Hold My Hand

Untitled-3 copy

Author :
• Kimberly Sky
Main Cast :
• Byun baekhyun EXO
• Xi Luhan EXO
• Oh Sehun EXO
Other Cast :
• Kim Minseok /Xiumin EXO
• Zhang Yi Xing Lay EXO
• Kim Jong In / Kai EXO
Genre : Sad,Brothership

Author POV
Luhan dan Baekhyun,adalah dua orang saudara kembar yang sangat mirip.Meski begitu,namun secara fisik mereka sangat berbeda.Luhan,adalah seorang namja dengan keterbelakangan mental.Luhan bisa di bilang mempunyai dunianya sendiri,dan sangat menghindari orang banyak.Sedangkan Baekhyun dia sangat berbeda dengan Luhan dan Baekhyun satu sekolah dengan Luhan.Dan Baekhyun telah di tugaskan untuk menjaga Luhan saat di sekolah karena Luhan sering di bully oleh teman-temannya.Hal itu;ah yang paling di benci Baekhyun,karena dia harus selalu bersama dengan Luhan dan akibatnya Baekhyun selalu di tertawakan oleh teman-temannya karena memiliki saudara yang tidak normal.
***
Pagi harinya Baekhyun bergegas akan menuju sekolahnya.
“Appa..Eomma aku pergi!”pamitnya.
“Tapi dimana Luhan?”tanya Tuan Choi.
“Molla.”Baekhyun mengangkat bahu.
“Luhan!! Apa kau masih di kamar,cepatlah Baekhyun akan pergi.”teriak nyonya Choi dari lantai bawah.
“YA! Ppali!! Kita akan terlambat!.”teriak Baekhyun kesal.Tak lama Luhan datang setengah berlari,dia berdiri di samping Baekhyun sambil membenarkan kacamatnya.
“Kenapa kau lama sekali?”tanya Baekhyun.
“Ini..tadi hilang.”ucap Luhan pelan sambil memperlihatkan dua mainan kecil yang ada di tangannya.
“Mainan bodoh itu lagi,kenapa tidak kau buang saja.”Luhan menggeleng kuat.
“Baekhyun jaga ucapanmu.”sahut Tuan Choi memperingati.
“Sudahlah,sekarang cepat berangkat.”ucap NyonyaChoi,Baekhyun lalu berjalan menuju mobilnya diikuti Luhan di belakangnya.
Saat sampai di sekolah,Baekhyun lalu keluar dari mobilnya dan Luhan masih mengikutinya.
“Sudah berapa kali aku mengatakan ini padamu,jangan mengikutiku jaga jarak dengan ku.”bentak Baekhyun.
“Sekarang menjauhlah.”perintah Baekhyun,Luhan lalu mundur beberapa langkah.
“Sedikit lagi.”Luhan lalu mengikutinya.
“Bagus,ingatlah dari sekarang jarakmu berdiri denganku harus sejauh ini.Arra.”Luhan hanya mengangguk.Saat beberapa langkah Baekhyun berjalan,tiba-tiba ada 3 orang yang menghalaginya.
“Lihat iniada si kembar idiot yang berjalan bersama.”ucap Kyung yang adalah musuh Baekhyun.
“Siapa yang kau sebut si kembar idiot.”ucap Baekhyun singkat.
“Siapa lagi kalau bukan kau.”Baekhyun langsung naik darah,Baekhyun mencengkram kerah baju Kyung,namun kedua teman Kyung langsung memegangi Luhan yang berdiri tidak jauh dari sana.
“Jika kau memukuli Kyung,maka saudara mu ini akan kami pukuli.”ancam teman Kyung.
“Kau pikir aku peduli.”ucap Baekhyun.
BUUKK…dia lalu memukuli pipi Kyung begitu saja.Dan dua orang teman Kyung tadi juga akan memukuli Luhan,namun ada yang memegangi lengannya.
“Apa dia berbuat salah padamu.”ucap seorang namja,dan dia balik memukuli teman Kyung yang hampir memukuli Luhan tadi.
“Kenapa kau hanya acuh melihat Luhan akan di pukuli.”ucap Sehun pelan,sementara Kyung dan teman-temannya sudah pergi begitu saja.
“Itu bukanlah urusanku.”sahut Baekhyun singkat.
“Mwo,bukan urusanmu.”ucap Sehun kesal.
“Aku sedang tidak ingin berdebat.”ucap Baekhyun sambil berlalu pergi diikuti Kai di belakangnya.
“Gwenchana?”tanya Sehun pelan,Luhan hanya mengangguk.Sehun lalu bergegas kekelasnya meninggalkan Luhan di belakang.
“Baekhyun benci aku.”gunam Luhan pelan.
***
Saat jam istirahat Luhan duduk sendiri di atas atap gedung sekolahnya,dengan pintu yang terkunci.Itu semua adalah perbuatan Baekhyun,setiap jam istirahat dia akan membawa Luhan ke atap gedug sekolah dan menguncinya di sana.Dengan tujuan agar Luhan tidak akan pergi kemana-mana dan tidak akan ada yang mengganggu Luhan.Jadi Baekhyun tidak perlu turun tangan jika Luhan di ganggu.Dan saat bel masuk berbunyi barulah Baekhyun membukakan pintu untuk Luhan dan membawanya kekelas.Itulah yang selalu di lakukan Baekhyun.Sehun yang merupakan sepupu mereka pun sudah berkali-kali melarang Baekhyun untuk melakukan itu,namun Baekhyun sama sekali tidak mendengarkannya.
Luhan duduk sendiri sambil menatap langit sing itu,tak lama ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat.Dan Luhan mendengar suara ada yang membuka kunci pintu tempatnya.Luhan kira itu adalah Baekhyun,namun ternyata itu adalah teman satu kelasnya.
“Ah,ternyata di sini benar-benar sejuk.”ucap seorang namja sambil melangkah masuk diiringi satu orang temannya.Dia lalu terkejut saat Luhan yang duduk sendiri dengan raut wajah takut.
“Kau kenapa disini.”tanya namja itu sambil mendekat kearah Luhan,reflek Luhan langsung menutupi wajahnya karena Luhan takut namja-namja itu akan memukulinya.
“Ada seseorang yang mengunci mu disini?”tanya namja yang satunya lagi.
“Tenanglah,kami tidak akan memukulimu.Kita adalah teman.”ucap namja itu sambil mencoba menenangkan Luhan.
“Aku adalah Lay yang duduk di belakang Sehun,dan ini Xiumin yang duduk di dekat Baekhyun.Kau kenal kami kan.”tambahnya,Luhan mengangguk.
“Kenapa kau di sini sendiri,apa ada yang mengurungmu.”tanya Lay heran.
“Baekhyun nanti datang.”ucap Luhan gugup.
“Baekhyun,maksudmu Baekhyun yang menguncimu di sini.”tebak Xiumin,Luhan mengangguk.
“Mwo,kenapa dia melakukan ini?”tanya Lay lagi.
“Baekhyun bilang diam di sini.”jawabnya.
“Baekhyun benci aku.”tambahnya dengan nada sedih.
“Baekhyun tidak membencimu.”ucap Lay sambil tersenyum.
Xiumin lalu mengamati tiap sudut wajah Luhan,masih terlihat beberapa bekas luka memar di sana.
“Luhan apa Baekhyun tidak pernah melindungimu saat orang lain menyakitimu.”tanya Xiuin,Luhan hanya diam.
“Baekhyun benci aku.”lagi,kata itulah yang diucapkan Luhan.
“Kenapa kau tidak ikut saja dengan Baekhyun saat jam istirahat.”usul Lay.Luhan lalu meletakkan dua mainan kecil yang tadi di pegangnya ke lantai.Yang satu di letakkan di dekat kakinya,dan yang satunya lagi di letakkan agak jauh dari yang pertama tadi.
“Luhan…Baekhyun.”ucap Luhan sambil meletakkan mainannya itu secara bergantian.
“Kenapa begitu?”tanya Lay kebingungan.
“Aku harus jauh dari Baekhyun.”jawab Luhan pelan.
“Kau pasti sangat kesepian.”gunam Xiumin.Tak lama bel masuk berbunyi dan Baekhyun bergegas pergi ketempat Luhan,dan dia sudah melihat Lay dan Xiumin di sana.
“Kalian ingin menganggunya untuk memancingku,bukankah urusan kita sudah selesai.”sahut Baekhyun.
“Kami juga sudah malas berurusan dengan mu.”ucap Xiumin sambil berlalu dan dengan sengaja membenturkan pundaknya dengan pundak Baekhyun.
“Tumben kali ini wajahmu baik-baik saja.”Baekhyun tersenyum tipis.
“Mereka baik.”ucap Luhan pelan.
“Sudahlah,ayo cepat kekelas atau kau mau seharian di sini.”Luhan menggeleng,lalu mengikuti Baekhyun dari belakang.
Luhan masih berjalan pelan sambil terus mengikuti Baekhyun dari belakang.Namun ada seseorang yang menarik Luhan dan membawanya ketoilet.Sementara Baekhyun sama sekali tidak menyadari itu.
Baekhyun lalu masuk kekelasnya,namun saat dia menoleh ke belakang dia sudah tidak melihat Luhan lagi.
“Aish,sibodoh itu kemana perginya.”ucapnya geram.
“Sudahlah,nanti dia juga pasti akan kembali.”sahut Kai pelan,namun Sehun berlari keluar kelas begitu saja.
PWOOKK…pukulan Kyung mendarat di perut Luhan.Dia lalu membuka kacamata yang di pakai Luhan dan menginjaknya sampai pecah dan itu membuat penglihatan Luhan menjadi samar.
“Ini balasan karena kembaranmu itu sudah berani memukulku.Sekarang kau sangat terlihat sepertinya jadi aku bisa melampiaskan kemarahanku.”ucap Kyung.Dua teman Kyung memegangi lengan kiri dan kanan Luhan.
BUK..BUK..PWOK..Kyung memukuli perut Luhan berkali-kali dan yang terakhir dengan lutut kakinya.Luhan langsung roboh namun dia masih sadar.Kyung lalu melemparkansebuah kertas pada Luhan dan pergi begitu saja.Luhan lalu meraba-raba ke lantai untuk mencari kacamatanya.Tak lama Sehun datang dan kaget melihat keadaan Luhan yang penuh dengan darah.
“Luhan,waegure.”ucap Sehun cemas.Sehun lalu membantu mengambilkan kacamata Luhan yang pecah dan bingkainya sudah patah.
“Siapa yang melakukan ini padamu?”tanua Sehun panik,Luhan menggeleng.Sehun lalu melihat sebuah kertas yang terletak di dekat Luhan.
“Ini balasan karena perbuatanmu tadi.”isi kertas itu,dan Sehun langsung tau siapa itu.
“Si Brengsek itu.”ucap Sehun geram.
“Ada yang sakit?”tanya Sehun lagi,Luhan lalu memegangi perutnya.
“Perut..perut sakit.”ucap Luhan setengah terbatuk-batuk.
“Ayo berdiri,aku akan mengantarmu pulang.”sahut Sehun sambil membopong Luhan.
***
“Kenapa kau sampai tidak tau dengan apa yang terjadi dengan Luhan,kemana saja kau!!”bentak Tuan Choi marah pada Baekhyun.
“Tadi aku menemukan Luhan di toilet appanim.”ucap Sehun.
“Bukankah appa sudah menyuruhmu untuk menjaga Luhan,ikuti dia kemanapun dia pergi jangan biarkan dia sendiri.”sahut Tuan Choi.
