tidak tahan lagi.Kenapa appa selalu memnyalahkanku atas apa yang terjadi pada Luhan.”erang Baekhyun kesal.
“Eomma mengerti bagaimana perasaanmu.”ucap Nyonya Choi pelan.
“Eomma aku mohon kirim saja Luhan ke China tempat Boa Eommoni.Biar aku bisa tenang.”pinta Baekhyun.”
Eomma sudah berkali-kali bilang pada appamu,tapi appamu tidak mengizinkannya.”
“Sampai kapan aku harus hidup seperti ini.”sahut Baekhyun,Nyonya Choi hanya mengusap kepala Baekhyun pelan.Luhan sedari tadi mendengar perkataan Baekhyun dan Eommanya karena kamar mereka yang bersebelahan.Sehun yang duduk di samping Luhan pun merasa kasihan pada Luhan.
“Luhan gwenchana?”
“Baekhyun benci aku.”entah sudah berapa kali kata itu diucapkan Luhan.
“Tidak,Baekhyun tidak membencimu.”ucap Sehun.
***
Pagi itu Baekhyun sudah selelsai bersiap-siap dan dia lalu keluar dari kamarnya,dan reflek dia langsung terkejut melihat Luhan yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
“Kau mengagetkan ku saja.Kenapa kau berdiri di sini.”ucap Baekhyun kesal.
“Berdiri di sini..kata eomma.”jawab Luhan.Baekhyun lalu memperhatikan kacamata Luhan yang di beri lem dan bingkainya yang di beri selotip.Baekhyun lalu mencopot kacamata itu dari wajah Luhan begitu saja.
“Kenapa kau memakai benda rongsokan ini.”ucap Baekhyun.
“Wajah..Baekhyun tidak jelas.”sahut Luhan.Baekhyun lalu memberikan kacamata itu lagi ketangan Luhan.
“Ayo berangkat,kalau kau lelet akan ku tinggal.”ancam Baekhyun.
***
Saat di sekolah,Sehun langsung masuk kekelas Kyung dan menyeret Kyung hingga tubuhnya membentur ke dinding.
PWOOKK..PWOOKK..BUUKK..
Sehun memukul Kyung berkali-kali dan menghempaskan tubuh Kyung kearah kursi tempat duduknya.
“YA..apa-apaaan ini.”bentak Kyung.
“Apa aku ada salah padamu.”tambahnya.
“Lalu apa Luhan ada salah padamu.”bentak Sehun.
BUKK.. Sehun memukul Kyung lagi.Sampai Kai harus turun tangan untuk menghentikannya.
“YA! Waegure.”tanya Kai sambil memegangi Sehun.
“Sekali lagi kau melakukan itu,awas kau !!”gertak Sehun.
“Ayolah,kita kekelas.Tenangkan dirimu.”ajak Kai sambil menyeret Sehun.
Saat di kelas,Baekhyun kaget melihat raut wajah Sehun yang emosi.
“Waegure?”tanya Baekhyun heran.
“Dia tadi memukuli Kyung.”jelas Kai.
“Apa karena hal kemarin.Ya..Sehun kenapa kau mau berkelahi demi si bodoh ini.”ucap Baekhyun.Sehun lalu mendekat kearah Baekhyun.
“Kalau iya,memangnya kenapa.Aku bukanlah dirimu yang lebih mementingkan reputasimu dari pada melindungi seseorang yang membutuhkan pertolonganmu.”ucap Sehun meninggikan nada bicaranya.
“Jangan sok menasehatiku.”Baekhyun lalu mencengkram kerah baju Sehun dan memukul pipi kiri Sehun.Akibatnya Sehun agak mundur dari posisinya yang sebelumnya.
“Kau ingin di tertawai satu sekolah karena si bodoh ini.Maaf saja aku tidak seperti itu.”ucap Baekhyun.
“Kau pikir dia seperti itu karena siapa.Ingatlah baik-baik.”dan Sehun balik memukul Baekhyun.
“Jaga ucapanmu.”ucap Baekhyun,reflek Kai langsung melerai dan memegangi Baekhyun.Xiumin yang juga melihat itupun memegangi Sehun.
“Lepaskan aku!.”bentak Sehun.
“Diamlah.”ucap Xiumin sambil menyeret Sehun keluar kelas.
“Jangan ikut campur.”bentak Sehun sambil berniat masuk lagi kekelas,namun Xiumin menahannya.
