I See You From Heaven

I See You From Heaven

I SEE YOU IN HEAVEN

 

Author :

·     Kimberly Sky

Main Cast :

·     Xi Luhan EXO

·     Byun Baekhyun EXO

Other Cast :

·     Find By Your Self J

Genre :

·     Sad

Anyeongreaders..Kim datang lagi bawa FF sad,mian mungkin ada kalian para readers yang bosan gegara castnya cuman itu-itu aja mian tapi feelnya Kim lebih dapet ke mereka berdua.Jadi bagi yang kurang suka gak usah di baca ne J

Author POV

Di tengah derasnya hujan terlihat seorang namja yang sedang berdiri di dekat jendelanya.Sambil tersenyum tipis ia terus mengulurkan tangannya sembari menampung titik-titik air hujan yang turun di telapak tangannya.

Gelap,hanya itulah yang ada dalam pandangan Luhan saat ini.Buta,Luhan memang buta itu karena kejadian 10 tahun yang lalu dan hal itu yang membuat Baekhyun merasa bersalah sampai sekarang.

FlashBack

“Baeky-ah,eomma memanggilmu untuk pulang.”sahut Luhan sambil menghampiri Baekhyun yang sibuk bermain.

“Sebentarlagi.”

“Tapi ini sudah sore.”

“Anhi.”

“Ppali.”Luhan lalu menarik lengan Baekhyun dan berjalan menuju sepedanya.

“Naiklah.”ucap Luhan.

“Hyung kau begitu menyebalkan.”sahut Baekhyun,namun Luhan tidak mendengarkannya karena dia sibuk mengayuh.

Baekhyun lalu mencoba turun dengan melompat,dan itu membuat Luhan kehilangan keseimbangannya.Itu membuat Luhan terjatuh,dan dari arah belakang ada mobil yang melaju kencang dan menabrak Luhan.Akibatnya tubuh kecil Luhan terhempas dan kepalanya terbentur ke aspal.

“HYUUNGG!!!.”pekik Baekhyun sekeras-kerasnya.

Dantak lama Lahan baru di bawa ke rumah sakit.

“Dokter bagaimana dengannya.?”Tanya nyonya Choi.

“Benturan di kepalanya yang cukup keras,mengakibatkan saraf matanya terganggu,dan itu membuat retinanya rusak.”jelas sang Dokter.

“Jadimaksud mu..”

“Bisa dikatakan dia buta.”ucap Dokter selanjutnya.

“Anhi,Luhan masih kecil.Ini pasti sangat berat untuknya.”jerit nyonya Choi histeris.

“Dokter apa tidak ada cara lain?”Tanya tuan Choi.

“Kita harus mencari donor mata yang cocok untuknya.Kami pasti akan berusaha mencarikannya.”ucap sang Dokter sambil berlalu.

Tuan dan nyonya Choi lalu berjalan menuju kamar Luhan.,sementara Baekhyun hanya duduk diam di luar ruangan.

“Baekhyun kau tidak ingin melihat hyungmu..?”

“Appa,apakah aku ini jahat?”Tanya Baekhyun.

“Anhi.”

“Tapi aku sudah mencelakai hyung,hyung pasti sangat marah padaku.”

“Itu adalah sebuah kecelakaan.Dan hyungmu tau itu bukan salahmu.”

“Tapi aku dengar Luhan hyung buta,itu berarti dia tidak akan bisa melihat lagi.”

“Hyungmu pasti sembuh.”

“Jika hyung tidak bisa melihat,maka aku akan menjadi matanya.”mendengar itu tuan Choi hanya tersenyum sambil menggandeng Baekhyun menuju kamar tempat Luhan di rawat.

Saat di dalam,terlihat nyonya Choi yang sedang duduk di samping tempat tidur Luhan sambil mengusap kepala Luhan pelan.Dan tak lama Luhan mulai membuka matanya perlahan.

“Luhan..”gunam nyonya choi pelan.