“Aku juga punya kehidupan sendiri,aku tidak bisa selamanya mengawasinya.Aku bukanlah babysister,dia sudah besar.Setidaknya dia bisa menjaga dirinya sendiri.”ucap Baekhyun.
“Bukankah kau tau kalau Luhan itu..”Tuan Choi menggantung kalimatnya.
“Aku tau dia itu tidak normal,dia berbeda denganku.Dan karena dia aku selalu jadi bahan tertawaan teman-teman satu sekolahku.”teriak Baekhyun.
“Kau..”Tuan Choi lalu ingin menampar Baekhyun,namun Luhan langsung memegangi lengan appanya.
“Baekhyun tidak salah.”ucap Luhan sambil menggeleng.
“Luhan,tapi perkataan Baekhyun tadi cukup kasar.
“Baekhyun tidak salah,Luhan berbeda dengan Baekhyun.”ucap Luhan,Tuan Choi lalu tersenyum.
“Luhan memang berbeda dengan Baekhyun,Luhan itu anak yang baik.”sahut Tuan Choi.Baekhyun yang kesalpun lalu berjalan menuju kamarnya diikuti Nyonya Choi di belakangnya.
“Luhan kau pasti lelah.Ayo aku antar ke kamarmu.”ucap Sehun sambil memegangi lengan Luhan.
“Aku benar-benar tidak tahan lagi.Kenapa appa selalu memnyalahkanku atas apa yang terjadi pada Luhan.”erang Baekhyun kesal.
“Eomma mengerti bagaimana perasaanmu.”ucap Nyonya Choi pelan.
“Eomma aku mohon kirim saja Luhan ke China tempat Boa Eommoni.Biar aku bisa tenang.”pinta Baekhyun.”
Eomma sudah berkali-kali bilang pada appamu,tapi appamu tidak mengizinkannya.”
“Sampai kapan aku harus hidup seperti ini.”sahut Baekhyun,Nyonya Choi hanya mengusap kepala Baekhyun pelan.Luhan sedari tadi mendengar perkataan Baekhyun dan Eommanya karena kamar mereka yang bersebelahan.Sehun yang duduk di samping Luhan pun merasa kasihan pada Luhan.
“Luhan gwenchana?”
“Baekhyun benci aku.”entah sudah berapa kali kata itu diucapkan Luhan.
“Tidak,Baekhyun tidak membencimu.”ucap Sehun.
***
Pagi itu Baekhyun sudah selelsai bersiap-siap dan dia lalu keluar dari kamarnya,dan reflek dia langsung terkejut melihat Luhan yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
“Kau mengagetkan ku saja.Kenapa kau berdiri di sini.”ucap Baekhyun kesal.
“Berdiri di sini..kata eomma.”jawab Luhan.Baekhyun lalu memperhatikan kacamata Luhan yang di beri lem dan bingkainya yang di beri selotip.Baekhyun lalu mencopot kacamata itu dari wajah Luhan begitu saja.
“Kenapa kau memakai benda rongsokan ini.”ucap Baekhyun.
“Wajah..Baekhyun tidak jelas.”sahut Luhan.Baekhyun lalu memberikan kacamata itu lagi ketangan Luhan.
“Ayo berangkat,kalau kau lelet akan ku tinggal.”ancam Baekhyun.
***
Saat di sekolah,Sehun langsung masuk kekelas Kyung dan menyeret Kyung hingga tubuhnya membentur ke dinding.
PWOOKK..PWOOKK..BUUKK..
Sehun memukul Kyung berkali-kali dan menghempaskan tubuh Kyung kearah kursi tempat duduknya.
“YA..apa-apaaan ini.”bentak Kyung.
“Apa aku ada salah padamu.”tambahnya.
“Lalu apa Luhan ada salah padamu.”bentak Sehun.
BUKK.. Sehun memukul Kyung lagi.Sampai Kai harus turun tangan untuk menghentikannya.
“YA! Waegure.”tanya Kai sambil memegangi Sehun.
“Sekali lagi kau melakukan itu,awas kau !!”gertak Sehun.
“Ayolah,kita kekelas.Tenangkan dirimu.”ajak Kai sambil menyeret Sehun.
Saat di kelas,Baekhyun kaget melihat raut wajah Sehun yang emosi.
“Waegure?”tanya Baekhyun heran.
“Dia tadi memukuli Kyung.”jelas Kai.
“Apa karena hal kemarin.Ya..Sehun kenapa kau mau berkelahi demi si bodoh ini.”ucap Baekhyun.Sehun lalu mendekat kearah Baekhyun.
“Kalau iya,memangnya kenapa.Aku bukanlah dirimu yang lebih mementingkan reputasimu dari pada melindungi seseorang yang membutuhkan pertolonganmu.”ucap Sehun meninggikan nada bicaranya.
“Jangan sok menasehatiku.”Baekhyun lalu mencengkram kerah baju Sehun dan memukul pipi kiri Sehun.Akibatnya Sehun agak mundur dari posisinya yang sebelumnya.
“Kau ingin di tertawai satu sekolah karena si bodoh ini.Maaf saja aku tidak seperti itu.”ucap Baekhyun.
“Kau pikir dia seperti itu karena siapa.Ingatlah baik-baik.”dan Sehun balik memukul Baekhyun.
“Jaga ucapanmu.”ucap Baekhyun,reflek Kai langsung melerai dan memegangi Baekhyun.Xiumin yang juga melihat itupun memegangi Sehun.
“Lepaskan aku!.”bentak Sehun.
“Diamlah.”ucap Xiumin sambil menyeret Sehun keluar kelas.
“Jangan ikut campur.”bentak Sehun sambil berniat masuk lagi kekelas,namun Xiumin menahannya.
“Tenangkan dirimu dulu bodoh.”sahut Xiumin.Lay lalu datang dan berdiri di dekat Xiumin.
“Kenapa kau mau memeganginya.”ucap Lay.
“Aku tidak ingin satu kelas ribut karena mereka.”jawab Xiumin.
“Aku mendengar perkataanmu tadi,apa maksudmu Luhan seperti itu karena Baekhyun.”tebak Lay.
“Bukan urusanmu.”ucap Sehun datar
“Aku hanya ingin tau apa penyebabnya,dan aku bisa memberitahu eommaku.”jelas Lay.
“Apa hubungannya dengan eommamu.”
“Eommaku adalah seorang pskiater.”ucap Lay.
“Sebenarnya aku juga tidak terlalu tau,tapi kata eommaku dulu saat mereka masih kecil Luhan dan Baekhyun bertengkar kecil,sampai Luhan berlari kearaha tangga rumahnya dan Baekhyun tidak sengaja mendorongnya hingga Luhan jatuh dari tangga rumahnya.Dan beberapa kali kepala Luhan itu terbentur di anak tangga.Dokter yang menangangi Luhan bilang ada saraf di kepala Luhan yang terganggu dan menyebabkan Luhan seperti anak bodoh.”jelas Sehun panjang lebar,Lay dan Xiumin hanya mengangguk mengerti.
Saat sepulang seolah,Baekhyun yang sedang kesal dengan Luhan sengaja meninggalkan Luhan sendiri.Dan Luhan hanya berdiam sambil menunggu Baekhyun di gerbang sekolahnya.Sampai sekolah sepipun Luhan tetap di sana dan tidak pergi kemana-mana.
Kyung bersama dengan lima orang temannya melihat Luhan berdiri sendiri.Mereka lalu berniat membawa Luhan ke suatu tempat untuk memancing Baekhyun dan Sehun.
Kyung,Yangsob,Dongwo,Minhyuk,dan Eunki menyekap Luhan di gudang dekat sekolahnya.Mereka memukul Luhan secara bergantian.Melepas kacamatanya dan mengincaknya hingga pecah tidak berbentuk.
“Kau sama sekali tidak berguna.”ucap Kyung dan sekali menghantam perut Luhan.
“Appo..”rintih Luhan.Kyung dan teman-temannya hanya tertawa puas.Luhan meringis pelan merasakan sakit yang amat sangat di sudut bibirnya sampai ke perutnya.
“Bagaimana rasanya,sakitkan.”ucap Kyung lagi.
“Sekarang hubungi Baekhyun.”saran Dongwo.Kyung mengangguk.
“Yeoboseyo”ucap Baekhyun dari balik telepon.
“Baekhyun.”
“Kau,mau apa kau.”
“Kau tidak ingin saudara idiot mu ini berakhir di tangankukan.Kalau begitu kesinilah,selamatkan dia.Di gudang dekat sekolah.”
Beep..
“Brengsek!!!”bentak Baekhyun.Dia terdiam sejenak,sejujurnya dia tidak mau menyusul Luhan tapi dia teringat dengan perkataan Sehun.
“Aku bukanlah dirimu yang lebih mementingkan reputasimu dari pada melindungi seseorang yang membutuhkan pertolonganmu.”mengingat itu Baekhyun langsung bergegas dan melajukan mobilnya ketempat yang di katakan Kyung.
Tak beberapa lama Baekhyun datang dan Kyung menyadari itu.Yangsob dan Minhyuk sudah mengambil posisi di dekat pintu masuk.Begitu Baekhyun masuk dan..Tang..mereka memukuli leher Baekhyun secara bersamaan dengan balok kayu berukuran besar.
BRUKK.Baekhyun roboh sambil memegangi lehernya yang berdarah.Lalu Yangsob dan Minhyuk menendang tubuh Baekhyun berkali-kali secara bergantian.Dan akibatnya mulut Baekhyun mengeluarkan darah.
“Lihatlah seberapa bodohnya dirimu.Saudaramu sendiri di pukuli dan kau hanya diam saja.”bisik Kyung sambil memukul pipi kiri Luhan.
Tes..reflek Luhan meneteskan air matanya,dan itulahpertaman kalinya Baekhyun melihat Luhan menangis semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu.
“Aku akan melepaskanmu,dan cepatlah selamatkan saudaramu ini.”ucap Kyung sambil melepaskan ikatan Luhan.Namun Luhan hanya mematung sementara Yangsob dan Minhyuk masih senang menendang Baekhyun seperti bola kaki.
“Kau bilang kau tidak peduli dengan Luhankan,jadi aku pasti bebas melakukan apapun.”Kyung menyeringai.
“Sekarang mari kita lihat apa reaksimu saat aku melakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya.”ucap Kyung.
“Uhuk..uhukk…Luhan..lari.Cepat lari.”perintah Baekhyun dengan nada suara putus-putus.
“Diam saja.”bentak Minhyuksambil menginjak punggung Baekhyun.
“Argh..”erang Baekhyun.Kyung lalu meraih pipa besi yang ada di dekatnya.
“Lihat ini.”ucapnya pada Baekhyun lalu berjalan kearah Luhan.
PRANG…dia memukulkan pipa itu tepat di kepala bagian belakang Luhan.Baekhyun terbelalak kaget.
“ANDWE..!!!”teriak Baekhyun sekeras-kerasnya.Telinga Luhan menjadi kedap suara,samar-samar dia mendengar teriakan Baekhyun.
“Luhan!!.”teriak Baekhyu sambil menangis.
Luhan mulai teringat kata-kata yang di dengarnya.
“..Jangan mengikutiku!! Jaga jaraklah denganku!!”
“..Kau pikir aku peduli,itu bukan urusanku…”
“..Aku juga punya kehidupan sendiri..dia sudah besar,setidaknya dia bisa melindungi dirinya sendiri…”
“…Dia itu tidak normal,dia itu berbeda denganku…”
“..Baekhyun membenciku..”
Itulah kata demi kata yang diingat Luhan.Satu hal yang dia tau,Baekhyun sangat membencinya.Namun yang di lihat Luhan sekarang adalah Baekhyun yang menangis dan tergeletak lemas sambil melindunginya.
“..kau sama sekali tidak berguna..”