“Tenangkan dirimu dulu bodoh.”sahut Xiumin.Lay lalu datang dan berdiri di dekat Xiumin.
“Kenapa kau mau memeganginya.”ucap Lay.
“Aku tidak ingin satu kelas ribut karena mereka.”jawab Xiumin.
“Aku mendengar perkataanmu tadi,apa maksudmu Luhan seperti itu karena Baekhyun.”tebak Lay.
“Bukan urusanmu.”ucap Sehun datar
“Aku hanya ingin tau apa penyebabnya,dan aku bisa memberitahu eommaku.”jelas Lay.
“Apa hubungannya dengan eommamu.”
“Eommaku adalah seorang pskiater.”ucap Lay.
“Sebenarnya aku juga tidak terlalu tau,tapi kata eommaku dulu saat mereka masih kecil Luhan dan Baekhyun bertengkar kecil,sampai Luhan berlari kearaha tangga rumahnya dan Baekhyun tidak sengaja mendorongnya hingga Luhan jatuh dari tangga rumahnya.Dan beberapa kali kepala Luhan itu terbentur di anak tangga.Dokter yang menangangi Luhan bilang ada saraf di kepala Luhan yang terganggu dan menyebabkan Luhan seperti anak bodoh.”jelas Sehun panjang lebar,Lay dan Xiumin hanya mengangguk mengerti.
Saat sepulang seolah,Baekhyun yang sedang kesal dengan Luhan sengaja meninggalkan Luhan sendiri.Dan Luhan hanya berdiam sambil menunggu Baekhyun di gerbang sekolahnya.Sampai sekolah sepipun Luhan tetap di sana dan tidak pergi kemana-mana.
Kyung bersama dengan lima orang temannya melihat Luhan berdiri sendiri.Mereka lalu berniat membawa Luhan ke suatu tempat untuk memancing Baekhyun dan Sehun.
Kyung,Yangsob,Dongwo,Minhyuk,dan Eunki menyekap Luhan di gudang dekat sekolahnya.Mereka memukul Luhan secara bergantian.Melepas kacamatanya dan mengincaknya hingga pecah tidak berbentuk.
“Kau sama sekali tidak berguna.”ucap Kyung dan sekali menghantam perut Luhan.
“Appo..”rintih Luhan.Kyung dan teman-temannya hanya tertawa puas.Luhan meringis pelan merasakan sakit yang amat sangat di sudut bibirnya sampai ke perutnya.
“Bagaimana rasanya,sakitkan.”ucap Kyung lagi.
“Sekarang hubungi Baekhyun.”saran Dongwo.Kyung mengangguk.
“Yeoboseyo”ucap Baekhyun dari balik telepon.
“Baekhyun.”
“Kau,mau apa kau.”
“Kau tidak ingin saudara idiot mu ini berakhir di tangankukan.Kalau begitu kesinilah,selamatkan dia.Di gudang dekat sekolah.”
Beep..
“Brengsek!!!”bentak Baekhyun.Dia terdiam sejenak,sejujurnya dia tidak mau menyusul Luhan tapi dia teringat dengan perkataan Sehun.
“Aku bukanlah dirimu yang lebih mementingkan reputasimu dari pada melindungi seseorang yang membutuhkan pertolonganmu.”mengingat itu Baekhyun langsung bergegas dan melajukan mobilnya ketempat yang di katakan Kyung.
Tak beberapa lama Baekhyun datang dan Kyung menyadari itu.Yangsob dan Minhyuk sudah mengambil posisi di dekat pintu masuk.Begitu Baekhyun masuk dan..Tang..mereka memukuli leher Baekhyun secara bersamaan dengan balok kayu berukuran besar.
BRUKK.Baekhyun roboh sambil memegangi lehernya yang berdarah.Lalu Yangsob dan Minhyuk menendang tubuh Baekhyun berkali-kali secara bergantian.Dan akibatnya mulut Baekhyun mengeluarkan darah.
“Lihatlah seberapa bodohnya dirimu.Saudaramu sendiri di pukuli dan kau hanya diam saja.”bisik Kyung sambil memukul pipi kiri Luhan.
Tes..reflek Luhan meneteskan air matanya,dan itulahpertaman kalinya Baekhyun melihat Luhan menangis semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu.