“Eomma.”ucap Luhan dengan suara parau.

“Eomma..eomma diamana.Kenapa gelap.”sahut Luhan panic.

“Tenaglah Luhan,eomma disini.Eomma di sampingmu.”jawab nyonya Choi sambil memeluk Luhan.

“Gelap..aku takut.Kenapa begitu sesak,eomma aku takut.”pekik Luhan.

“Uljima,gwenchana kau akan baik-baik saja.”nyonya Choi mencoba menenangkan Luhan.

“Eomma”pekik Luhan dalam tangisnya.

Baekhyun yang melihat Luhan menangis ketakutan malah merasa semakin terpuruk,dan saat itulah dia berjanji bahwa dia akan menjadi mata untuk Luhan.

Flash End

***

“Luhan hyung.”sahut Baekhyun yang melihat Luhan duduk di dekat piano.

“Ne.”

“Xiumin dan Lay hyung datang.”

“Luhan.”sapa Lay.

“Baiklah hyung,aku keluar sebentar.”pamit Baekhyun sambil keluar dari kamar Luhan.

“Kau ingin main piano..?”Tanya Xiumin.

“Anhi,bisakah kalian memainkannya untukku?”

“Baiklah aku akan memainkannya untukmu.”sahut Lay.

Lay lalu menekan tots piano perlahan,Luhan dan Xiumin menikmati music itu dalam diam.Luhan lalu menutup matanya perlahan dan mencoba menenangkan pikirannya.

Luhan lalu menarik nafas panjang.

“Luhan aku dengar dari Baekhyun belakangan ini kau sering melamun,waegure?”Tanya Xiumin saat Lay menghentikan permainan pianonya.

Luhan hanya menggeleng.

“Ada apa denganmu?”Tanya Lay sambil memegang pundak Luhan.

“Aku merasa kasihan pada Baekhyun,sejak eomma dan appaku meninggal,hanya dia yang merawatku seorang diri.”ungkap Luhan.

“Itu adalah keinginan Baekhyun sendiri.”sahut Lay.

“Aku lelah terus-terusan seperti ini,setiap hari yang kulihat hanyalah kegelapan.Itu yang selalu membuatku sesak.”jelas Luhan sambil menundukkan kepalanya.

“Gwenchana,setidaknya ada Baekhyun di sampingmu.Dan kau juga mempunyai kami sebagai temanmu.”

Luhan hanya tersenyum tipis.

***

“Hyung ikutlah denganku,aku akan pergi ke sungai han.”ucap Baekhyun.

“Anhi.”

“Ayolah hyung,hanya sebentar.Kai dan D.O sudah menungguku di sana.”paksa Baekhyun.

“Anhi,temanmu pasti merasa terganggu jika aku ada di sana.”tolak Luhan.

“Gwenchana,ayo pergi saja.”sahut Baekhyun sambil menarik tangan Luhan.

Tak lama,mereka sampai di dekat sungai han.Di sana Baekhyun melihat ada Kai dan D.O.

“Kau terlambat.”sahut Kai.

“Mian.”

“Luhan hyung juga di sini.”tambah Kai.

“Aku tidak mengganggu kan.”sucap Luhan.

“Anhi.”potong D.O,Luhan tersenyum.

“Lihat ini ada Baekhyun dan teman-temannya.”ucap Chanyeol yang baru datang bersamaTao,Kris dan Chen.

“Wae.”ucap Baekhyun sinis.

“Mau tanding basket”ajak Kris.

“Kalian pasti menang karena ada hyungnya Baekhyun.”sindir Tao.

“Dan yang ku dengar Luhan hyung itu hebat dalam permainan ini.”tambah Chen.

“Apa maksudmu.”ucap Baekhyun meninggikan nada bicaranya.

“Kalian salah,Luhan itu buta.Dia mana bisa main,untuk berjalan saja susah.”ledek Chanyeol dan di susul dengan tawa teman-temannya.