“…kesinilah..selamatkan dia..”
“..lihatlah seberapa bodohnya dirimu,saudaramu sendiri di pukuli dan kau hanya diam saja..”
“…cepatlah selamatkan saudaramu ini..”
“..Luhan..lari..”
“Andwe!! Luhan.”Baekhyun mencoba bangkit,dengan gontai dia mencoba berdiri tegak.Namun tatapannya masih tertuju pada Luhan yang sudah pucat.
“Kau masih bisa berdiri.”gunam Kyung sambil mencoba memukul Baekhyun.
BRUKK…Baekhyun menendang keras Kyung hingga tubuh Kyung menghantam kayu-kayu di sana.
BUKK..BUKK..PWOOKK..PRANG…Baekhyun memukuli wajah Kyung berkali-kali hingga Kyung tidak sadarkan diri.Baekhyun lalu meraih pipi besi yang tadi di pukulkan Kyung pada Luhan dan memukul perut Yangsob dan Minhyuk hingga mereka terjatuh kesakitan.Sementara Dongwo dan Eunki sudah kabur duluan.Baekhyun lalu berjalan kearah Luhan.
“Luhan,ireonna.”inilah pertama kalinya Baekhyun benar-benar mencemaskan Luhan.Baekhyun lalu mengangkat tubuh Luhan dan membawanya keluar dari sana.
***
Mereka berdua lalu sampai di depan pintu rumah dan Baekhyun mengetok-ngetok pintu rumahnya.
“Eomma..”ucap Baekhyun.
Klek..Nyonya Choi kaget saat melihat kedua anaknya dalam keadaan penuh darah di wajah mereka.
BRUKK..Baekhyun roboh tidak sadarkan diri dan dia terjatuh bersama tubuh Luhan.
Mereka lalu di bawa ke rumah sakit segera.Tuan dan Nyonya Choi duduk di dekat ruangan Luhan dan Baekhyun.
“Apa yang terjadi dengan mereka berdua.”ucap Nyonya Choi panik
“Tenanglah dulu,dokter sudah menangani mereka.”sahut Tuan Choi sambil merangkul istrinya.
Lama mereka menunggu,akhirnya seorang dokter keluar dari kamar Baekhyun dan Luhan.
“Dokter..”
“Mereka berdua mengalami pendarahan di kepala dan di leher.Untuk saat ini mereka masih belum sadarkan diri,tubuh meteka masih belum merespon obat yang di suntikan.Sekarang kalian bisa melihatnya.”jelas sang dokter sambil berlalu.
“Luhan,Baekhyun apa yang terjadi dengan kalian.”isak Nyonya Choi.
“Mereka pasti bisa cepat sada.”ucap Tuan Choi menenangkan.
***
2 Day’s Later
Tet..Tet…Teeet…Teeett…
“Andwe!! Khajima!!”
“Luhan.”ucap Baekhyun kaget,lalu mendekat.
“Kau,menjauhlah dariku.”jelas Luhan.
“Wae,aku bahkan sudah melupakan hal itu.”ucap Baekhyun.
“Gwenchana.”Luhan lalu tersenyum.
“Dulu aku selalu mengikutimu dan berjalan di belakangmu,tapi sekarang aku akan selangkah di depanmu dan mungkin Lebih jauh.”Luhan lalu berlari meninggalkan Baekhyun.
“Luhan..!!”teriak Baekhyun seraya bangun dari tidurnya.
“Baekhyun.”sahut Nyonya Choi sambil mendekat kearah Baekhyun.
“Eomma.”Nyonya Choi lalu memeluk Baekhyun.
“Eomma senang kau sudah sembuh.Dokter bilang kau sudah boleh pulang.Kau akan baik-baik saja.”jelas Nyonya Choi.
“Jinjja.”Nyonya Choi mengangguk.
“Dimana Luhan?”tanya Baekhyun pelan.
“Kemarin Luhan sudah boleh pulang,mungkin sekarang dia sedang istirahat di rumah,jadi hanya appa dan eomma yang menemani mu di sini.”sahut Tuan Choi yang baru datang.
“Cepat pulihkan kondisimu,dan kita akan segera pulang.”ucap Nyonya Choi,Baekhyun hanya mengangguk.
***
Baekhyun berjalan menuju kamarnya dan dia meletakkan meletakkan barang-barangnya di dekat lemari.Baekhyun lalu merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.Dan tak lama Luhanpun ikut masuk kekamar Baekhyun dan melakukan hal yang sama dengan Baekhyun.
“Apa kau sudah sehat?”tanya Luhan pelan.
“Kau,kenapa kau berbeda.”ucap Baekhyun heran.
“Aku sudah sembuh,akibat benturan di kepalaku.”
“Jinjja.”ucap Baekhyun kaget,Luhan mengangguk.
“Kau dari mana saja,kenapa masih menggunakan seragam sekolah.”tanya Baekhyun.
“Dari gudang dekat sekolah.”jawab Luhan sambil pergi begitu saja.
Tak lama terdengar teriakan Nyonya Choi dari lantai bawah.
“Baekhyun,ayo makan eomma sudah menyiapkan makanan.”
“Ne.”Baekhyu bergegas keluar dari kamarnya lalu melirik kamar Luhan dan mendekat.
“Kau tidak makan?”tanya Baekhyun.
“Anhi,aku tidak mau makan.”jawab Luhan.
“Wae?”
“Karena saat kau masuk rumah sakit,appa memarahiku.”ucap Luhan,Baekhyun hanya mengangguk.Lalu berjalan menuju meja makan.
“Appa.”
“Eoh.”
“Apa saat aku masuk rumah sakit,appa memarahi Luhan?”tanya Baekhyun.
Reflek Tuan dan Nyonya Choi kaget.
“Maksudmu.”
“Tadi aku mengajaknya makan,tapi dia bilang dia tidak mau.Dia bilang appa memarahinya.”jelas Baekhyun.
“Tadi? Apa sekarang Luhan ada di kamarnya?”tanya Tuan Choi,Baekhyun mengangguk.
“Dia bahkan masih menggunakan seragam sekolahnya.”ucap Baekhyun,Tuan Choi hanya tersenyum tipis.
“Ya sudah,sekarang ayo makan.”ajak Tuan Choi.
Saat mereka selesai makan,Baekhyun lalu mengambil sepiring nasi lagi dan segelas air.
“Kau ingin makan lagi?”tanya Nyonya Choi.
“Ini untuk Luhan.”jawab Baekhyun lalu berjalan ke kamar Luhan.
Klek..dia lalu melangkah masuk.
“Ini ku bawakan untukmu.”ucap Baekhyun.
“Aku sudah kenyang.”sahut Luhan.
“Lalu bagaimana dengan nasi ini.”
“Kau bawa lagi saja.Aku mau tidur.”ucap Luhan,Baekhyun lalu mengangguk dan keluar dari kamar Luhan.
“Eomma,ini kukembalikan.Luhan tidak mau makan.”
“Sekarang dimana Luhan.”tanya Tuan Choi.
“Dia bilang dia mau tidur.”jawab Baekhyun.
“Dan sekarang kau juga harus tidur.”Baekhyun lalu berjalan ke kamarnya.
Paginya Baekhyun bersiap-siap menuju sekolahnya,saat di pintu keluar dia berdiri di sana sambil sesekali melihat kearah jam tangannya.
“Kau menunggu siapa?”tanya Nyonya Choi.
“Luhan.”ucap Baekhyun.
“Oh..Luhan,dia sudah pergi duluan.”
“Mwo,dia pergi,dengan siapa?”
“Tadi ada teman yang menjemputnya.”sahut Tuan Choi,Baekhyun hanya mengangguk.
Tak beberapa lama Baekhyun sampai di sekolahnya dan bergegas ke kelas.
“Kenapa kau meninggalkanku.”tanya Baekhyun pada Luhan.
“Mian,tadi temanku menjemputku.”jawab Luhan.Baekhyun lalu duduk di bangkunya.
Saat jam istirahat Baekhyun mencoba mencari Luhan,namun dia sama sekali tidak menemukannya.
“Sehun apa kau melihat Luhan?”tanya Baekhyun.
“Luhan.”Kai lalu mengerutkan alisnya.
“Apa tadi kalian tidak melihatnya.”tanya Baekhyun lagi.
“Mungkin dia di toilet atau keluar.”sahut Sehun.
“Baiklah,aku pergi dulu.”ucap Baekhyun.
“Apa maksudmu Luhan di toilet.”sahut Kai.
“Cobalah mengerti bagaimana Baekhyun saat ini.”pinta Sehun,Kai mengangguk.
Baekhyun lalu berjalan menuju atas atap gedung sekolahnya,dan dia melihat Luhan duduk di sana sambil memegangi dua mainan kecil miliknya.
“Ternyata kau di sini.”Baekhyun tersenyum.
“Kau kenapa di sini?”tanya Luhan.
“Aku mencarimu,kau sedang apa.”
“Bukankah ini yang biasanya kulakukan,lagi pula aku lebih senang di sini.Aku bisa sendiri dan tidak akan ada yang menggangguku.”ucap Luhan.
“Mainan ini kau yang memberikannya,ambilah yang bertuliskan namamu ini.”jelasLuhan sambil memberikan satu mainan kecilnya pada Baekhyun.
“Wae.”
“Karena aku akan menjauh darimu jadi aku tidak bisa membawa itu.”Luhan lalu melangkah.
“Kau mau kemana.”tanya Baekhyun.
“Ke gedung dekat sekolah.”jawab Luhan.
“Mau apa?”
“Aku ingin melihat sesuatu.”jawab Luhan sambil berlalu pergi.
“Luhan masih belum mau bicara banyak denganku.”gunam Baekhyun pelan.
Saat bel masuk berbunyi,Baekhyun bergegas kekelasnya.Dan dia sama sekali tidak melihat Luhan di sana.Sampai jampulang pun Luhan masih belum di jumpainya.
“Sehun,dimana Luhan.”tanya Baekhyun saat Sehun memasukkan bukunya ke dalam tas.
“Apa tadi kau tidak menemukan Luhan.”
“Tadi aku bertemu dengannya di atap sekolah,dan tadi dia bilang..”Baekhyun menggangtung kalimatnya dan hendak berlari keluar.
“Ya odhiga?”tanya Sehun sambil memegangi lengan Baekhyun di ambang pintu.
“Luhan,dia bilang dia akan ke gudang dekat sekolah.”jawab Baekhyun sambil berlari.
“Baiklah,nanti aku akan menyusulmu.”sahut Sehun setengah berteriak.
Baekhyun lalu bergegas ke gudang dan BRAKK dia menendang pintu gudang itu agar terbuka.
“Kau.”sahut Baekhyun saat melihat Kyung dan teman-temannya di sana.
“Apa yang kau lakukan di sini.”tambah Baekhyun.
“Bukan urusanmu.”jawab Kyung.
“Apa yang kau lakukan di sini!!”ulang Baekhyun sedikit membentak.
“Kau berani membentakku!”Kyung lalu berjalan kearah Baekhyun dan mencoba memukul Baekhyun,namun Baekhyun menendang tubuh Kyung.
“Dimana Luhan.”bentak Baekhyun dan saat itu Baekhyun melihat Luhan datang.
“Luhan.”Baekhyun terdiam sejenak,saat Baekhyun lengah Dongwo dan Minhyuk memukul pundak Baekhyun dengan kaki meja yang telah patah,dan Baekhyun jatuh ke tanah.
“Apa kau ingin seperti Luhan.”sahut Kyung sambil memegang balok kayu.Reflek langsung terlintas bayangan saat Kyung memukul kepala Luhan dengan pipa besi.
“Brengsek..jangan sakiti Luhan.”ucap Baekhyun mencoba berdiri,namun Dongwo menginjak punggungnya.
Dalam penglihatan Baekhyun,dia melihat Kyung memukuli Luhan namun Luhan masih mencoba berdiri dengan keadaan kepala yang mengalir banyak darah.
“Luhan!!”teriak Baekhyun.
“Kau menyesal karna kau tidak bisa menolong Luhan waktu itu.”sahut Kyung.
“Kau!! Brengsek !!”teriak Baekhyun.
