[ONE SHOOT] Before Sunset

181492_376643635780132_494700968_n

Before Sunset

Author :

·        Kimberly Sky

Main Cast :

·        Xi Luhan EXO

·        Byun Baekhyun EXO

Other Cast :

·        Choi Siwon

·        Choi Sooyoung

Genre :

·        Sad

·        Brothership

Anyeong Readers,,Kim datang bawa FF yang oneshoot.Ini pertama kalinya Kim buat FF oneshoot.Jadi silahkan di baca..

Jangan lupa setelah baca RCL ne ^_^

NO COPY

Author POV

Di sebuah rumah ditepi pantai,terlihat seorang namja yang sedang duduk di pasir putih mengiringi perginya senja.Menunggu menghilangnya matahari adalah hal yang tak pernah membuatnya bosan.

Baekhyun sering menghabiskan waktunya untuk berdiam diri di tepi pantai.Sambil sesekali mengingat masa kecilnya bersama hyungnya dulu.

Flash Back

13 Year Ago

Di bawah redupnya matahari,terlihat sepasang anak kecil yang bermain di tepi pantai.Mereka selalu menunggui terbenamnya matahari bersama-sama.Tapi siapa yang akan tahu bahwa senja itu adalah senja terakhir bagi Luhan untuk menemaninya adiknya untuk melihat terbenamnya matahari.

“Hyung akan pergi ke mana,tetaplah disini.Aku mohon jangan pergi.”sahut Baekhyun kecil sambil mengenggam erat baju hyungnya.

“Baekky-ya,hyung pergi hanya sebentar.Hyung pergi untuk kembali lagi,bukan untuk meninggalkanmu selamanya.”sahut Luhan sambil mengelus kepala adiknya pelan.

“Aku ingin ikut hyung dan eomma pergi.”sahut Baekhyun kecil yang mulai menangis.

“Chagi-ya,eomma dan hyungmu pergi hanya sebentar,Kalau kau juga pergi,lalu siapa yang akan menemani appamu di sini.Eommadan hyungmu pergi ke China karena ada urusan”sahut eommanya yang bernama Sooyoung lembut sambil tersenyum.

“Kalau Luhan hyung pergi,lalu siapa yang akan menemaniku melihat matahari terbenam??.”

“Kau cukup menunggu hyung saja,hyung janji hyung akan datang sebelum matahari terbenam.”sahut Luhan sambil memeluk Baekhyun kecil.

Flash End

***

Luhan dan Baekhyun adalah saudara yang sangat dekat.Mereka berdua terbilang sangat mirip,dan jarak usia mereka hanya berjarak 1 tahun.

Baekhyun adalah anak yang periang dan aktif berbeda dengan Luhan,Luhan selalu sakit-sakitan dan terbilang tertutup,termasuk dengan Baekhyun.Luhan tidak pernah mau menceritakan semua masalahnya dengan Baekhyun.Luhan selalu menyembunyikannya dengan senyum.Luhan tidak mau membuat Baekhyun sedih.

Sampai penyakit yang di deritanyapun Baekhyun tidak mengehtahuinya.Luhan menderita penyakit Leukimia sejak ia berusia 3 tahun.Dan hal itu membuat tuan Choi sangat kawatir.Hingga dia dan istrinya berniat untuk mengirim Luhan ke China untuk pengobatan.Dan hal itulah yang membuat Luhan dan Baekhyun terpisah.

Luhan dan eommanya pergi ke China sejak Baekhyun berusia 4 tahun dan sampai sekarang Baekhyun sudah berumur 17 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMA.Dan saat itulah dia tidak pernah bertemu dengan Luhan lagi.Mereka tidak pernah berkomunikasi lagi.Namun satu hal yang masih di ingat Baekhyun “Kauc ukup menunggu hyung saja,hyung janji hyung akan datang sebelum matahari terbenam.”  Dan janji itulah yang masih diingat Baekhyun,janji Luhan agar Luhan datang.

***

Author POV

Baekhyun sedang bersiap-siap pergi ke sekolahnya,namun dia melihat pintu kamar tuan Choi terbukak,dan reflek Baekhyun berjalan ke kamar appanya.

“Appa mau kemana.?? Kenapa pagi-pagi seperti ini sudah rapi.?”