“Aku akan melepaskanmu,dan cepatlah selamatkan saudaramu ini.”ucap Kyung sambil melepaskan ikatan Luhan.Namun Luhan hanya mematung sementara Yangsob dan Minhyuk masih senang menendang Baekhyun seperti bola kaki.
“Kau bilang kau tidak peduli dengan Luhankan,jadi aku pasti bebas melakukan apapun.”Kyung menyeringai.
“Sekarang mari kita lihat apa reaksimu saat aku melakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya.”ucap Kyung.
“Uhuk..uhukk…Luhan..lari.Cepat lari.”perintah Baekhyun dengan nada suara putus-putus.
“Diam saja.”bentak Minhyuksambil menginjak punggung Baekhyun.
“Argh..”erang Baekhyun.Kyung lalu meraih pipa besi yang ada di dekatnya.
“Lihat ini.”ucapnya pada Baekhyun lalu berjalan kearah Luhan.
PRANG…dia memukulkan pipa itu tepat di kepala bagian belakang Luhan.Baekhyun terbelalak kaget.
“ANDWE..!!!”teriak Baekhyun sekeras-kerasnya.Telinga Luhan menjadi kedap suara,samar-samar dia mendengar teriakan Baekhyun.
“Luhan!!.”teriak Baekhyu sambil menangis.
Luhan mulai teringat kata-kata yang di dengarnya.
“..Jangan mengikutiku!! Jaga jaraklah denganku!!”
“..Kau pikir aku peduli,itu bukan urusanku…”
“..Aku juga punya kehidupan sendiri..dia sudah besar,setidaknya dia bisa melindungi dirinya sendiri…”
“…Dia itu tidak normal,dia itu berbeda denganku…”
“..Baekhyun membenciku..”
Itulah kata demi kata yang diingat Luhan.Satu hal yang dia tau,Baekhyun sangat membencinya.Namun yang di lihat Luhan sekarang adalah Baekhyun yang menangis dan tergeletak lemas sambil melindunginya.
“..kau sama sekali tidak berguna..”
“…kesinilah..selamatkan dia..”
“..lihatlah seberapa bodohnya dirimu,saudaramu sendiri di pukuli dan kau hanya diam saja..”
“…cepatlah selamatkan saudaramu ini..”
“..Luhan..lari..”
“Andwe!! Luhan.”Baekhyun mencoba bangkit,dengan gontai dia mencoba berdiri tegak.Namun tatapannya masih tertuju pada Luhan yang sudah pucat.
“Kau masih bisa berdiri.”gunam Kyung sambil mencoba memukul Baekhyun.
BRUKK…Baekhyun menendang keras Kyung hingga tubuh Kyung menghantam kayu-kayu di sana.
BUKK..BUKK..PWOOKK..PRANG…Baekhyun memukuli wajah Kyung berkali-kali hingga Kyung tidak sadarkan diri.Baekhyun lalu meraih pipi besi yang tadi di pukulkan Kyung pada Luhan dan memukul perut Yangsob dan Minhyuk hingga mereka terjatuh kesakitan.Sementara Dongwo dan Eunki sudah kabur duluan.Baekhyun lalu berjalan kearah Luhan.
“Luhan,ireonna.”inilah pertama kalinya Baekhyun benar-benar mencemaskan Luhan.Baekhyun lalu mengangkat tubuh Luhan dan membawanya keluar dari sana.
***
Mereka berdua lalu sampai di depan pintu rumah dan Baekhyun mengetok-ngetok pintu rumahnya.
“Eomma..”ucap Baekhyun.
Klek..Nyonya Choi kaget saat melihat kedua anaknya dalam keadaan penuh darah di wajah mereka.
BRUKK..Baekhyun roboh tidak sadarkan diri dan dia terjatuh bersama tubuh Luhan.
Mereka lalu di bawa ke rumah sakit segera.Tuan dan Nyonya Choi duduk di dekat ruangan Luhan dan Baekhyun.
“Apa yang terjadi dengan mereka berdua.”ucap Nyonya Choi panik
“Tenanglah dulu,dokter sudah menangani mereka.”sahut Tuan Choi sambil merangkul istrinya.
Lama mereka menunggu,akhirnya seorang dokter keluar dari kamar Baekhyun dan Luhan.
“Dokter..”