“Mwo,kau bilang kau ingin seperti Luhan.Baiklah.”Kyung lalu berjalan menuju Baekhyun dan memukul leher bagian belakang Baekhyun.Namun yang terlihat oleh Baekhyun,Kyung sedang memukul Luhan.Luhan merintih kesakitan dan mulutnya mengeluarkan darah.Luhan mencoba bicara padanya namun Baekhyun tidak bisa mendengar suara Luhan.
BRAAKKK..Sehun,Lay,Kai,dan Xiumin menerobos masuk.Kai langsung menendang Dongwo dan menjauhkannya dari Baekhyun.Sehun menjatuhkan Kyung ke lantai dan menghimpit Kyung dengan tubuhnya.
BUKK.. PWOKK.Sehun memukul pipi kiri dan kanan Kyung secara bergantian.
“Kau sudah melakukannya pada Luhan,dan sekarang kau juga akan melakukannya pada Baekhyun.Brengsek!!”sahut Sehun penuh emosi.Kyung mencoba mencekik Sehun namun Sehun mengunci pergerakan Kyung dengan lututnya.
“MATI KAUSEKARANG…!!”teriak Sehun sambil meluapkan semua emosinya lewat pukulan.Wajah Kyung seperti hancur,berlumuran dengan darah.
“Dengan apa kau memukul Luhan dan Baekhyun,dengan pipa besi ini.Kau juga akan berakhir dengan ini.”sahut Sehun mencoba meraih sebuah pipa besi yang berbekas darah.
“Sehun sudah hentikan.”ucap Xiumin sambil menarik tubuh Sehun,sementara Kyung sudah tidak sadarkan diri.
“Lepaskan aku,perbuatan iblis ini tidak bisa di maafkan.”sahut Sehun geram,Lay juga ikut memegangi Sehun dan membawanya menjauhi Kyung.
“Sehun tenanglah.”kini Sehun mulai menangis.
“Bajingan ini harus mati.”ucap Sehun.
“Sabar,jangan sampai tersulut emosi.Dia sudah tidak sadarkan diri.”sahut Lay,sedangkan Kai mencoba membantu Baekhyun.
“Kai..Kai cepat selamatkan Luhan.”pinta Baekhyun.Melihat itu Sehun semakin sedih.
“Luhan tidak di sini,Luhan tidak ada.”ucap Kai berat.
“Aku mohon selamatkan Luhan,dia kesakitan.”ulang Baekhyun.
“Baekhyun sadarlah,Luhan tidak di sini.”sahut Kai.
“Lepaskan aku.”Baekhyun lalu berjalan kearah sudut ruangan gudang tempat di melihat Luhan tadi.
“Kenapa kau datang ke sini,padahal kau sendiri tau jika datang ke sini kau akan dalam bahaya.”ucap Baekhyun sambil menangis.
“Aku ingin melihat kenanganku di sini,Kenangan saat kau menangis untukku.”
“Sekarang bangunlah.Aku akan membantumu berdiri.”Baekhyun lalu mengulurkan tangannya.
“Baekhyun sudah cukup,sadarlah!!”
PWOKK..Sehun memukul pipi Baekhyun.
“Ya! Apa yang kau lakukan.”ucap Lay kaget,namun Sehun tidak mendengarkan.Dan kini tangannya sudah mencengkram kerah baju Baekhyun.
“Sadarlah,lihat baik-baik Luhan tidak ada di sini.Jangan seperti orang gila,Luhan sudah meninggal.”bentak Sehun.
DEG..
Itulah kata-kata yang sangat tidak ingin Baekhyun dengar.Detak jantungnya kembali memacu,dan pelupuk matanya mengeluarkan cairan bening lagi.
“Luhan meninggal.”gunam Baekhyun pelan,dia lalu beralih pada tempat saat dia melihat Luhan tadi,dan sekarang tempat itu benar-benar kosong.
BRAK..tubuh Baekhyun langsung ambruk,dia tidak sadarkan diri.
***
Baekhyun POV
Aku mulai terbangun dari tidurku,dan sekarang aku berada di ruangan yang serba putih.Aku melirik tangan kananku yang terasa sakit,ternyata di sana sudah tertancap infus.Aku melihat kenop pintu yang ada di depanku terbuka,aku melihatnya.Dia berjalan kearahku sambil tersenyum.
“Kenapa kau ada di sini?”tanyanya dengan suara parau.
“Kenapa kau pergi meninggalkanku?”aku balik bertanya.
“Aku ingin merasakan hal yang berbeda,aku ingin bisa hidup sendiri tanpa menyusahkanmu.Selama ini aku selalu membebanimu.”jelasnya dengan nada sedih.
“Kau dari mana saja,kenapa masih menggunakan seragam sekolah.”
“Aku dari gedung dekat sekolah.”
“Bukankah aku sudah bilang,jangan kesana lagi.”
“Aku ingin melihat kenangan itu,di sana kita sama-sama berjuang.Aku merasa sedih karena aku tidak bisa kembali ke masa itu.”dia tersenyum hambar.
“Kau tidak nyata.”gunamku pelan.
“Aku tidak bisa pergi karena kau sendiri belum melepaskanku.”ucapnya.Dia menangis,dia menangis di hadapanku.
“Luhan.”aku menyebut namanya,dan mungkin nama itu tidak akan tersebut lagi.
“Bisakah kita berjalan beriringan,dulu kau selalu berjalan di belakangku.Tapi sekarang berjalanlah di sampingku.”aku berkata penuh harap.
“Sekarang aku tidak bisa berjalan di sampingmu,aku sudah terlalu jauh melangkah.”dia mulai tertunduk dalam.
“Biarkan aku pergi,tempat kita sudah berbeda.”tambahnya,dan cairan bening itu jatuh lagi.
“Tidak,jangan pergi.nanti jika kau pergi tidak akan ada lagi seseorang yang akan kulindungi.Tidak akan ada lagi seseorang yang mendengarkan perkataanku dengan baik.Tidak akan ada lagi panggilan sikembar idiot untukku.Tidak akan ada lagi nama Luhan yang ku dengar.Tidak…”sial tangisanku mulai pecah,aku sudah berusaha menahannya.
“Tidak akan ada lagi si bodoh yang ku panggil…khajima.”tambahku.
“Tapi aku pasti akan ada di dalam dirimu.”jelasnya.
“Aku tidak ingin ada Luhan dan Baekhyun yang menjadi satu,tapi aku ingin ada Baekhyun dan Luhan yang berbeda.Aku membutuhkanmu..”isakku makin menjadi.
“Aku tidak bisa terus berdiri untukmu,aku harus pergi.”seketika dia langsung menghilang dari pandanganku.
“Anhi,Luhan..Khajima!!”
“Anhi..Khajima!! Luhan..!!”aku berteriak seperti orang gila.Dan itu mengundang kedatangan eomma dan appaku.
“Baekhyun,waegure?”tanya Eommaku cemas.
“Luhan..khajima!!”pintaku lirih,meskipun aku tau itu tidak ada gunanya.
“Baekhyun tenanglah,eomma mohon.”eomma menangis sambil memelukku.
“Luhan!! Kembali kau bodoh!! Lihatlah eomma menangis karnamu.”racauku.
“Baekhyun tenang,kau harus istirahat.Appa mengerti bagaimana perasaanmu.”appa mencoba menenangkanku.
“Apa yang terjadi padanya.”
“Akibat pukulan di kepalanya,dia kehabisan banyak darah dan tulang kepalanya retak.Saat kau membawa Luhan pulang,saat itu dia memang sudah tidak bernafas.”jelas appa.
“Tapi beberapa hari yang lalu di jelas ada di dekatku.”
“Dokter bilang kau memiliki trauma karena Luhan di pukuli tepat di depanmu.Dan Luhan itu hanyalah ilusimu,itu semua hanyalah hayalanmu.”sontak aku sangat terkejut,lidahku serasa kelu.Aku menerawang ke setiap sudut ruangan dan aku kembali melihatnya.Dengan tatapan kosong dia melihat kearahku.Dia duduk di kursi yang terletak di sudut ruanganku.
“Kalau kau tidak nyata,lalu kau ini apa? Jangan mempermainkanku.”aku bicara pelan padanya.Reflek eomma dan appa melihat kearah pandanganku.
“Sekarang biarkan aku berjalan di belakangmu,aku akan mengikutimu.”eomma langsung cemas melihatku.Aku mencoba bicara lagi padanya walaupun aku tau sekarang aku sudah seperti orang gila di depan eomma dan appaku.
“Luhan,jika kau ingin pergi maka pergilah.Tapi kau harus menungguku di sana,aku pasti akan menemuimu…nanti.”tangisanku semakin pecah seiring dengan tubuh Luhan yang sudah tidak terlihat olehku.
***
Author POV
Baekhyun berjalan pelan dan berhenti tepat di depan rumah baru Luhan.Dengan berat,dia menaburkan bunga-bunga di sana.Dia lalu sedikit berjongkok sambil memegangi nisa di depannya.
“Sekarang sudah saatnya kau tenang,selamat jalan semoga bahagia.Mungkin nisan ini pisahkan dunia kita,namun saat aku bercermin aku melihat gambaranmu di sana.Luhan..mungkin selama ini kau menganggapku sangat membencimu dan selalu tidak ingin berada di dekatmu.Namun bukan itu maksudku,aku hanya takut jika kau bersamaku maka musuh-musuhku akan mengincarmu.Aku sengaja berkata aku tidak peduli padamu agar mereka berfikir bahwa mengganggumu itu tidak ada gunanya karena aku tidak akan terpancing dan mereka pasti akan melepaskanmu.Dan dengan cara itulah aku melindungimu.”
“Luhan..apakau bisa mendengarku.Aku rindu masa-masa saat kau bertingkah bodoh di depanku.Itu tidak akan pernah bisa ku lupakan.Apa beberapa hari ini kau menemuiku untuk mengucapkan selamat tinggal.Apakah kau yang saat itu benar-benar nyata? Kau tau,sampai sekarang aku tak percaya kau telah tiada.”Baekhyun menangis pilu.
“Aku ingin melakukan satu hal,memutar waktu dan membawamu kembali.Ini semua salah ku,aku telah meninggalkanmu sendiri di sekolah.Khajima.”
Perlahan Baekhyun bangkit.Dia berjalan di tengah jalan dengan langkah gontai.Yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya membawa Luhan kembali.Emosi dan penyesalan kini sudah menguasai diri Baekhyun sepenuhnya.Dia tidak bisa lagi berfikir jernih.
Dari ujung jalan terlihat truk yang melaju kencang,bukannya menghindar Baekhyun malah berdiri mematung.
“Inilah saatnya…Luhan,aku akan menyusulmu.”
BRAAKK…Tubuh itu terhempas cukup jauh.Darah segar mengalir deras dari sudut kepalanya.Nafasnya tersenggal,dan detak itu perlahan mulai berhenti.
“Luhan,aku tidak akan berjalan selangkah di depanmu atau selangkah di belakangmu..Kau juga tidak perlu kembali kebelakanguntuk menyamai langkahmu denganku.Karena sekarang aku sudah berhasilmengejarmu dan berjalan di sampingmu.”
Baekhyun POV
Dia berlari kearahku,sambil mengulurkan tangan dan membantuku berdiri.
“Kau menungguku.”aku bertanya padanya.
“Apapun yang akan kau katakan,aku pasti akan menurutinya.”jawabnya.
“Sekarang aku akan menemanimu ke sana,kita akan pergi bersama-sama.”
***
END Baca lebih lanjut