“Hari ini appa ada rapat dengan rekan bisnis appa di Mokpo.”sahut tuan Choi sambil berjalan menunju meja kerjanya.

“Jadi aku sendirian di rumah mala mini..??”

“Ne kira-kira appa akan pulang sekitar 2 hari lagi.Kau tidak apa-apa di rumah sendirian kan.”

“Baiklah.”sahut Baekhyun singkat.

Baekhyun lalu berjalan ke bagasi dan melajukan mobilnya untuk pergi ke sekolah.

***

In China

Luhan terlihat tengah sibuk mengemasi barang-barangnya.Karena ini adalah hari kepindahannya menuju Korea.Usai mengemasi semua barang-barangnya,Luhan langsung mengeluarkan rubiknya sambil merebahkan tubuhnya ke sofa.

Sesekali Luhan tertawa kecil melihat tingkah eommanya yang berjalan bolak-balik mencari barang-barangnya.

“Xiao Lu apakau melihat tas kulit eomma yang berwarna merah??.”sahut nyonya Choi dari dalam kamarnya.Namun tidak ada respon dari Luhan.

“Xiao Lu apakau melihat tas eomma?”sahut nyonya Choi sekali lagi,namun masih tidak ada jawaban dari Luhan,nyonya Choi lalu berjalan kesal kearah Luhan.

“Xi Luhan,apakau mendengarkan eomma ??!!”sahut nyonya Choi dengan nada yang agak keras,dan barulah Luhan menoleh.

“Ne eomma,tapi aku tidak tau di mana letak tas itu.”

“Baiklah.”sahut nyonya Choi,kemudian berbalik lagi menatap Luhan.

“Apakau sudah memasukkan kotak obatmu ke dalam koper??”

“Sudah eomma.”sahut Luhan sambil terus memainkan rubiknya.

Dan kini Luhan hanya menunggu kapan waktu keberangkatannya ke Korea.

***

Sekitar pukul 08.23 Luhan dan eommanya sudah sampai di Korea.Luhan dan eommanya memutuskan untuk menyewa penginapan.Dan Luhan besok baru mulai sekolah,nyonya Choi sudah mempersiapkan kepindahan Luhan drai jauh-jauh hari.

Nyonya Choi berniat untuk mencari tempat tinggal suami dan anaknya yaitu Baekhyun.Namun karena ia terlalu lelah,ia memutuskan untuk mencarinya besok usai menunjukkan Luhan jalan menuju sekolah barunya.

***

Author POV

“Luhan ayo bangun,cepat bersiap-siap eomma akan mengantarkanmu ke sekolah barumu.”

“Aku mohon sebentar lagi eomma.”sahut Luhan sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

“YA Luhan inisudah jam berapa,kau harus bersiap-siap.”ucap nyonya Choi sambil menarik selimut Luhan…

Selesai Luhan bersiap-siap,dia langsung berjalan menuju bagasi mobil karena eommanya sudah menunggu.

“Apakau sudah meminum obatmu??”Tanya nyonya Choi pelan.

“Sudah eomma.”

“Apakau sudah memasukkannya ke dalam kantongmu.”

“Sudah.”sahutLuhan,memang sejak tinggal di China Luhan selalu membawa obatnya ke mana-mana.

***

Luhan sudah sampai di sekolah barunya,nyonya Choi menyekolahkan Luhan di Inha Senior High School.Dan usai mengantar Luhan,nyonya Choi langsung bergegas ke rumahnya dulu.

Saat nyonya Choi sampai di sana,nyonya Choi selalu bertanya-tanya,apakah suaminya dan Baekhyun masih tinggal di sana atau tidak.Melihat keadaan rumah yang begitu sepi.

“Semoga mereka masih tinggal di sana.”gunam nyonya Choi pelan sambil berjalan kearah rumah yang besar itu.

“Anyeonghaseyo.”sahut nyonya Choi pelan sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah itu.Namun tak ada jawaban sama sekali.

“Aku sudah menduganya.”nyonya Choi bergunam sedih sambil berjalan menuju mobilnya.