Baekhyun langsung marah dan mencengkram krah baju Chanyeol.

“Jangan pernah bicara seperti itu di depan hyungku.”gertak Baekhyun.

“Baekhyun gwenchana,itu memang benar.”sahut Luhan mencoba memegangi lengan Baekhun.

“Kau lihatkan,hyungmu saja tidak marah.”ucap Chanyeol membela diri.

“Aku tidak suka kau bicara seperti itu pada hyungku..!!!”bentak Baekhyun.

“Apa-apaan kau,lepaskan dia.santailah sedikit hyungmu itu memang buta jadi terima saja.”sahit Kris.

PWWOOOKK…pukulan Baekhyun mendarat di wajah Kris,sontak Kai dan D.O langsung memegangi Baekhyun.

“Kau jangan mencari masalah,pergilah.”ucap Kai.

“Kami juga mau pergi,dan awas kau.”sahut Kris.

“Kajja lagi pula aku tidak mau berteman dengan orang buta,itu begitu menyusahkan.”ucap Chanyeol.

“Tidak ada juga yang mau berteman denganmu.”ledek D.O

 “Awas saja jika dia berani berkata seperti itu lagi,maka akan kuhancurkan mereka.”ucap Baekhyun.

“Tenanglah.”sahut D.O

“Gwenchana.”ucap Luhan sambil memegangi Baekhuun.

“Kai,D.O aku pulang duluan,aku muak di sini.”pamit Baekhyun sambil menuntun Luhan.

***

Luhan duduk sendiri di dekat jendelanya,masih teringat olehnya perkataan Chanyeol padanya saat di sungai Han.Namun Luhan tidak bisa marah,dia hanya bisa tersenyum karena memang seperti itulah keadaannya.

“Hyung,kau melamun lagi.”ucap Baekhyun yang membuyarkan lamunan Luhan.

“Anhi.”ucap Luhan singkat.”

“Apa ada masalah,kau masih memikirkan perkataan Chanyeol?”

“Gwenchana.”

“Kau bohong,aku tau kau kesal.”Luhan hanya diam.

“Kau ini kenapa,selalu seperti ini.Selalu menyembunyikan masalahmu dariku aku tau apa yang kau rasakan.”

“Lalu apa yang bisa kulakukan.”

“Itulah masalahmu,kau hanya diam saat orang-orang menindasmu.Tidak bisakah kau melawan.”ucap Baekhyun.

“Aku memang tidak bisa,kau ingin tau apa yang membebaniku selama ini.Aku ingin pergi jauh,berlari sekencang-kencangnya menjauhi kehidupan ku saat ini.Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya mengeluarkan kemarahanku yang selama ini kupendam.Aku bertahan saat ini karena pesan dari eomma,aku butuh sandaran.Kau tau kenapa aku hanya bisa tersenyum,karena hanya dengan itu aku bisa menyembunyikan kesedihanku.”ucap Luhan panjang lebar,Baekhyun terdiam mendengar semua perkataan Luhan.

“Mianhae.”ucap Baekhyun.

“Keluarlah,aku ingin sendiri.”sahut Luhan pelan,Baekhyun lalu melangkah keluar.Dan saat ini rasa bersalahnya semakin besar setelah mendengar semua keluahan Luhan.

Baekhyun melangkah menuju kamarnya,dan merebahkan tubuhnya.Baekhyun menangis,dalam diam tangisannya pecah.Bukan karena bentakan dari Luhan tadi,tapi karena penyesalan atas apa yang telah dilakukannya dulu.

***

Luhan mimpi buruk,dalam tidurnya ia bertemu dengan Baekhyun.Wajahnya pucat dan langkahnya gontai dan Luhan melihatnya menangis.Luhan mencoba mendekat,saat Luhan akan menggapainya,hanya hampa udara yang terasa.Luhan mencoba mencari sosok Baekhyun,Luhan melihat tubuh Baekhyun yang perlahan menjauh.Luhan mencoba mengiringi langkah kecil Baekhyun,namun Luhan sama sekali tidak bisa bergerak.Dan..