War Between Guardian Part 1

 

War Between Guardian

Part 1

WAR copy

Author :

  • Kimberly Sky

Main Cast :

  • Lee Min Ry OC
  • Kim Minseok/Xiumin EXO
  • Xi Luhan EXO
  • Wu Yi Fan/Kris EXO
  • Kim Jumhyun/Suho EXO
  • Zhang Yi Xing/Lay EXO
  • Byun Baekhyun EXO
  • Park Chanyeol EXO
  • Jongdae/Chen EXO
  • Kyungsoo/D.O EXO
  • Huang Zi Tao EXO
  • Jongin/Kai EXO
  • Oh Sehun EXO

Other Cast :

  • Lee Taemin
  • Kim Naeun

Genre :

  • Fantasy
  • Romance (maybe)
  • Friendship

Length :

  • Chaptered

Note : anyeong memberdeul*lambai-lambai..Kim dateng bawa FF fantasy baru nih,cerita ini terinspirasi dikit dari komik jepang yang judulnya GUARDIAN BEAST.Jadi alurnya Kim tambahin dikit-dikit.Jika ada kesamaan cerita ato cast,Kim minta maaf itu mungkin tidak di sengaja J.So,happy reading neJ jangan lupa RCL karena itu sangat di butuhkan.

***

Jiwa ku membutuhkanmu…

Bantu aku untuk membangkitkan kembali kekuatanku…

Lepaskan aku dari kutukan ini…

Kegelapan akan mengincarmu…

Tiupkan kekekalan dan menyatulah dengan ragaku…

Dan bebaskan aku dari wujud yang menyesakkan ini,aku membutuhkanmu..WAHAI GADIS JANTUNG MATAHARI BIRU…(War Between Guardian)

***

Author POV

“Sepertinya kasus penculikan murid SMA terjadi lagi.”ucap salah seorang yeoja pada temannya.

“Ne,masih di SMA kita,sejak bulan kemarin ini sudah orang yang kelima.”ucap yeoja yang lainnya.

Minry POV

Hanya cerita mistery itulah yang sering di ceritakan oleh teman-teman di sekolahku.Memang aku tidak terlalu percaya,tapi rasa takut sedikit menghantuiku.

Namaku Minry,Lee Minry.Aku siswa kelas satu yang bersekolah di Inha Senior High School.Aku tinggal bersama pamanku,karena orang tuaku sudah meninggal.

Aku berjalan sendiri di koridor sekolahku,dari arah depan aku melihat seorang namja yang sedang di kerubungi oleh yeoja-yeoja gila(?)

“Taemin-ssi,mau temani aku nanti siang?”sahut yeoja yang bernama Naeun,jujur saja sikapnya yang ingin memonopoli itu yang paling ku benci.

“Mian Naeun-ssi,aku tidak bisa.”

“Waeyo..ayolah aku ingin bersamamu siang ini.”paksanya,namun Taemin sama sekali tidak mendengarkannya dan malah berjalan cepat kearahku.

Author POV

“Minry.”ucap Taemin sambil tersenyum.

“Oppa.”

“Katanya kau ingin istirahat bersamaku,maaf membuatmu menunggu.”sahut Taemin sambil membawa Minry pergi begitu saja.

“YA!!.”Naeun bergunam kesal.

“Tenanglah.”sahut temannya singkat.

“Kenapa dia sok dekat dengan Taemin.”ucap Naeun setengah berteriak sambil berlalu menuju kelasnya.

***

“Oppa,kau terkenal sekali di kalangan yeoja.”ucap Minry yang duduk di samping Taemin.

“Anhi-yo,kebetulan kau lewat aku jadi tertolong.”Taemin lalu mengacak rambut Minry pelan.

“Sebenarnya aku tidak suka melihat yeoja itu.”

“Wae?”tanya Taemin heran.

“Molla,aku tidak suka yeoja manja seperti dia.”

“Bagaimanapun dia itu adalah sunbaemu.”

“Sunbae yang hanya berjarak satu tahun itu tidak masalah.”ucap Minry,Taemin hanya tersenyum tipis,tapi mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi Naeun mengawasi mereka.

***

“Kai-ya.”sahut Minry sambil berjalan ke kamarnya,lalu seekor serigala hitam berjalan kearahnya.

“Kai,kenapa tanda di dekat pergelangan tanganku ini semakin jelas.Apa kau tau Kai,teman-temanku dulu selalu mengejekku karena mereka bilang tanganku cacat.Tapi appa selalu bilang bahwa itu adalah matahari yang indah.”ucap Minry sambil mengelus-elus kepala serigalanya.

“Sekarang jika teman-temanku mengejekku lagi,pasti tidak akan ada lagi yang menghiburku.Tapi aku tidak terlalu khawatir,karena ada Taemin oppa dan kau Kai.”Minry lalu tersenyum.

Tak lama Minry terlelap,dalam tidurnya ia berada di sebuah lorong yang begitu gelap,dan di sana Minry terus mencoba berlari.

“Pergi!! Menjauh dariku..jangan mendekat!!.”pekik Minry dalam tidurnya.

“Seseorang,tolong aku.”pekiknya lagi.

Namun,didalam mimpinya Minry merasakan ada seseorang yang memegangi lengannya.

“Gwenchana,aku akan melindungimu.Karena itu,menyatulah denganku.”ucap seorang namja sambil memeluk Minry.

“Anhi..anhi..anhi!!!.”Minry berteriak keras seraya bangun dari tidurnya.

“Mimpi,kenapa aku bisa mimpi seperti itu.Mimpi yang terasa nyata.”gunam Minry yang mencoba mengatur nafasnya.

***

Pagi itu Minry akan memberi makanan pada serigalanya.Tapi Kai sama sekali tak terlihat.

“Kai,odhiga.Aku membawakan makanan untukmu.”sahut Minry sambil berkeliling rumahnya.

“Kai..diamana kau.”

“Kai!!.”ucap Minry setengah berteriak.

“Minry,waegure.”tanya Taemin cemas.

“Oppa..apa kau melihat Kai.”

“Aku tidak melihatnya,salah mu sendir kenapa memelihara serigala,bukankah mereka liar.”

“Tapi dia tidak jahat,kenapa kau tidak suka pada Kai.”

“Bukan begitu,hanya saja aku takut padanya.Lebih baik kau jauh darinya,dia bisa saja sewaktu-waktu menyerangmu.”ucap Taemin asal.

“Bagaimana jika dia tidak kembali.”