***

Author POV

Luhan berjalanbegitu tergesah-gesah karena dia merasa sudah saatnya pelajaran di mulai.Saat ini Luhan duduk di kelas 2 SMA,dia mengambil waktu untuk pemulihan selama 1tahun.Akibat tergesah-gesah,Luhan sampai menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

BRUKK…sontak Luhan dan namja itu jatuh secara bersamaan.

“Ah,mianhae aku tidak sengaja.”sahut namja itu sambil membantu Luhan berdiri.

“Bu,bukan salahmu,aku yang seharusnya meminta maaf.”sahut Luhan tersenyum ramah.

“Baiklah..aku pergi dulu.”potong Luhan dan mulai melanjutkan langkahnya.

Namun namja yangdi tabrak Luhan tadi melihat sekotak obat yang terjatuh di lantai.Luhan tidak menyadari bahwa dia sudah menjatuhkan obatnya saat bertabrakan tadi.

“Aghasi,apa ini punya mu??”Tanya namja itu sambil mengangkat kotak obat yang dipegangnya.Sontak Luhan berbalik dan menyadari bahwa itu memang miliknya.

“Xie-xie ini memang milikku.”ucap Luhan sambil berlari kecil kearah namja itu.

“Kau orang China??”

“Ne,aku siswa pindahan.”Luhan tersenyum pelan.

“Lalu kenapa kau fasih bahasa Korea.”Tanya namja itu keheranan.

“Eommaku yang mengajariku.”jawab Luhan kemudian berlalu.

***

Author POV

“Luhan silahkan masuk.”sahut Im seosangnim.

“Ne.”jawab Luhan pelan.

Namun belum sempat Luhan memperkenalkan dirinya,namja yang tadi bertabrakan dengan Luhan datang.

“Anyeongseosangnim,mian aku terlambat.”

“Baekhyun,kenapa kau bisa terlambat.”

“Tadi macet.”

“Baiklah aku memaafkanmu,sekarang silahkan duduk.Dan Luhan silahkan lanjutkan.”

“Ne anyeonghaseyo,naneun Luhan imnida.Aku murid pindahan dari China,salam kenal.”

“Baiklah Luhan,sekarang kau boleh duduk di kursi kosong tepat di depan Baekhyun.

“Ne.”

Saat Luhan menuju bangkunya,Baekhyun hanya bias memerjapkan matanya berkali-kali.Karena nama namja yang duduk di depannya kini sama dengan nama hyungnya.Dan bukankah hyungnya juga berada di China.Dan sekilah bayangan hyung nya terlihat jelas,walaupun Baekhyun tidak mengehtahui bagaimana wajah hyungnya sekarang.Danitu membuatnya sangat sedih…

***

Saat jam istirahat,Luhan memutuskan untuk tidak keluar.Dan Baekhyun juga lebih senang berada dikelasnya.

“Kita bertemu lagi.”ucap Luhan sambil tersenyum.

“Ne.”jawab Baekhyun sambil membalas senyum Luhan.

“Aku lupa tadi siapa namamu.”

“Baekhyun,namaku Baekhyun.”sahut Baekhyun.Dan sontak Luhan kaget.

“Ba,Baek,namamu Baekhyun.”sahut Luhan memastikan,namun Baekhyun hanya mengangguk enteng.

“Memangnya kenapa??”

“Tidak apa-apa.”

“Kenapa kau membawa obat ke sekolah.”ucap Baekhyun.

“Hanya untuk berjaga-jaga saja.”Baekhyun lalu mengengguk mengerti.

Tak lama bel siap istirahat pun berbunyi,dan para murid pun duduk di tempat masing-masing.

“Nah anak-anak,sekarang saatnya untuk mengumpulkan tugas,kalian harus membacakannya ke kelas satu-persatu.”ucap Hwang seosangnim.

“Tugas apa??”Tanya Luhan pada Baekhyun.

“Itu menceritakan kisah yang kita anggap paling menyedihkan.”jelas Baekhyun pelan,dan Luhan hanya mengangguk mengerti.

Dan kini tiba giliran Baekhyun untuk membacakan ceritanya.

“Tentang apa kisahmu Baekhyun.”Tanya Hwang seosangnim.

“Tentang masa kecilku.”jawab Baekhyun enteng.

“Baiklah.”