“Baekhyun..!!”pekik Luhan seraya terbangun dari tidurnya.Baekhyun yang mendengar pekikan Luhan kaget dan langsung berlari menuju kamar Luhan.

“Hyung waegure..?”Tanya Baekhyun cemas.

“Baekhyun.”ucap Luhan sambil meraba-raba mencari Baekhyun.

“Aku di sini hyung,waegure.”sahut Baekhyun sambil memegangi tangan Luhan.

“Anhi..kajima.”Luhan terus memegangi tangan Baekhyun,seolah-olah dia takut Baekhyun pergi.

“Gwenchana hyung,aku disini kenapa kau sepertinya takut sekali.”Tanya Baekhyun.

Luhan menggeleng pelan.

“Baiklah,aku kekamarku dulu hyung,aku sedang merapikan tempat tidurku.”ucap Baekhyun seraya meninggalkan Luhan.

Luhan mencoba mengatur nafasnya,tapi detak jantungnya masih cepat.Mimpi itu seolah pertanda baginya,tapi dia tidak tau apa yang akan terjadi.

***

Baekhyun berjalan di dekat taman kota,dia terus terfikir apa yang dikatan Luhan semalam padanya.Dan saat ini Baekhyun sedang berusaha untuk mencarikan donor mata untuk Luhan.

Di seberang jalan,dia melihat Kai dan D.O yang sedang melambai kearahnya.reflek Baekhyun langsung berjalan menuju seberang,namun Baekhyun tidak melihat ada mobil yang melaju kencang kearahnya,dan BRAAKKKKK….

Tubuh Baekhyun terpental cukup jauh,kepalanya terbentur keras.Dan itu membuatnya tidak sadarkan diri,sontak Kai dan D.O langsung berlari kearah Baekhyun.Dan orang yang menabrak Baekhyunpun langsung keluar dalam keadaan panic.

“Baekhyun,Baekhyun ireona.”teriak D.O

“Cepat masukkan dia ke mobilku,kita harus membawanya kerumah sakit.”ucap si pengemudi yang terlihat masih duduk di bangku SMA itu karena dia memakai seragam SMA.Kai dan D.O langsung memasukkan Baekhyun ke dalam mobil.

Tak lama mereka sampai di rumah sakit.Tangan dan seragam namja itu sudah berlumuran darah akibat darah dari kepala Baekhyun.

Mereka menunggu cukup lama di dekat pintu ruangan Baekhyun.Setelah beberapa menit,barulah dokter yang memriksa Baekhyun keluar.

“Dokter waegure-yo.”Tanya Kai panic.

“Untuk saat ini dia masih belum sadarkan diri,dia mengeluarkan darah begitu banyak dan kondisinya begitu lemah.Sekarang hanya alat itu yang bisa memacu detak jantungnya,tunggulah sampai dia sadar.”ucap sang Dokter.

“YA..apa kau tau kau bias saja membunuhnya.”bentak Kai sambil mencengkram kerah baju namja itu.

“Kai..”tahan D.O sambil memegangi Kai.

“Mianhae.”ucap namja itu.

BUUKKK…

“Hanya itu yang kau ucapkan.Jika sampai Baekhyun kenapa-napa kau akan berurusan denganku.”gertak Kai. Namja itu hanya tertunduk sambil memegangi pipinya.

***

Luhan duduk bersama Lay dan Xiumin di taman rumahnya,Lay yang melihat Luhan begitu murung memukul pundak Luhan pelan.

“Waegure??”Tanya Lay,Luhan hanya diam.

“Kau kelihatannya gelisah.”tambah Xiumin.

“Dimana Baekhyun?”ucap Luhan.

“Tadi dia bilang dia akan keluar sebentar.”jawab Lay.