“Dia pasti kembali.”ucap Taemin sambil memeluk Minry,dan Naeun yang tidak sengaja lewat di depan rumah mereka,langsung memotretnya dan segera menjauh.

Saat waktu hampir sore,Minry masih terus berusaha mencari Kai yang tidak juga di temukannya.

“Kai..Kai.Kemana perginya,bagaimana kalau dia tidak kembali.”ucap Minry sambil terduduk.

“Kembalilah Kai.”tak beberapa lama Minry merasakan ada yang memegangi pundaknya,reflek Minry langsung menoleh.

“Gwenchana,apa yang sedang kau cari?”tanya seorang namja.

“Mwo…namja ini..”bisik Minry dalam hati.Minry lalu berdiri dari posisi duduknya.

“Nae gwenchana.”

“Tapi kau menangis.”

“Jinjja gwenchana.”jawab Minry singkat.

“Kau sedang mencari seseorang?”

“Bukan orang tapi serigala.”

“Aku melihatnya.”sahut namja itu singkat.

“Dimana? Cepat katakan padaku.”

“Tapi kau harus menyatu dulu denganku.”bisik namja itu pelan.

DEG…

“Anhi..ini sama dengan mimpiku.”bisik Minry dalam hati.

“Jangan bicara yang tidak masuk akal,aku hanya mencari serigalaku.”

“Aku serius.”ucap namja itu menekankan.

“Aku tidak mempercayaimu.”

“Percayalah,kau sedang diincar oleh orang-orang jahat.”namja itu mencoba memperingati

“Apa yang kau bicarakan,aku tidak mengerti.”

“Setidaknya itu peringatan dariku,dan nanti serigalamu akan segera kembali.”ucap namja itu seraya berlalu pergi.

***

“Ini apa maksudnya.”tanya Naeun sambil memperlihatkan sebuah foto di ponselnya.

“Bukankah kau ingin menanyakan sesuatu padaku.”ucap Taemin ketus.

“Karena itu aku ingin bertanya padamu,apa hubunganmu dengan yeoja ini.”

“Dia sepupuku.”jawab Taemin singkat.

“Sepupu!! Jangan bohong,kalau dia sepupumu lalu kenapa kalian berpelukan seperti ini.”sahut Naeun bersikeras.

“Kau tidak boleh dekat dengannya lagi.”tambahnya.

“Kim Naeun,sekarang akan ku katakan dengan jelas.Bagiku kau tidak lebih dari seorang teman.Lagi pula,aku juga tidak tertarik padamu.”

“Tapi..,”

“Dan lagi,jika berani macam-macam dengan sepupuku,maka aku tidak akan tinggal diam.Sekalipun kau adalah seorang yeoja.”

“Tapi ingatlah,aku tidak akan membiarkan kau dan yeoja itu tenang.”bentak Naeun sambil meninggalkan Taemin.

“Aku pasti akan melindungimu Minry,tidak akan ku biarkan siapapun menyentuhmu.Karena kau…adalah jantung matahari biru.”Taemin bergunam pelan.

***

TBC

See You Next Part J

Stupid (part 1)

Stupid

Title: Stupid
Casts: Byun Baekhyun, Shin Hara
Author : Giadore Lu
Genre: Comedy, School Life, Romance
Lenght: Chaptered Fanfict ini pure dari otak bebal saya yang terinspirasi mendadak saat mendengar lagu EXO immortal Song yang judulnya With You/? Dan menonton anime Kaichou wa Maid-sama, so no SIDERS, no BASH, no PLAGIAT, Yaudah capcus…

Hara POV

harusnya aku menjalani awal pagiku dengan senyuman. Sesuai dengan mottoku. Tapi semenjak bocah narsis ini mengikutiku setiap hari, sekarang motto ku untuk tersenyum di awal hari berubah.

“Hai bodoh..” ucap bocah narsis ini menyapaku setiap pagi dengan ucapan seperti itu. Namanya Byun Baekhyun, anak kelas 3-2. Bukan maksud aku mau menggali-gali informasi tentangnya, tapi dia begitu mengganggu. Kukira ia kelas 1, kalau memang ia kelas 1 pasti sudah aku tendang bokong teposnya itu

“Apa maumu?” ucapku malas. Yah siapa yang suka dikatakan bodoh, setiap hari malahan.

“tidak ada. Hanya menyapa gadis malang sepertimu. Lain kali jangan mengikat tali sepatu saat bus datang jika kau tidak ingin terlambat kesekolah”

Heh bocah ini. Jangan mentang-mentang ia seniorku, jadi dia hobby sekali menggangguku.

“Enyah kau, kalau kau hanya ingin menghinaku setiap pagi, lebih baik kau pergi” ucapku emosi. Kenapa dia suka sekali melihat tingah bodohku, ya hanya tingkahku yang bodoh, di kelas aku siswi berprestasi.

“huh kasar sekali, aku takut..” ucapnya memasang muka sok imut. Menjijikan

“kau pernah melihat sepatu terbang? Apa kau ingin melihatnya?” ucapku disertai smirk

“galak sekali” ucapnya menyerah. Dia langsung bergegas pergi. Huh cepat sekali menyerah, biasanya kami tidak akan secepat ini selesai berdebat. Tapi baguslah, lebih cepat selesai berdebat dengan si idiot itu, lebih cepat aku ke sekolah hari ini.

^ooo^

Hari ini aku pulang lebih cepat. Lebih baik pulang cepat, aku bisa langsung pergi ke kafe untuk bekerja.

Hmm, sebenarnya aku seorang pelayan di sebuah kafe. Aku merahasiakan semuanya dari teman-temanku karena sejujurnya aku malu dengan pekerjaanku ini. Tapi harus bagaimana lagi, aku kasihan dengan ibuku yang sudah tua. Tapi aku harus pintar-pintar menyembunyikan ini dari murid-murid di Goom Elite High School. Aduh.. malu sekali jika murid disana tahu, apalagi itu sekolah elit dan aku ketua OSIS disana.

Aku harus bisa menyembunyikannya, harus!! Kuharap tidak ada yang tahu

“oh, disini kau ternyata bekerja”

“B.Y.U.N B.A.E.K.H.Y.U.N!!~”

Habis lah riwayatku

“hei bodoh kenapa ada awan-awan hitam di kepalamu” heh, si bocah tengik ini. Bukan waktunya berkata seperti ini

“Manajer, kau tidak pulang?” ucap salah satu karyawan didalam.

“ya, aku akan pulang Min-ah”

Mati aku, jangan ada orang yang melihat ini.

“ikut denganku”

^ooo^

“Oh membantu keluarga” syukurlah si idiot ini mengerti.

“baiklah, kuharap kau jangan memberitahu pada yang lain masalah ini. Arrachi?”

“Arra, asal kau jangan bertingkah seperti orang bodoh jika tidak ingin ketahuan”

Sialan ini, kenapa hobby sekali mengataiku bodoh.

“hei dengar, namaku Shin Hara bukan si bodoh. Kau mengerti!”

“Tidak!”

Dasar otak bebal.

“apa kau pernah melihat sepatu terbang? Apa kau ingin meihatnya?” tanyaku penuh penekanan. Membuat orang kesal saja

“Ne.. ne.. si Bodoh lebih cocok untuk dirimu dibandingkan nama Shin Hara. Lagian kau sendiri tidak pernah memanggilku dengan kata ‘sunbae’ jadi aku memanggilmu si bodoh saja”

“habisnya mukamu seperti anak SD yang baru saja berhenti minum menggunakan dot”

“apa katamu? Tapi imut kan?” apa, apa aku tidak salah dengar.

“hueks. Aku ingin muntah”

“mukamu bahkan lebih mengerikan, dampak dari pemborosan menggunakan terlalu banyak make up. Kau seperti nenek-nenek pemarah?”

“Apa kau bilang? HEI BYUN BAEKHYUN! Beraninya kau bicara seperti itu, kutendang bokong teposmu itu”

Dan sore itu kuhabiskan dengan bertengkar dengan seniorku yang idiot.

^ooo^

Keesokan harinya..

“Selamat Siang, anda mau pesan apa?” ucapku menyambut pelanggan sambil menunduk. Dan ternyata..

“Byun Baekhyun, untuk apa kau kemari” ucapku menyekap mulutnya. Ia memasang wajah menghinaku. Sialan ini, benar-benar..

“Hara-ya, perlakukan pelanggan dengan baik” ucap Manajer. Mati aku, bocah idiot ini kenapa disini.

Baekhyun melepas dekapan tanganku dimulutnya.

“kau overdosis bodoh, aku kesini ya untuk makan.”

“baiklah ingin pesan apa?”

“Maaf menegernya mana? Apa pelayanan disini benar-benar buruk?” ucapnya berteriak kearah dapur. Mati aku, bisa-bisa aku nanti mendapat semprot dari managerku.

“Hara-ya, perlakukan pelanggan dengan baik” ucap manajer denganaura hitam disekelilingnya.

“ya.. ya.. kau mau pesan apa tuan?” ucapku pada Baekhyun, berusaha melayani seperti pelanggan biasa.

“eng… hmmmppptt…. haha, kau kelihatan lucu dengan pakaian pelayan ini?”

“baiklah, terserah apa katamu saja tuan Byun. Kau mau pesan apa?”

“Air putih saja segelas”

^ooo^

Baekhyun duduk berjam-jam di kafe ini. Ia hanya memesan air putih selama berjam-jam itu dan terus menatapku. Dasar bocah sinting kurang kerjaan. Apa tidak ada kerjaan yang lebih bermanfaat dari ini eoh? Lebih baik dia pulang dan belajar di rumah.

“Hara-ya, apa itu pacarmu?” tanya Min eonni, salah satu pelayan di kafe tempatku bekerja.

“tidak” ucapku dengan wajah datar seperti triplek.

“Sayang sekali, dia imut”

Oh Tuhan, bantu aku untuk muntah. Imut darimananya?

^ooo^

Sudah sore, waktunya membuang sampah. Kepalaku terasa pusing sekali. Aku harus segera pulang.

“Oh ini dia, ketua OSIS. Aku tak menyangka, ternyata kau bekerja di kafe ini.”

Mati aku. 3 berandalan dari sekolahku.

“setelah kau bersikap semena-mena dengan kami di sekolah, kau kira kau akan selamat” ucap salah satu dari trio bodoh itu. Aku harus bagaimana ini? Kepalaku pusing, aku tidak bisa melawan.

“biarkan kami mengambil fotomu dan memajangnya di Mading. Ayolah pelayan Shin Hara”

Oh Tuhan, aku benar-benar tidak bisa melawan. Aku terima apapun resiko yang akan terjadi padaku..

TBC..