“Menunggu berakhirnya senja adalah hal yang paling menyenangkan bagiku.Aku selalu duduk di tepi pantai bersama hyungku menunggu terbenamnya matahari.Tapi itu tak berlangsung lama,Sekarang hanya aku saja yang menunggu terbenamnya matahari.”saat itu suasana mulai hening,semua mata tertuju pada Baekhyun,termasuk Luhan.Seakan-akan sebuah kisah masa lalu terlintas dipikirannya.

“Itu karena hyungku yang pindah ke China.Mungkin bagi sebagian orang itu hal yang biasa,tapi bagiku itu tak mudah.Sulit bagiku untuk membiarkan hyungku pergi,karena aku sangat menyayanginya.Saat itu aku masih sangat kecil jadi aku belum bisa melakukan apa-apa.Tapi yang jelas saat ini aku sangat merindukannya.”seketika bulir-bulir air mata membasahi pipi Baekhyun.Luhan yang menyadari sesuatu hanya bisa menatap Baekhyun sendu.

“Baekhyun jika ada kesempatan,apa yang ingin kau sampaikan padanya??.”Tanya Hwang Seosangnim.

“Aku hanya ingin bilang,hyung di mana kau sekarang.apa kau tidak mengingat ku lagi?? Meskipun aku sudah tidak pernah bertemu denganmu lagi,dan sampai sekarangpun aku tidak pernah melihat wajahmu.Tapi aku mohon kembalilah,apakau sudah melupakan janjimu??.Asalkau tau aku masih menunggumu.Bahkan sampai sekarang.”Sahut Baekhyun sambil kembali ke bangkunya.Sesekali Baekhyun menghapus air matanya dan matanya mulai memerah.

“Baekky-ya,gwenchana.”Tanya Luhan spontan.Sontak Baekhyun tercengang.

“Ne.”sahut Baekhyun sambil tersenyum.Dan saat itulah Luhan menyadari bahwa Baekhyun adalah adiknya.

***

Author POV

Siang itu sepulang sekolah,Luhan langsung mencari eommanya.

“Eomma,bagaimana??”Tanya Luhan tiba-tiba,namun nyonya Choi hanya menggeleng pelan.

“Sore nanti antar aku ke sana.”

“Untuk apa??”Tanya nyonya Choi heran.

“Eomma lihat saja.”

Dan sore itu juga,Luhan dan eommanya langsung bergegas menuju tempat tinggalnya dulu.Saat mereka tiba di sana,Luhan melihat seorang namja yang sedang duduk sambil menatap kearah pantai di saat redupnya cahaya matahari.Dan Luhan yakin bahwa itu adalah adiknya.

“Baekhyun.”panggil nyonya Choi pelan.Sadar ada yang memanggil namanya,Baekhyunpun langsung menoleh.Dan seketika sebuah senyuman menghiasi wajahnya.

“Eomma.”sahut Baekhyun sambil memeluk nyonya Choi.

“Eomma boghosipoeo.”lanjut Baekhyun dan mulai menangis.

“Mianhae chagi-yakarena eomma sudah meninggalkanmu terlalu lama.”

“Ternayat kau masih mengingat janjiku.”ucap Luhan.Baekhyun terbelalak kaget saat mengehtahui bahwa Luhan adalah hyungnya.

“Hyung !!”sahut Baekhyun yang masih tidak percaya.

“Ternyata Baekhyun kecil sudah berubah.”ucap Luhan sambil memeluk tubuh adiknya itu.

“Aku merindukanmu hyung,aku sagat merindukanmu.”isak Baekhyun.

“Bukan hanyakau,tapi hyung lebih merindukanmu Baekky-ya.”sahut Luhan sambil mengacak rambut Baekhyun.

“Dimana appamu??”Tanya nyonya Choi sambil melihat ke sekitar rumahnya.

“Appa ada rapat di Mokpo untuk beberapa hari ini.Jadi aku sendirian di rumah.”jelas Baekhyun panjang lebar.

“Yasudah,eomma ingin masuk dulu.”sahut nyonya Choi kemudian berlalu.

Walaupun dulunya mereka sangat dekat,namun berbeda dengan sekarang.Mereka agak merasa canggung satu sama lain.

Sejenak Baekhyun tertunduk.