“Mereka berdua mengalami pendarahan di kepala dan di leher.Untuk saat ini mereka masih belum sadarkan diri,tubuh meteka masih belum merespon obat yang di suntikan.Sekarang kalian bisa melihatnya.”jelas sang dokter sambil berlalu.
“Luhan,Baekhyun apa yang terjadi dengan kalian.”isak Nyonya Choi.
“Mereka pasti bisa cepat sada.”ucap Tuan Choi menenangkan.
***
2 Day’s Later
Tet..Tet…Teeet…Teeett…
“Andwe!! Khajima!!”
“Luhan.”ucap Baekhyun kaget,lalu mendekat.
“Kau,menjauhlah dariku.”jelas Luhan.
“Wae,aku bahkan sudah melupakan hal itu.”ucap Baekhyun.
“Gwenchana.”Luhan lalu tersenyum.
“Dulu aku selalu mengikutimu dan berjalan di belakangmu,tapi sekarang aku akan selangkah di depanmu dan mungkin Lebih jauh.”Luhan lalu berlari meninggalkan Baekhyun.
“Luhan..!!”teriak Baekhyun seraya bangun dari tidurnya.
“Baekhyun.”sahut Nyonya Choi sambil mendekat kearah Baekhyun.
“Eomma.”Nyonya Choi lalu memeluk Baekhyun.
“Eomma senang kau sudah sembuh.Dokter bilang kau sudah boleh pulang.Kau akan baik-baik saja.”jelas Nyonya Choi.
“Jinjja.”Nyonya Choi mengangguk.
“Dimana Luhan?”tanya Baekhyun pelan.
“Kemarin Luhan sudah boleh pulang,mungkin sekarang dia sedang istirahat di rumah,jadi hanya appa dan eomma yang menemani mu di sini.”sahut Tuan Choi yang baru datang.
“Cepat pulihkan kondisimu,dan kita akan segera pulang.”ucap Nyonya Choi,Baekhyun hanya mengangguk.
***
Baekhyun berjalan menuju kamarnya dan dia meletakkan meletakkan barang-barangnya di dekat lemari.Baekhyun lalu merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.Dan tak lama Luhanpun ikut masuk kekamar Baekhyun dan melakukan hal yang sama dengan Baekhyun.
“Apa kau sudah sehat?”tanya Luhan pelan.
“Kau,kenapa kau berbeda.”ucap Baekhyun heran.
“Aku sudah sembuh,akibat benturan di kepalaku.”
“Jinjja.”ucap Baekhyun kaget,Luhan mengangguk.
“Kau dari mana saja,kenapa masih menggunakan seragam sekolah.”tanya Baekhyun.
“Dari gudang dekat sekolah.”jawab Luhan sambil pergi begitu saja.
Tak lama terdengar teriakan Nyonya Choi dari lantai bawah.
“Baekhyun,ayo makan eomma sudah menyiapkan makanan.”
“Ne.”Baekhyu bergegas keluar dari kamarnya lalu melirik kamar Luhan dan mendekat.
“Kau tidak makan?”tanya Baekhyun.
“Anhi,aku tidak mau makan.”jawab Luhan.
“Wae?”
“Karena saat kau masuk rumah sakit,appa memarahiku.”ucap Luhan,Baekhyun hanya mengangguk.Lalu berjalan menuju meja makan.
“Appa.”
“Eoh.”
“Apa saat aku masuk rumah sakit,appa memarahi Luhan?”tanya Baekhyun.
Reflek Tuan dan Nyonya Choi kaget.
“Maksudmu.”
“Tadi aku mengajaknya makan,tapi dia bilang dia tidak mau.Dia bilang appa memarahinya.”jelas Baekhyun.
“Tadi? Apa sekarang Luhan ada di kamarnya?”tanya Tuan Choi,Baekhyun mengangguk.
“Dia bahkan masih menggunakan seragam sekolahnya.”ucap Baekhyun,Tuan Choi hanya tersenyum tipis.
“Ya sudah,sekarang ayo makan.”ajak Tuan Choi.
Saat mereka selesai makan,Baekhyun lalu mengambil sepiring nasi lagi dan segelas air.
“Kau ingin makan lagi?”tanya Nyonya Choi.
“Ini untuk Luhan.”jawab Baekhyun lalu berjalan ke kamar Luhan.
Klek..dia lalu melangkah masuk.
“Ini ku bawakan untukmu.”ucap Baekhyun.
“Aku sudah kenyang.”sahut Luhan.