I See You From Heaven

I See You From Heaven

I SEE YOU IN HEAVEN

 

Author :

·     Kimberly Sky

Main Cast :

·     Xi Luhan EXO

·     Byun Baekhyun EXO

Other Cast :

·     Find By Your Self J

Genre :

·     Sad

Anyeongreaders..Kim datang lagi bawa FF sad,mian mungkin ada kalian para readers yang bosan gegara castnya cuman itu-itu aja mian tapi feelnya Kim lebih dapet ke mereka berdua.Jadi bagi yang kurang suka gak usah di baca ne J

Author POV

Di tengah derasnya hujan terlihat seorang namja yang sedang berdiri di dekat jendelanya.Sambil tersenyum tipis ia terus mengulurkan tangannya sembari menampung titik-titik air hujan yang turun di telapak tangannya.

Gelap,hanya itulah yang ada dalam pandangan Luhan saat ini.Buta,Luhan memang buta itu karena kejadian 10 tahun yang lalu dan hal itu yang membuat Baekhyun merasa bersalah sampai sekarang.

FlashBack

“Baeky-ah,eomma memanggilmu untuk pulang.”sahut Luhan sambil menghampiri Baekhyun yang sibuk bermain.

“Sebentarlagi.”

“Tapi ini sudah sore.”

“Anhi.”

“Ppali.”Luhan lalu menarik lengan Baekhyun dan berjalan menuju sepedanya.

“Naiklah.”ucap Luhan.

“Hyung kau begitu menyebalkan.”sahut Baekhyun,namun Luhan tidak mendengarkannya karena dia sibuk mengayuh.

Baekhyun lalu mencoba turun dengan melompat,dan itu membuat Luhan kehilangan keseimbangannya.Itu membuat Luhan terjatuh,dan dari arah belakang ada mobil yang melaju kencang dan menabrak Luhan.Akibatnya tubuh kecil Luhan terhempas dan kepalanya terbentur ke aspal.

“HYUUNGG!!!.”pekik Baekhyun sekeras-kerasnya.

Dantak lama Lahan baru di bawa ke rumah sakit.

“Dokter bagaimana dengannya.?”Tanya nyonya Choi.

“Benturan di kepalanya yang cukup keras,mengakibatkan saraf matanya terganggu,dan itu membuat retinanya rusak.”jelas sang Dokter.

“Jadimaksud mu..”

“Bisa dikatakan dia buta.”ucap Dokter selanjutnya.

“Anhi,Luhan masih kecil.Ini pasti sangat berat untuknya.”jerit nyonya Choi histeris.

“Dokter apa tidak ada cara lain?”Tanya tuan Choi.

“Kita harus mencari donor mata yang cocok untuknya.Kami pasti akan berusaha mencarikannya.”ucap sang Dokter sambil berlalu.

Tuan dan nyonya Choi lalu berjalan menuju kamar Luhan.,sementara Baekhyun hanya duduk diam di luar ruangan.

“Baekhyun kau tidak ingin melihat hyungmu..?”

“Appa,apakah aku ini jahat?”Tanya Baekhyun.

“Anhi.”

“Tapi aku sudah mencelakai hyung,hyung pasti sangat marah padaku.”

“Itu adalah sebuah kecelakaan.Dan hyungmu tau itu bukan salahmu.”

“Tapi aku dengar Luhan hyung buta,itu berarti dia tidak akan bisa melihat lagi.”

“Hyungmu pasti sembuh.”

“Jika hyung tidak bisa melihat,maka aku akan menjadi matanya.”mendengar itu tuan Choi hanya tersenyum sambil menggandeng Baekhyun menuju kamar tempat Luhan di rawat.

Saat di dalam,terlihat nyonya Choi yang sedang duduk di samping tempat tidur Luhan sambil mengusap kepala Luhan pelan.Dan tak lama Luhan mulai membuka matanya perlahan.

“Luhan..”gunam nyonya choi pelan.

“Eomma.”ucap Luhan dengan suara parau.

“Eomma..eomma diamana.Kenapa gelap.”sahut Luhan panic.

“Tenaglah Luhan,eomma disini.Eomma di sampingmu.”jawab nyonya Choi sambil memeluk Luhan.

“Gelap..aku takut.Kenapa begitu sesak,eomma aku takut.”pekik Luhan.

“Uljima,gwenchana kau akan baik-baik saja.”nyonya Choi mencoba menenangkan Luhan.

“Eomma”pekik Luhan dalam tangisnya.

Baekhyun yang melihat Luhan menangis ketakutan malah merasa semakin terpuruk,dan saat itulah dia berjanji bahwa dia akan menjadi mata untuk Luhan.

Flash End

***

“Luhan hyung.”sahut Baekhyun yang melihat Luhan duduk di dekat piano.

“Ne.”

“Xiumin dan Lay hyung datang.”

“Luhan.”sapa Lay.

“Baiklah hyung,aku keluar sebentar.”pamit Baekhyun sambil keluar dari kamar Luhan.

“Kau ingin main piano..?”Tanya Xiumin.

“Anhi,bisakah kalian memainkannya untukku?”

“Baiklah aku akan memainkannya untukmu.”sahut Lay.

Lay lalu menekan tots piano perlahan,Luhan dan Xiumin menikmati music itu dalam diam.Luhan lalu menutup matanya perlahan dan mencoba menenangkan pikirannya.

Luhan lalu menarik nafas panjang.

“Luhan aku dengar dari Baekhyun belakangan ini kau sering melamun,waegure?”Tanya Xiumin saat Lay menghentikan permainan pianonya.

Luhan hanya menggeleng.

“Ada apa denganmu?”Tanya Lay sambil memegang pundak Luhan.

“Aku merasa kasihan pada Baekhyun,sejak eomma dan appaku meninggal,hanya dia yang merawatku seorang diri.”ungkap Luhan.

“Itu adalah keinginan Baekhyun sendiri.”sahut Lay.

“Aku lelah terus-terusan seperti ini,setiap hari yang kulihat hanyalah kegelapan.Itu yang selalu membuatku sesak.”jelas Luhan sambil menundukkan kepalanya.

“Gwenchana,setidaknya ada Baekhyun di sampingmu.Dan kau juga mempunyai kami sebagai temanmu.”

Luhan hanya tersenyum tipis.

***

“Hyung ikutlah denganku,aku akan pergi ke sungai han.”ucap Baekhyun.

“Anhi.”

“Ayolah hyung,hanya sebentar.Kai dan D.O sudah menungguku di sana.”paksa Baekhyun.

“Anhi,temanmu pasti merasa terganggu jika aku ada di sana.”tolak Luhan.

“Gwenchana,ayo pergi saja.”sahut Baekhyun sambil menarik tangan Luhan.

Tak lama,mereka sampai di dekat sungai han.Di sana Baekhyun melihat ada Kai dan D.O.

“Kau terlambat.”sahut Kai.

“Mian.”

“Luhan hyung juga di sini.”tambah Kai.

“Aku tidak mengganggu kan.”sucap Luhan.

“Anhi.”potong D.O,Luhan tersenyum.

“Lihat ini ada Baekhyun dan teman-temannya.”ucap Chanyeol yang baru datang bersamaTao,Kris dan Chen.

“Wae.”ucap Baekhyun sinis.

“Mau tanding basket”ajak Kris.

“Kalian pasti menang karena ada hyungnya Baekhyun.”sindir Tao.

“Dan yang ku dengar Luhan hyung itu hebat dalam permainan ini.”tambah Chen.

“Apa maksudmu.”ucap Baekhyun meninggikan nada bicaranya.

“Kalian salah,Luhan itu buta.Dia mana bisa main,untuk berjalan saja susah.”ledek Chanyeol dan di susul dengan tawa teman-temannya.

Baekhyun langsung marah dan mencengkram krah baju Chanyeol.

“Jangan pernah bicara seperti itu di depan hyungku.”gertak Baekhyun.

“Baekhyun gwenchana,itu memang benar.”sahut Luhan mencoba memegangi lengan Baekhun.

“Kau lihatkan,hyungmu saja tidak marah.”ucap Chanyeol membela diri.

“Aku tidak suka kau bicara seperti itu pada hyungku..!!!”bentak Baekhyun.

“Apa-apaan kau,lepaskan dia.santailah sedikit hyungmu itu memang buta jadi terima saja.”sahit Kris.

PWWOOOKK…pukulan Baekhyun mendarat di wajah Kris,sontak Kai dan D.O langsung memegangi Baekhyun.

“Kau jangan mencari masalah,pergilah.”ucap Kai.

“Kami juga mau pergi,dan awas kau.”sahut Kris.

“Kajja lagi pula aku tidak mau berteman dengan orang buta,itu begitu menyusahkan.”ucap Chanyeol.

“Tidak ada juga yang mau berteman denganmu.”ledek D.O

 “Awas saja jika dia berani berkata seperti itu lagi,maka akan kuhancurkan mereka.”ucap Baekhyun.

“Tenanglah.”sahut D.O

“Gwenchana.”ucap Luhan sambil memegangi Baekhuun.

“Kai,D.O aku pulang duluan,aku muak di sini.”pamit Baekhyun sambil menuntun Luhan.

***

Luhan duduk sendiri di dekat jendelanya,masih teringat olehnya perkataan Chanyeol padanya saat di sungai Han.Namun Luhan tidak bisa marah,dia hanya bisa tersenyum karena memang seperti itulah keadaannya.

“Hyung,kau melamun lagi.”ucap Baekhyun yang membuyarkan lamunan Luhan.

“Anhi.”ucap Luhan singkat.”

“Apa ada masalah,kau masih memikirkan perkataan Chanyeol?”

“Gwenchana.”

“Kau bohong,aku tau kau kesal.”Luhan hanya diam.

“Kau ini kenapa,selalu seperti ini.Selalu menyembunyikan masalahmu dariku aku tau apa yang kau rasakan.”

“Lalu apa yang bisa kulakukan.”

“Itulah masalahmu,kau hanya diam saat orang-orang menindasmu.Tidak bisakah kau melawan.”ucap Baekhyun.

“Aku memang tidak bisa,kau ingin tau apa yang membebaniku selama ini.Aku ingin pergi jauh,berlari sekencang-kencangnya menjauhi kehidupan ku saat ini.Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya mengeluarkan kemarahanku yang selama ini kupendam.Aku bertahan saat ini karena pesan dari eomma,aku butuh sandaran.Kau tau kenapa aku hanya bisa tersenyum,karena hanya dengan itu aku bisa menyembunyikan kesedihanku.”ucap Luhan panjang lebar,Baekhyun terdiam mendengar semua perkataan Luhan.

“Mianhae.”ucap Baekhyun.

“Keluarlah,aku ingin sendiri.”sahut Luhan pelan,Baekhyun lalu melangkah keluar.Dan saat ini rasa bersalahnya semakin besar setelah mendengar semua keluahan Luhan.