Tapi Luhan masih gelisah,ada sesuatu yang mengganggu pikirannya dan saat ini dia benar-benar ingin bertemu dengan Baekhyun.

***

Sudah berjam-jam Kai,D.O dan namja yang menabrak Baekhyun itu di rumah sakit.Dan tak lama barulah Baekhyun sadarkan diri.

“Baekhyun kau sudah sadar.”ucap D.O

Baekhyu ntersenyum tipis.

“Mian.”ucap namja yang di samping D.O.Baekhyun lalu melirik name tag yang ada pada seragam namja itu.

“Sehun,kau yang sudah menabrakku,sekarang aku minta kau harus lakukan sesuatu agar aku bisa memaafkanmu.”ucap Baekhyun dengan suara parau.

“Wae.”

“Aku mungkin sudah tidak kuat lagi,aku ingin kau menemani hyungku gantikan posisiku.”pinta Baekhyun.Dia lalu beralih pada Kai dan D.O.

“Dan untuk kalian,apapun yang terjadi padaku,jangan pernah kalian beritahu hyungku.Dan aku ingin memberikan mataku ini padanya.Sekarang waktuku untuk melihat sudah habis,sekarang gilirannya.Aku terlalu banyak membuatnya menderita.”

“Apa yang kau bicarakan,kau sudah tidak apa-apa.Kau itu kuat.”ucap Kai.Baekhyun hanya tersenyum.

“Tolong sampaikan pada hyungku kalau aku menyayanginya.”

***

Esok harinya,Xiumin dan Lay baru mengehtahui berita kematian Baekhyun saat Baekhyun akan di makamkan.Dan mereka juga tau tentang permintaan Baekhyun pada Sehun.Baekhyun juga tidak ingin Luhan tau tentang Baekhyun sebelum Luhan menerima donor mata Baekhyun.

Sehun melangkah menuju kamar Luhan,dia melihat Luhan yang sedang duduk di depan pianonya.

“Hyung.”sahut Sehun pelan,Luhan lalu menoleh ke sumber suara.

“Baekhyun,apa itu kau.”Tanya Luhan.

Sehun lalu mendekat.

“Ne.”sambungnya.

“Kenapa suaramu berubah?”Tanya Luhan lagi.

“Aku sedang flu hyung.”bohong Sehun.

“Kau dari mana saja,Kai bilang kau menginap di rumahnya.”

“Ini aku baru pulang.”

“Hyung,aku sudah menemukan donor mata untukmu.Kau bisa dioperasi 2 minggu lagi hyung.”

“Jinjja,kau tidak bohong.”ucap Luhan tidak percaya.

“Ne hyung,dan kau pasti bisa melihat lagi.”

“Kau benar,aku ingin sekali melihat wajahmu.aku sangat senang.”Sehun hanya tersenyum miris.

“Baiklah hyung,aku keluar sebentar.Kau tidak apa-apa aku tinggal sendiri kan hyung.”ucap Sehun,Luhan mengangguk.

***

Angin berhembus begitu kencang,membuat Luhan takut.

“Baekhyun.”ucap Luhan sambil mencoba berjalan menuju tempat tidurnya,namun tak sengaja kakinya tersandung dan tubuh Luhan terhempas ke lantai.

“Baekhyun.”ucap Luhan lagi,kini suaranya bergetar.

Tiba-tiba dia merasakan ada sebuah tangan yang membantunya berdiri,reflek Luhan kaget.

“Baekhyun.”Luhan bergunam pelan.

“Ne hyung,ini aku.Kau tidak apa-apa.”ucap sebuah suara yang mirip suara Baekhyun.

“Ne,bukankah tadi kau bilang kau akan keluar.”Tanya Luhan.

“Anhi,aku tau nanti akan ada angin kencang,jadi aku kembali aku takut jika terjadi sesuatu padamu.”

“Aku baik-baik saja.”