“Kenapa baru sekarang hyung datang,apa hyung tau aku selalu menunggumu sebelum terbenamny amatahari.”sahut Baekhyun pelan.

Luhan lalu mengalihkan pandangannya menatap langit sendu.

“Hyung selalu berharap supaya bisa cepat pulang,tapi waktu itu eomma ada urusan yang belum diselesaikan.”jelas Luhan sambil merangkul Baekhyun.

“Dan kenapa kau masih mau menungguku.”sambung Luhan.

“Karena aku yakin hyung aku pulang,entah sampai kapan,tapi aku harus tetap menunggumu.Sampai penantianku itu berakhir.Dan sekarang hyungku yang dulu benar-benar sudah pulang.Aku mohon jangan pergi lagi.”sahut Baekhyun dengan nada sedih.

“Hyung janji padamu,hyung tidak akan pergi lagi.”

Namun Baekhyun terbelalak kaget saat melihat darah yang keluar dari hidung Luhan.

“Hyung !!.”sahut Baekhyun dengan nada cemas.Luhan langsung berlari masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Baekhyun.

“Eomma di mana obatku??”Tanya Luhan sambil membersihkan darahnya di westafel.

“Ada di..”sontak nyonya Choi terkejut dan menghampiri Luhan.

“OMMO kenapa bisa seperti ini lagi??”sahut nyonya Choi panic sambil mengambilkan obat Luhan di mobilnya.

“Hyung gwenchana.”Tanya Baekhyun cemas.

“Aku tidak apa-apa.”sahut Luhan singkat.

“Ini obatmu.”sahut eomma Luhan.

“Hyung itu obat apa??”Tanya Baekhyun heran.

Namun Luhan tidak menjawabnya.

“Itu obat..”

Tak lama tuan Choi datang dari Mokpo.

“Sooyoungi.”sahut tuan Choi melihat istrinya.Reflek Luhan,nyonya Choi,dan Baekhyun menatap kearah tuan Choi secara bersamaan.Akhirnya istri dan anaknya yang sudah lama dinantikannya itu pulang.Terlihat jelas sebuah senyuman di wajah tuan Choi.

Mereka lalu duduk bersama-sama sambil melepas rindu.Namun Baekhyun masih menatap tajam kearah Luhan karena Luhan tidak menjawab pertanyaannya.

“Hyung apa kau sakit?? Sebenarnya ada apa denganmu??”Tanya Baekhyun mendesak.

“Aku tidak apa-apa.”sahut Luhan singkat.

“Jangan bohong.”ucap Baekhyun kesal.Lalu tuan dan nyonya Choi saling bertatapan dan inilah saatnya untuk Baekhyun mengehtahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Baekhyun sebenarnya ada yang ingin kami beritahukan kepadamu.”sahut tuan Choi pelan.

“Apa.”Tanya Baekhyun,dan Luhan mulai cemas.

“Sebenarnya eomma dan hyungmu pergi ke China adalah untuk pengobatan yang sedang di jalani hyungmu.”ucap nyonya Choi.

“Memangnya Luhan hyung kenapa??”

“Hyungmu menderita penyakit Leukimia sejak ia berusia 3 tahun,Dokter bilang jika Luhan tidak menjalani pengobatan,maka hidup Luhan akan terancam.”jelas tuan Choi

Mendengar penjelasanitu,Baekhyun langsung marah.

“Mengapa kalian menyembunyikan hal ini dariku.”sahut Baekhyun sambil berteriak.

“Baekhyun bukankah kau sudah berjanji pada appa jika kau marah kau tidak akan membentak lagi.”sahut tuan Choi.

“Tapi kalian benar-benar keterlaluan.”

“Maafkan kami,tapi saat itu kau masih terlalu kecil dan tidak mengehtahui apa-apa chagi-ya,jadi eomma dan appa belum bisa memberitahumu.”jelas nyonya Choi mencoba menenangkan Baekhyun.

“Aku benci ini semua.”ucap Baekhyun sambil membanting pintu kamarnya.

“Sudah kuduga akan jadi seperti ini.”sahut Luhan yang mulai lemas.

***

Author POV

Hingga keesokan harinya Baekhyun masih belum mau bicara pada Luhan ataupun eomma dan appanya.Dan Baekhyun memutuskan untuk berangkat ke sekolahnya pagi-pagi sekali.