“Lalu bagaimana dengan nasi ini.”
“Kau bawa lagi saja.Aku mau tidur.”ucap Luhan,Baekhyun lalu mengangguk dan keluar dari kamar Luhan.
“Eomma,ini kukembalikan.Luhan tidak mau makan.”
“Sekarang dimana Luhan.”tanya Tuan Choi.
“Dia bilang dia mau tidur.”jawab Baekhyun.
“Dan sekarang kau juga harus tidur.”Baekhyun lalu berjalan ke kamarnya.
Paginya Baekhyun bersiap-siap menuju sekolahnya,saat di pintu keluar dia berdiri di sana sambil sesekali melihat kearah jam tangannya.
“Kau menunggu siapa?”tanya Nyonya Choi.
“Luhan.”ucap Baekhyun.
“Oh..Luhan,dia sudah pergi duluan.”
“Mwo,dia pergi,dengan siapa?”
“Tadi ada teman yang menjemputnya.”sahut Tuan Choi,Baekhyun hanya mengangguk.
Tak beberapa lama Baekhyun sampai di sekolahnya dan bergegas ke kelas.
“Kenapa kau meninggalkanku.”tanya Baekhyun pada Luhan.
“Mian,tadi temanku menjemputku.”jawab Luhan.Baekhyun lalu duduk di bangkunya.
Saat jam istirahat Baekhyun mencoba mencari Luhan,namun dia sama sekali tidak menemukannya.
“Sehun apa kau melihat Luhan?”tanya Baekhyun.
“Luhan.”Kai lalu mengerutkan alisnya.
“Apa tadi kalian tidak melihatnya.”tanya Baekhyun lagi.
“Mungkin dia di toilet atau keluar.”sahut Sehun.
“Baiklah,aku pergi dulu.”ucap Baekhyun.
“Apa maksudmu Luhan di toilet.”sahut Kai.
“Cobalah mengerti bagaimana Baekhyun saat ini.”pinta Sehun,Kai mengangguk.
Baekhyun lalu berjalan menuju atas atap gedung sekolahnya,dan dia melihat Luhan duduk di sana sambil memegangi dua mainan kecil miliknya.
“Ternyata kau di sini.”Baekhyun tersenyum.
“Kau kenapa di sini?”tanya Luhan.
“Aku mencarimu,kau sedang apa.”
“Bukankah ini yang biasanya kulakukan,lagi pula aku lebih senang di sini.Aku bisa sendiri dan tidak akan ada yang menggangguku.”ucap Luhan.
“Mainan ini kau yang memberikannya,ambilah yang bertuliskan namamu ini.”jelasLuhan sambil memberikan satu mainan kecilnya pada Baekhyun.
“Wae.”
“Karena aku akan menjauh darimu jadi aku tidak bisa membawa itu.”Luhan lalu melangkah.
“Kau mau kemana.”tanya Baekhyun.
“Ke gedung dekat sekolah.”jawab Luhan.
“Mau apa?”
“Aku ingin melihat sesuatu.”jawab Luhan sambil berlalu pergi.
“Luhan masih belum mau bicara banyak denganku.”gunam Baekhyun pelan.
Saat bel masuk berbunyi,Baekhyun bergegas kekelasnya.Dan dia sama sekali tidak melihat Luhan di sana.Sampai jampulang pun Luhan masih belum di jumpainya.
“Sehun,dimana Luhan.”tanya Baekhyun saat Sehun memasukkan bukunya ke dalam tas.
“Apa tadi kau tidak menemukan Luhan.”
“Tadi aku bertemu dengannya di atap sekolah,dan tadi dia bilang..”Baekhyun menggangtung kalimatnya dan hendak berlari keluar.
“Ya odhiga?”tanya Sehun sambil memegangi lengan Baekhyun di ambang pintu.
“Luhan,dia bilang dia akan ke gudang dekat sekolah.”jawab Baekhyun sambil berlari.
“Baiklah,nanti aku akan menyusulmu.”sahut Sehun setengah berteriak.
Baekhyun lalu bergegas ke gudang dan BRAKK dia menendang pintu gudang itu agar terbuka.
“Kau.”sahut Baekhyun saat melihat Kyung dan teman-temannya di sana.
“Apa yang kau lakukan di sini.”tambah Baekhyun.
“Bukan urusanmu.”jawab Kyung.