“Hyung jika aku benar-benar tidak ada di sampingmu,apa kau akan baik-baik saja,apa kau tidak akan terluka?”

“Maksudmu?”

“Jaga dirimu hyung disaat aku tidak ada.Dan dimanapun aku berada, kau harus selalu mengingatku.”suara itu mulai terdengar samar.Tiba-tiba angin kencang di sekitar Luhan berhenti bertiup.Dan tangan tadi yang memegang lengan Luhan pun sudah tak dirasakannya lagi.

“Baekhyun.”ucap Luhan,namun tak ada jawaban.

“Baekhyun,kau dimana??”tambah Luhan.

“Ne hyung.”sahut Sehun yang baru datang.

“Apa maksudmu kau akan pergi.”

“Anhi,aku hanya sebentar,aku sudah kembali.”jawab Sehun yang tidak mengerti apa maksud pertanyaan Luhan.

***

2 minggu sudah berlalu dan Luhan juga sudah dioperasi.Sekarang Sehun dan teman-teman Luhan sedang menunggu Dokter yang sedang membuka perban di mata Luhan.

“Hyung apa kau sudah siap untuk membuka matamu?”Tanya Sehun yang berdiri di antara Lay dan D.O.Luhan mengangguk.

Dokter lalu mebuka perban yang ada pada mata Luhan perlahan.Saat semua perban sudah terbuka,Luhan mengerjapkan matanya berkali-kali.Dia melihat orang yang ada didekatnya satu persatu.Luhan lalu tersenyum.

“Aku bisa melihat dengan jelas.”

“Syukurlah hyung.”ucap Sehun.

“Kau Baekhyun?”Tanya Luhan,Sehun hanya diam.

“Luhan aku senang kau bias melihat lagi.”potong Xiumin.

“Gomawo.”sahut Luhan.

“Hyung ada yang ingin kami perlihatkan padamu.”ucap D.O.

“Ini.”tambahnya sambil memberikan sebuah kamera pada Luhan.

“Ini apa?”Tanya Luhan.

“Itu sebuah video,kami akan keluar selagi kau menonton video itu.”ucap Lay sambil keluar dengan yang lainnya.

Luhan lalu duduk di tempat tidurnya sambil menonton video iti.Dia melihat ada seorang namja dengan wajah pucat dan di tubuhnya terpasang berbagai alat medis.

“Anyeong Luhan hyung,saat kau memutar video ini mungkin aku sudah tidak ada.Mata yang kau gunakan saat ini adalah mataku.aku mendonorkannya padamu karena aku tau aku tidak akan bisa bertahan lagi.Dan aku rasa itulah saatnya kau untuk melihat.”ucap namja itu yang tertnyata adalah Baekhyun.Disana terlihat bahwa dia berusaha menahan tangisnya.Namun Luhan masih tidak tau kalau itu adalah Baekhyun.

“Terima kasih karna kau sudah menjadi hyung yang baik untukku.Kau kuat,kau tidak pernah mengeluh bagaimanapun keadaanmu.Maaf aku hanya bisa menyampaikannya lewat video ini.Aku pasti tidak akan bisa membantumu lagi saat berjalan,karna mungkin itu tidak akan ada gunanya lagi.Maaf juga karna aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu berada di sisimu.Saat ini aku sangat merindukan eomma dan appa,karena itu aku akan menyusul mereka.”Luhan mulai mengerti maksud dari video itu dan seketika air matanya jatuh.

Dulu aku pernah berjanji akan menjadi matamu,dan baru sekarang aku bisa menepatinya.Hyung..walaupun aku sudah tidak ada nantinya,tapi jadikanlah aku sebagai memori terbesarmu.Walaupun wujudku tidak bisa kau lihat lagi,tapi aku akan selalu ada karena aku hidup sebagai matamu dan aku ada di dalam hatimu.Jaga dirimu baik-baik hyung,karena aku tidak akan bisa lagi melindungimu.Aku sengaja meminta pada Kai dan D.O untuk tidak memberitahumu.Karena aku takut kau marah dan kau pasti tidak akan mau menerima mataku.”Baekhyun mulai menangis,tapi dia masih mencoba untuk tersenyum.