“Xiao Lu ayo bangun,cepat mandi nanti kau terlambat.”sahut nyonya Choi dari balik pintu kamar Luhan,dan kemudian beralih ke kamar Baekhyun.

“Baekhyun chagi-ya ayo bangun.Eomma sudah menyiapkan sarapan.”ucap nyonya Choi lembut,namun tidak ada jawaban.Saat nyonya Choi mencoba membuka pintu,Baekhyun sudah tidak ada dikamarnya.

Lalu nyonya Choi mencoba bertanya pada Luhan.

“Xiao Lu,apa kau melihat Baekhyun??”Tanya nyonya Choi yang masih mencari Baekhyun di setiap ruangan.

“Anhi.”jawab Luhan singkat.

“Coba lihat mobilnya di bagasi.”saran tuan Choi.

“Mobilnya sudah tidak ada.”jawab Luhan.

“Berarti dia sudah pergi,dan Luhan cepatlah habiskan sarapanmu.”jelas tuan Choi.

Usai sarapan,Luhan lalu bergegas pergi dengan motornya.Berbeda dengan Baekhyun,Luhan lebih suka mengendarai motornya.

***

Baekhyun benar-benar marah pada Luhan,hingga di sekolahpun dia tidak mau menyapa hyungnya itu.

“Baekhyun apa kau masih marah padaku??”Tanya Luhan hati-hati.

“Hyung pikir saja sendiri.”jawab Baekhyun ketus.

“Aku minta maaf karena aku sudah membohongimu.”sesal Luhan.

“Tidak semudah itu Luhan-ssi.”Baekhyun agak menekankan pada kata itu.

“YA kenapa kau seperti itu.”sahut Luhan kesal,namun Baekhyun sama sekali tidak meresponnya.

Luhan merasa bosan karena setiap perkataannya sama sekali tidak di sahut oleh Baekhyun.Luhan memutuskan untuk merebahkan kepalanya di atas meja dan menutup matanya sejenak.

Luhan hanya diam melihat sikap dingin Baekhyun padanya.Hingga sampai di rumahpun mereka tak saling bicara…

***

Author POV

Dari balik jendela kamarnya,Luhan melihat Baekhyun yang duduk di tepi pantai.Menunggu terbenamnya matahari.Saat Luhan mencoba mendekat,Baekhyun langsung berdiri,saat Baekhyun mencoba pergi,Luhan langsung menahannya.

“Seberapa besar salahku,sehingga kau bersikap seperti ini??”Tanya Luhan sambil memegangi lengan Baekhyun.

“Hyung tidak tau bagaimana perasaanku,bisa-bisanya hyung menyembunyikan hal yang serius seperti itu dariku.Sejak dulu hyung memang tidak pernah menganggapku,Aku selalu menceritakan tentang hari-hariku padamu.Tetapi kenapa kau tidak mau terbuka sedikit saja padaku.”

“Maafkan aku.”sahut Luhan sambil tertunduk.

“Hanya kata itu yang keluar dari mulutmu,apa hanya itu??!!”ucap Baekhyun dengan nada membentak.Namun Luhan hanya terpaku.

“Kenapa hyung jadi seperti ini,sekarang aku merasa hyung bukan hyungku yang dulu.Kenapa kau tidak pernah mau terbuka padaku !!.”bentak Baekhyun kesal.

“Karena aku tidak mau membuatmu sedih !!”Luhan balik membentak,dan kata-kata itu membuat Baekhyun terdiam.

“Tapi aku malah sedih lagi jika aku tidak mengehtahui apa yang telah terjadi padamu.”sahut Baekhyun pelan.

“Jangan takut,sekarang aku sudah sembuh,aku sudah tidak apa-apa.”Luhan mencoba meyakinkan Baekhyun.

“Jika benar hyung sudah sembuh,aku ingin melihat hyung tidak membawa kotak obat itu lagi besok.”sahut Baekhyun.

Luhan terdiam sejenak.

“Baiklah,mulai besok aku tidak akan membawa benda ini lagi.”

***

Keesokan harinya Luhanpun tidak membawa obatnya,memakannyapun Luhan tidak sempat.Baekhyunpun menjadi senang,dan hubungan Luhan dan Baekhyun mulai membaik…

Namun wajah Luhan lama-kelamaan mulai memucat .Sudah 3 hari Luhan tidak memakan obat itu lagi.