“Apa yang kau lakukan di sini!!”ulang Baekhyun sedikit membentak.
“Kau berani membentakku!”Kyung lalu berjalan kearah Baekhyun dan mencoba memukul Baekhyun,namun Baekhyun menendang tubuh Kyung.
“Dimana Luhan.”bentak Baekhyun dan saat itu Baekhyun melihat Luhan datang.
“Luhan.”Baekhyun terdiam sejenak,saat Baekhyun lengah Dongwo dan Minhyuk memukul pundak Baekhyun dengan kaki meja yang telah patah,dan Baekhyun jatuh ke tanah.
“Apa kau ingin seperti Luhan.”sahut Kyung sambil memegang balok kayu.Reflek langsung terlintas bayangan saat Kyung memukul kepala Luhan dengan pipa besi.
“Brengsek..jangan sakiti Luhan.”ucap Baekhyun mencoba berdiri,namun Dongwo menginjak punggungnya.
Dalam penglihatan Baekhyun,dia melihat Kyung memukuli Luhan namun Luhan masih mencoba berdiri dengan keadaan kepala yang mengalir banyak darah.
“Luhan!!”teriak Baekhyun.
“Kau menyesal karna kau tidak bisa menolong Luhan waktu itu.”sahut Kyung.
“Kau!! Brengsek !!”teriak Baekhyun.
“Mwo,kau bilang kau ingin seperti Luhan.Baiklah.”Kyung lalu berjalan menuju Baekhyun dan memukul leher bagian belakang Baekhyun.Namun yang terlihat oleh Baekhyun,Kyung sedang memukul Luhan.Luhan merintih kesakitan dan mulutnya mengeluarkan darah.Luhan mencoba bicara padanya namun Baekhyun tidak bisa mendengar suara Luhan.
BRAAKKK..Sehun,Lay,Kai,dan Xiumin menerobos masuk.Kai langsung menendang Dongwo dan menjauhkannya dari Baekhyun.Sehun menjatuhkan Kyung ke lantai dan menghimpit Kyung dengan tubuhnya.
BUKK.. PWOKK.Sehun memukul pipi kiri dan kanan Kyung secara bergantian.
“Kau sudah melakukannya pada Luhan,dan sekarang kau juga akan melakukannya pada Baekhyun.Brengsek!!”sahut Sehun penuh emosi.Kyung mencoba mencekik Sehun namun Sehun mengunci pergerakan Kyung dengan lututnya.
“MATI KAUSEKARANG…!!”teriak Sehun sambil meluapkan semua emosinya lewat pukulan.Wajah Kyung seperti hancur,berlumuran dengan darah.
“Dengan apa kau memukul Luhan dan Baekhyun,dengan pipa besi ini.Kau juga akan berakhir dengan ini.”sahut Sehun mencoba meraih sebuah pipa besi yang berbekas darah.
“Sehun sudah hentikan.”ucap Xiumin sambil menarik tubuh Sehun,sementara Kyung sudah tidak sadarkan diri.
“Lepaskan aku,perbuatan iblis ini tidak bisa di maafkan.”sahut Sehun geram,Lay juga ikut memegangi Sehun dan membawanya menjauhi Kyung.
“Sehun tenanglah.”kini Sehun mulai menangis.
“Bajingan ini harus mati.”ucap Sehun.
“Sabar,jangan sampai tersulut emosi.Dia sudah tidak sadarkan diri.”sahut Lay,sedangkan Kai mencoba membantu Baekhyun.
“Kai..Kai cepat selamatkan Luhan.”pinta Baekhyun.Melihat itu Sehun semakin sedih.
“Luhan tidak di sini,Luhan tidak ada.”ucap Kai berat.
“Aku mohon selamatkan Luhan,dia kesakitan.”ulang Baekhyun.
“Baekhyun sadarlah,Luhan tidak di sini.”sahut Kai.
“Lepaskan aku.”Baekhyun lalu berjalan kearah sudut ruangan gudang tempat di melihat Luhan tadi.
“Kenapa kau datang ke sini,padahal kau sendiri tau jika datang ke sini kau akan dalam bahaya.”ucap Baekhyun sambil menangis.
“Aku ingin melihat kenanganku di sini,Kenangan saat kau menangis untukku.”
“Sekarang bangunlah.Aku akan membantumu berdiri.”Baekhyun lalu mengulurkan tangannya.