Dan ini yang terakhir,lihatlah dunia untukku kau mau kan?? Jaga dirimu Baekhyun menyayangimu.”ucap Baekhyun sambil mengakhiri vidionya.

Usai melihat vidio itu,Luhan merasa jantungnya berhenti berdetak,ada sesuatu yang menghantam dadanya begitu keras.Nafasnya terasa tercekat.Dan dalam diam dia mencoba berteriak sekeras-kerasnya.

“BAEKHYUUNN..!!”ucapnya sambil menangis,reflek Sehun,Kai,D.O,Xiumin dan Lay masuk menuju kamarnya.

“Luhan tenanglah.”ucap Xiumin.

“Kenapa mimpi buruk bertubi-tubi menimpaku.Apa gunanya kau melihat sementara dia sudah tidak ada!!”pekik Luhan.

“Dia ada,dia ada di dalam matamu.”sahut Lay.

“Ini tidak mungkin!!.Semuanya terlalu cepat.Kenapa dia meninggalkanku.”ucap Luhan dalam tangisnya.

“Tenanglah hyung,kami akan mengantarkanmu ke tempat peristirahatan Baekhyun.”ucap Kai.

***

Luhan turun dari mobilnya,dan dia meminta agar teman-temannya tidak mengikutinya.

Saat Luhan sampai di sebuah nisan yang bertuliskan “BYUN BAEKHYUN” Luhan langsung tertunduk.

“Kenapa kau jahat sekali,Kau meninggalkanku sendiri sekarang.”ucap Luhan sambil menangis.

“Kau pergi meninggalkan ku untuk bertemu eomma dan appa,kau pasti sangat senang karena kau bisa melepas

rindumu.Sekarang apa gunanya aku hidup,kau sudah tidak ada di sampingku.Aku serasa hidup,tapi nyawaku pergi bersamamu.”Luhan terus bicara sambil mencoba menahan tangisnya.

Tiba-tiba udara di sekitar Luhan terasa berbeda,Angin berhembus kencang,hal ini sama seperti yang waktu itu dirasakan Luhan.Luhan menutup matanya, terasa jelas olehnya ada yang memegangi lengannya.Samar-samar Luhan mendengar suara bisikan tepat di telinganya.

“Hiduplah untukku hyung.”suara itulah yang terdengar oleh Luhan,dan Luhan tau itu adalah suara Baekhyun.

Tak lama angin kencang itu terasa menjauh,Luhan membuka matanya dan dia melihat Baekhyun yang perlahan melangkah menjauh sambil tersenyum kearahnya.Dan Baekhyun pergi seiring dengan hembusan angin.

***

Luhan tau permintaan terbesar Baekhyun adalah Luhan harus tetap hidup dan membiarkan Baekhyun menjadi matanya.Dan dengan menjalani hidupnya Luhan bisa mengenang Baekhyun.Kepergian Baekhyun meninggalkan kesedihan bagi Luhan,tapi walaupun tidak ada lagi dongsaeng yang bernama Baekhyun lagi bagi Luhan,tapi Baekhyun akan tetap menjadi memory terbesar Luhan.

 

END..

 

 gimana,mian kalau agak gaje dan alurnya kecepetan,miaan banget😀 kasih komentarnya ne😉

 

 

12 thoughts on “I See You From Heaven

  1. byunbaek berkata:

    daebak*lap ingus..
    thor ngena banget kata-kata baeknya,aku jadi kebawa sedih nangis bukan mainj deh,authornya daebak bikin ceritanya😀

  2. Shin Hyun Young berkata:

    Astaga aku nangis waktu baca scene yg Luhan liat videonya Baekhyun ㅠ_ㅠ

    keep writing author-nim~~
    hwaiting! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s