***

Author POV

Saat itu adalah hari libur,Baekhyun berniat untuk mengajak hyungnya berkeliling sebentar.Saat Baekhyun mencoba masuk ke kamar Luhan,Baekhyun sudah melihat tubuh Luhan yang tergeletak dengan darah yang bercucuran di hidungnya.Sontak Baekhyun langsung memanggil eomma dan appanya.Dan Luhan segera di bawa ke rumah sakit.

Saat itu nyonya Choi benar-benar cemas,karena dia tidak mengehtahui apa yang terjadi pada Luhan.Dokter yang memeriksa keadaan Luhan segera keluar dari kamar Luhan,nyonya Choi dan tuan Choi langsung bertanya apa yang telah terjadi pada Luhan.

“Dokter bagaimana keadaannya??”Tanya tuan Choi mendesak.Baekhyun masih menatap kosong kearah Luhan dari balik pintu kaca kamarnya.

“Sulit untuk dijelaskan,keadaannya memburuk dan detak jantungnya melemah.”jelas dokter Yang itu pasrah.

“Apa yang terjadi padanya??”nyonya Choi mulai panic.

“Hal ini dikarenakan Luhan tidak pernah lagi meminum obatnya,dank arena itu tipis kemungkinan Luhan bisa hidup.”

Mendengar penjelasan dari dokter Yang,sontak Baekhyun terkejut.Ternyata Luhan belum benar-benar sembuh.Dan karena dialah Luhan tidak memakan obatnya.

“Apa!!”sahut nyonya Choi sambil menangis histeris.

“Aku mohon,bantu dia sembuh.Apapun akan ku berikan asalkan kau bisa menyelamatkannya.”sahut tuan Choi yang pikirannya mulai kacau.

“Itu sangat sulit,sekarang kita hanya bisa menunggu kapan dia akan sadar.”sahut dokter Yang dan mulai berlalu.

Baekhyun terduduk di lantai,entah apa yang menyerangnya sehingga membuat dadanya kini terasa begitu sesak.

***

Tak beberapa hari setelah itu akhirnya Luhan sadar,matanya sayu dan suaranya begitu serak.Sontak Baekhyun langsung berdiri di samping tempat tidur Luhan.

“Hyung,hyung mianhae.Maafkan aku yang bodoh ini,karena aku sudah membuatmu seperti ini.Harusnya aku tau kalau hyung masih sakit.”sahut Baekhyun sambil menatap Luhan sendu.

“Paboya jangan menyalahkan dirimu sendiri,hyung yang salah karena hyung selalu membohongimu.”

“Hyung kalau kau ingin marah,marah saja.Keluarkan semua yang menganjal di hatimu.”

“Hyung bahagia dengan keadaan ini.”

“Hyung aku mohon jangan pergi,jebal aku masih menginginkan hyung untuk menemaniku.”

“Kau pikir hyungakan pergi,hyung tidak akan meninggalkanmu Baekky-ya.Kau..kau cukup menuggu hyung.Hyung pasti akan datang sebelum matahari terbenam.”sahut Luhan dengan nada suara yang mulai melemah.

“Aku tidak akan menunggu hyung lagi karena mulai sekarang aku tak akan membiarkan hyung pergi.”sahut Baekhyun sambil menggenggam tangan Luhan.

“Hyung pergi hanya sebentar,tunggulah hyung sampai datang.”

“Pokoknya hyung jangan pergi,tunggu disini aku akan mengambilkan obat hyung supaya hyung tidak sakit lagi.”ucap Baekhyun sambil keluar dari kamar Luhan.

Dan tuan Choi juga ikut keluar melihat apa yang di lakukan Baekhyun.

Kini hanya tinggal Luhan dan nyonya Choi yang ada di ruangan itu,nyonya Choi membelai rambut anaknya itu pelan.

“Eomma..tolong jaga Baekhyun,aku menyayanginya dan sampaikan ucapan maafku karena aku selalu membohonginya.”

“Xiao Lu,dia pasti memaafkanmu.Karena dia sangat menyayangimu.”