“Baekhyun sudah cukup,sadarlah!!”
PWOKK..Sehun memukul pipi Baekhyun.
“Ya! Apa yang kau lakukan.”ucap Lay kaget,namun Sehun tidak mendengarkan.Dan kini tangannya sudah mencengkram kerah baju Baekhyun.
“Sadarlah,lihat baik-baik Luhan tidak ada di sini.Jangan seperti orang gila,Luhan sudah meninggal.”bentak Sehun.
DEG..
Itulah kata-kata yang sangat tidak ingin Baekhyun dengar.Detak jantungnya kembali memacu,dan pelupuk matanya mengeluarkan cairan bening lagi.
“Luhan meninggal.”gunam Baekhyun pelan,dia lalu beralih pada tempat saat dia melihat Luhan tadi,dan sekarang tempat itu benar-benar kosong.
BRAK..tubuh Baekhyun langsung ambruk,dia tidak sadarkan diri.
***
Baekhyun POV
Aku mulai terbangun dari tidurku,dan sekarang aku berada di ruangan yang serba putih.Aku melirik tangan kananku yang terasa sakit,ternyata di sana sudah tertancap infus.Aku melihat kenop pintu yang ada di depanku terbuka,aku melihatnya.Dia berjalan kearahku sambil tersenyum.
“Kenapa kau ada di sini?”tanyanya dengan suara parau.
“Kenapa kau pergi meninggalkanku?”aku balik bertanya.
“Aku ingin merasakan hal yang berbeda,aku ingin bisa hidup sendiri tanpa menyusahkanmu.Selama ini aku selalu membebanimu.”jelasnya dengan nada sedih.
“Kau dari mana saja,kenapa masih menggunakan seragam sekolah.”
“Aku dari gedung dekat sekolah.”
“Bukankah aku sudah bilang,jangan kesana lagi.”
“Aku ingin melihat kenangan itu,di sana kita sama-sama berjuang.Aku merasa sedih karena aku tidak bisa kembali ke masa itu.”dia tersenyum hambar.
“Kau tidak nyata.”gunamku pelan.
“Aku tidak bisa pergi karena kau sendiri belum melepaskanku.”ucapnya.Dia menangis,dia menangis di hadapanku.
“Luhan.”aku menyebut namanya,dan mungkin nama itu tidak akan tersebut lagi.
“Bisakah kita berjalan beriringan,dulu kau selalu berjalan di belakangku.Tapi sekarang berjalanlah di sampingku.”aku berkata penuh harap.
“Sekarang aku tidak bisa berjalan di sampingmu,aku sudah terlalu jauh melangkah.”dia mulai tertunduk dalam.
“Biarkan aku pergi,tempat kita sudah berbeda.”tambahnya,dan cairan bening itu jatuh lagi.
“Tidak,jangan pergi.nanti jika kau pergi tidak akan ada lagi seseorang yang akan kulindungi.Tidak akan ada lagi seseorang yang mendengarkan perkataanku dengan baik.Tidak akan ada lagi panggilan sikembar idiot untukku.Tidak akan ada lagi nama Luhan yang ku dengar.Tidak…”sial tangisanku mulai pecah,aku sudah berusaha menahannya.
“Tidak akan ada lagi si bodoh yang ku panggil…khajima.”tambahku.
“Tapi aku pasti akan ada di dalam dirimu.”jelasnya.
“Aku tidak ingin ada Luhan dan Baekhyun yang menjadi satu,tapi aku ingin ada Baekhyun dan Luhan yang berbeda.Aku membutuhkanmu..”isakku makin menjadi.
“Aku tidak bisa terus berdiri untukmu,aku harus pergi.”seketika dia langsung menghilang dari pandanganku.
“Anhi,Luhan..Khajima!!”
“Anhi..Khajima!! Luhan..!!”aku berteriak seperti orang gila.Dan itu mengundang kedatangan eomma dan appaku.
“Baekhyun,waegure?”tanya Eommaku cemas.
“Luhan..khajima!!”pintaku lirih,meskipun aku tau itu tidak ada gunanya.
“Baekhyun tenanglah,eomma mohon.”eomma menangis sambil memelukku.
“Luhan!! Kembali kau bodoh!! Lihatlah eomma menangis karnamu.”racauku.
“Baekhyun tenang,kau harus istirahat.Appa mengerti bagaimana perasaanmu.”appa mencoba menenangkanku.