“Baiklah eomma,aku istirahat sebentar.Aku menyayangi kalian semua.”ucap Luhan kemudian terlelap.

Dan sebuah pekikan keluar dari mulut nyonya Choi.

Dan saat Baekhyun kembali,dia melihat tubuh hyungnya yang terbujut kaku.Langkahnya serasa berat,dan air matanya begitu deras keluar.Dengan langkah gontai dia mendekati tubuh Luhan.

“Hyung,hyung bangun aku sudah membawakan obatmu,aku mohon jangan pergi.Kalau hyung pergi,siapa yang akan menemaniku melihat matahari terbenam.”pekik Baekhyun,namun tak ada jawaban dari Luhan.

“Hyung bangun !!Luhan hyung kenapa kau diam seperti ini.Jawab aku HYUNG !!”Baekhyun mencoba berteriak sekeras mungkin.

“Baekhyun,sekarang Luhan sudah tenang.Biarkan dia pergi.”ucap tuan Choi sambil mencoba menenangkan Baekhyun.

“Mungkin dia akan lebih senang di keabadian,karena dia tidak akan merasakan sakit lagi.”sahut nyonya Choi pasrah.

Baekhyun hanya menatap sendu kearah Luhan yang sudah tidak bernyawa itu.Tak lama para suster perlahan membuka berbagai alat medis yang ada di tubuh Luhan.Dan sekarang hanya penyesalan yang di rasakan Baekhyun.

***

Author POV

Beberapa hari setelah pemakaman Luhan,Baekhyun menjadi pendiam dan pemurung.Dimana dia dudukdan di situlah dia selalu termenung.

Setelah Luhan meninggalpun Baekhyun masih tetap duduk di tepi pantai,sambil terus berharap hyungnya datang sebelum senja.

Dan saat itulah Baekhyun tau,setiap dia berkata “hyung jangan pergi,kalau hyung pergi siapa yang akan menemaniku melihat matahari terbenam.” Dan Luhan akan selalu menjawab “kau cukup tunggu hyung,hyung janji hyung akan datang sebelum matahari terbenam.” Luhan berkata seperti itu karena dia ingin menemani Baekhyun melihat matahari terbenam,dan maka dari itulah Luhan selalu berkata dia akan datang sebelum matahari terbenam.

END..

38 thoughts on “[ONE SHOOT] Before Sunset

  1. Gladis veronica berkata:

    Thor ffnya ngena banget,meski pertemuan mereka singkat tapi mendalam banget,jadi sedih nih T_T

  2. lee michiko berkata:

    Anyeong thor aku reader baru di sini,susah. Bgt nyyari ff exo yang sad ending,eh akhirnya nemu d sini..xD
    Sumpah nih ff ngena banget,anmpe mewek bacanya.sukses terus deh bwt authornya🙂

  3. Gladis berkata:

    Kim eon nulis epep nya bagus bgt..aku suka bermakna bgt gitu*jiahh
    eon lanjutin bwt epep yang sad ending kyk gni donk😀
    4 jempol untuk eon deh🙂

  4. Marsya anindita berkata:

    Wah nangis nih bacanya*mewek dpan baeky
    author nya daebak nih,ff nya lebih dari bagusss#muncrat🙂

  5. Hwang Shin Young berkata:

    Anyeonghasseo…….
    Daebakkkk thor..
    TT_TT mewek aku bacanya
    Kta”nya terlalu mendalam….
    Nemu ff ni bru sekarang…nyesel aku bru nemuin sekarang,tp yg penting bca ff ni
    #nangis d depan BaekHan

  6. shin hye won berkata:

    Bca nie ff d tmnin lg’x Celine Dion My Hearth Will Go On jd srasa gmn gt…pairing’x biasku smua.
    Sbnar’x aq g ska DC,tp ea aq ttp bca soal’x lg pengin nangis…

    Aq tu klo bca ff yg g sdh menyayat hati g bkln nangis.Tp author sukses bwat aq nangis..Gomawo author ff’x bgs pk bgt

  7. exotickanc berkata:

    FFnya bagus
    siapa sih authornya? ko bagus gini😀
    Daebak deh pokoknya.. kata2 terakhir dari ff ini nyentuh bgt~~ T^T
    daebak deh pokoknya ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s