“Apa yang terjadi padanya.”
“Akibat pukulan di kepalanya,dia kehabisan banyak darah dan tulang kepalanya retak.Saat kau membawa Luhan pulang,saat itu dia memang sudah tidak bernafas.”jelas appa.
“Tapi beberapa hari yang lalu di jelas ada di dekatku.”
“Dokter bilang kau memiliki trauma karena Luhan di pukuli tepat di depanmu.Dan Luhan itu hanyalah ilusimu,itu semua hanyalah hayalanmu.”sontak aku sangat terkejut,lidahku serasa kelu.Aku menerawang ke setiap sudut ruangan dan aku kembali melihatnya.Dengan tatapan kosong dia melihat kearahku.Dia duduk di kursi yang terletak di sudut ruanganku.
“Kalau kau tidak nyata,lalu kau ini apa? Jangan mempermainkanku.”aku bicara pelan padanya.Reflek eomma dan appa melihat kearah pandanganku.
“Sekarang biarkan aku berjalan di belakangmu,aku akan mengikutimu.”eomma langsung cemas melihatku.Aku mencoba bicara lagi padanya walaupun aku tau sekarang aku sudah seperti orang gila di depan eomma dan appaku.
“Luhan,jika kau ingin pergi maka pergilah.Tapi kau harus menungguku di sana,aku pasti akan menemuimu…nanti.”tangisanku semakin pecah seiring dengan tubuh Luhan yang sudah tidak terlihat olehku.
***
Author POV
Baekhyun berjalan pelan dan berhenti tepat di depan rumah baru Luhan.Dengan berat,dia menaburkan bunga-bunga di sana.Dia lalu sedikit berjongkok sambil memegangi nisa di depannya.
“Sekarang sudah saatnya kau tenang,selamat jalan semoga bahagia.Mungkin nisan ini pisahkan dunia kita,namun saat aku bercermin aku melihat gambaranmu di sana.Luhan..mungkin selama ini kau menganggapku sangat membencimu dan selalu tidak ingin berada di dekatmu.Namun bukan itu maksudku,aku hanya takut jika kau bersamaku maka musuh-musuhku akan mengincarmu.Aku sengaja berkata aku tidak peduli padamu agar mereka berfikir bahwa mengganggumu itu tidak ada gunanya karena aku tidak akan terpancing dan mereka pasti akan melepaskanmu.Dan dengan cara itulah aku melindungimu.”
“Luhan..apakau bisa mendengarku.Aku rindu masa-masa saat kau bertingkah bodoh di depanku.Itu tidak akan pernah bisa ku lupakan.Apa beberapa hari ini kau menemuiku untuk mengucapkan selamat tinggal.Apakah kau yang saat itu benar-benar nyata? Kau tau,sampai sekarang aku tak percaya kau telah tiada.”Baekhyun menangis pilu.
“Aku ingin melakukan satu hal,memutar waktu dan membawamu kembali.Ini semua salah ku,aku telah meninggalkanmu sendiri di sekolah.Khajima.”
Perlahan Baekhyun bangkit.Dia berjalan di tengah jalan dengan langkah gontai.Yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya membawa Luhan kembali.Emosi dan penyesalan kini sudah menguasai diri Baekhyun sepenuhnya.Dia tidak bisa lagi berfikir jernih.
Dari ujung jalan terlihat truk yang melaju kencang,bukannya menghindar Baekhyun malah berdiri mematung.
“Inilah saatnya…Luhan,aku akan menyusulmu.”
BRAAKK…Tubuh itu terhempas cukup jauh.Darah segar mengalir deras dari sudut kepalanya.Nafasnya tersenggal,dan detak itu perlahan mulai berhenti.
“Luhan,aku tidak akan berjalan selangkah di depanmu atau selangkah di belakangmu..Kau juga tidak perlu kembali kebelakanguntuk menyamai langkahmu denganku.Karena sekarang aku sudah berhasilmengejarmu dan berjalan di sampingmu.”
Baekhyun POV
Dia berlari kearahku,sambil mengulurkan tangan dan membantuku berdiri.
“Kau menungguku.”aku bertanya padanya.
“Apapun yang akan kau katakan,aku pasti akan menurutinya.”jawabnya.
“Sekarang aku akan menemanimu ke sana,kita akan pergi bersama-sama.”
***
END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s