Baekhyun melangkah menuju kamarnya,dan merebahkan tubuhnya.Baekhyun menangis,dalam diam tangisannya pecah.Bukan karena bentakan dari Luhan tadi,tapi karena penyesalan atas apa yang telah dilakukannya dulu.

***

Luhan mimpi buruk,dalam tidurnya ia bertemu dengan Baekhyun.Wajahnya pucat dan langkahnya gontai dan Luhan melihatnya menangis.Luhan mencoba mendekat,saat Luhan akan menggapainya,hanya hampa udara yang terasa.Luhan mencoba mencari sosok Baekhyun,Luhan melihat tubuh Baekhyun yang perlahan menjauh.Luhan mencoba mengiringi langkah kecil Baekhyun,namun Luhan sama sekali tidak bisa bergerak.Dan..

“Baekhyun..!!”pekik Luhan seraya terbangun dari tidurnya.Baekhyun yang mendengar pekikan Luhan kaget dan langsung berlari menuju kamar Luhan.

“Hyung waegure..?”Tanya Baekhyun cemas.

“Baekhyun.”ucap Luhan sambil meraba-raba mencari Baekhyun.

“Aku di sini hyung,waegure.”sahut Baekhyun sambil memegangi tangan Luhan.

“Anhi..kajima.”Luhan terus memegangi tangan Baekhyun,seolah-olah dia takut Baekhyun pergi.

“Gwenchana hyung,aku disini kenapa kau sepertinya takut sekali.”Tanya Baekhyun.

Luhan menggeleng pelan.

“Baiklah,aku kekamarku dulu hyung,aku sedang merapikan tempat tidurku.”ucap Baekhyun seraya meninggalkan Luhan.

Luhan mencoba mengatur nafasnya,tapi detak jantungnya masih cepat.Mimpi itu seolah pertanda baginya,tapi dia tidak tau apa yang akan terjadi.

***

Baekhyun berjalan di dekat taman kota,dia terus terfikir apa yang dikatan Luhan semalam padanya.Dan saat ini Baekhyun sedang berusaha untuk mencarikan donor mata untuk Luhan.

Di seberang jalan,dia melihat Kai dan D.O yang sedang melambai kearahnya.reflek Baekhyun langsung berjalan menuju seberang,namun Baekhyun tidak melihat ada mobil yang melaju kencang kearahnya,dan BRAAKKKKK….

Tubuh Baekhyun terpental cukup jauh,kepalanya terbentur keras.Dan itu membuatnya tidak sadarkan diri,sontak Kai dan D.O langsung berlari kearah Baekhyun.Dan orang yang menabrak Baekhyunpun langsung keluar dalam keadaan panic.

“Baekhyun,Baekhyun ireona.”teriak D.O

“Cepat masukkan dia ke mobilku,kita harus membawanya kerumah sakit.”ucap si pengemudi yang terlihat masih duduk di bangku SMA itu karena dia memakai seragam SMA.Kai dan D.O langsung memasukkan Baekhyun ke dalam mobil.

Tak lama mereka sampai di rumah sakit.Tangan dan seragam namja itu sudah berlumuran darah akibat darah dari kepala Baekhyun.

Mereka menunggu cukup lama di dekat pintu ruangan Baekhyun.Setelah beberapa menit,barulah dokter yang memriksa Baekhyun keluar.

“Dokter waegure-yo.”Tanya Kai panic.

“Untuk saat ini dia masih belum sadarkan diri,dia mengeluarkan darah begitu banyak dan kondisinya begitu lemah.Sekarang hanya alat itu yang bisa memacu detak jantungnya,tunggulah sampai dia sadar.”ucap sang Dokter.

“YA..apa kau tau kau bias saja membunuhnya.”bentak Kai sambil mencengkram kerah baju namja itu.

“Kai..”tahan D.O sambil memegangi Kai.

“Mianhae.”ucap namja itu.

BUUKKK…

“Hanya itu yang kau ucapkan.Jika sampai Baekhyun kenapa-napa kau akan berurusan denganku.”gertak Kai. Namja itu hanya tertunduk sambil memegangi pipinya.

***

Luhan duduk bersama Lay dan Xiumin di taman rumahnya,Lay yang melihat Luhan begitu murung memukul pundak Luhan pelan.

“Waegure??”Tanya Lay,Luhan hanya diam.

“Kau kelihatannya gelisah.”tambah Xiumin.

“Dimana Baekhyun?”ucap Luhan.

“Tadi dia bilang dia akan keluar sebentar.”jawab Lay.

Tapi Luhan masih gelisah,ada sesuatu yang mengganggu pikirannya dan saat ini dia benar-benar ingin bertemu dengan Baekhyun.

***

Sudah berjam-jam Kai,D.O dan namja yang menabrak Baekhyun itu di rumah sakit.Dan tak lama barulah Baekhyun sadarkan diri.

“Baekhyun kau sudah sadar.”ucap D.O

Baekhyu ntersenyum tipis.

“Mian.”ucap namja yang di samping D.O.Baekhyun lalu melirik name tag yang ada pada seragam namja itu.

“Sehun,kau yang sudah menabrakku,sekarang aku minta kau harus lakukan sesuatu agar aku bisa memaafkanmu.”ucap Baekhyun dengan suara parau.

“Wae.”

“Aku mungkin sudah tidak kuat lagi,aku ingin kau menemani hyungku gantikan posisiku.”pinta Baekhyun.Dia lalu beralih pada Kai dan D.O.

“Dan untuk kalian,apapun yang terjadi padaku,jangan pernah kalian beritahu hyungku.Dan aku ingin memberikan mataku ini padanya.Sekarang waktuku untuk melihat sudah habis,sekarang gilirannya.Aku terlalu banyak membuatnya menderita.”

“Apa yang kau bicarakan,kau sudah tidak apa-apa.Kau itu kuat.”ucap Kai.Baekhyun hanya tersenyum.

“Tolong sampaikan pada hyungku kalau aku menyayanginya.”

***

Esok harinya,Xiumin dan Lay baru mengehtahui berita kematian Baekhyun saat Baekhyun akan di makamkan.Dan mereka juga tau tentang permintaan Baekhyun pada Sehun.Baekhyun juga tidak ingin Luhan tau tentang Baekhyun sebelum Luhan menerima donor mata Baekhyun.

Sehun melangkah menuju kamar Luhan,dia melihat Luhan yang sedang duduk di depan pianonya.

“Hyung.”sahut Sehun pelan,Luhan lalu menoleh ke sumber suara.

“Baekhyun,apa itu kau.”Tanya Luhan.

Sehun lalu mendekat.

“Ne.”sambungnya.

“Kenapa suaramu berubah?”Tanya Luhan lagi.

“Aku sedang flu hyung.”bohong Sehun.

“Kau dari mana saja,Kai bilang kau menginap di rumahnya.”

“Ini aku baru pulang.”

“Hyung,aku sudah menemukan donor mata untukmu.Kau bisa dioperasi 2 minggu lagi hyung.”

“Jinjja,kau tidak bohong.”ucap Luhan tidak percaya.

“Ne hyung,dan kau pasti bisa melihat lagi.”

“Kau benar,aku ingin sekali melihat wajahmu.aku sangat senang.”Sehun hanya tersenyum miris.

“Baiklah hyung,aku keluar sebentar.Kau tidak apa-apa aku tinggal sendiri kan hyung.”ucap Sehun,Luhan mengangguk.

***

Angin berhembus begitu kencang,membuat Luhan takut.

“Baekhyun.”ucap Luhan sambil mencoba berjalan menuju tempat tidurnya,namun tak sengaja kakinya tersandung dan tubuh Luhan terhempas ke lantai.

“Baekhyun.”ucap Luhan lagi,kini suaranya bergetar.

Tiba-tiba dia merasakan ada sebuah tangan yang membantunya berdiri,reflek Luhan kaget.

“Baekhyun.”Luhan bergunam pelan.

“Ne hyung,ini aku.Kau tidak apa-apa.”ucap sebuah suara yang mirip suara Baekhyun.

“Ne,bukankah tadi kau bilang kau akan keluar.”Tanya Luhan.

“Anhi,aku tau nanti akan ada angin kencang,jadi aku kembali aku takut jika terjadi sesuatu padamu.”

“Aku baik-baik saja.”

“Hyung jika aku benar-benar tidak ada di sampingmu,apa kau akan baik-baik saja,apa kau tidak akan terluka?”

“Maksudmu?”

“Jaga dirimu hyung disaat aku tidak ada.Dan dimanapun aku berada, kau harus selalu mengingatku.”suara itu mulai terdengar samar.Tiba-tiba angin kencang di sekitar Luhan berhenti bertiup.Dan tangan tadi yang memegang lengan Luhan pun sudah tak dirasakannya lagi.

“Baekhyun.”ucap Luhan,namun tak ada jawaban.

“Baekhyun,kau dimana??”tambah Luhan.

“Ne hyung.”sahut Sehun yang baru datang.

“Apa maksudmu kau akan pergi.”

“Anhi,aku hanya sebentar,aku sudah kembali.”jawab Sehun yang tidak mengerti apa maksud pertanyaan Luhan.

***

2 minggu sudah berlalu dan Luhan juga sudah dioperasi.Sekarang Sehun dan teman-teman Luhan sedang menunggu Dokter yang sedang membuka perban di mata Luhan.

“Hyung apa kau sudah siap untuk membuka matamu?”Tanya Sehun yang berdiri di antara Lay dan D.O.Luhan mengangguk.

Dokter lalu mebuka perban yang ada pada mata Luhan perlahan.Saat semua perban sudah terbuka,Luhan mengerjapkan matanya berkali-kali.Dia melihat orang yang ada didekatnya satu persatu.Luhan lalu tersenyum.

“Aku bisa melihat dengan jelas.”

“Syukurlah hyung.”ucap Sehun.

“Kau Baekhyun?”Tanya Luhan,Sehun hanya diam.

“Luhan aku senang kau bias melihat lagi.”potong Xiumin.

“Gomawo.”sahut Luhan.

“Hyung ada yang ingin kami perlihatkan padamu.”ucap D.O.

“Ini.”tambahnya sambil memberikan sebuah kamera pada Luhan.

“Ini apa?”Tanya Luhan.

“Itu sebuah video,kami akan keluar selagi kau menonton video itu.”ucap Lay sambil keluar dengan yang lainnya.

Luhan lalu duduk di tempat tidurnya sambil menonton video iti.Dia melihat ada seorang namja dengan wajah pucat dan di tubuhnya terpasang berbagai alat medis.

“Anyeong Luhan hyung,saat kau memutar video ini mungkin aku sudah tidak ada.Mata yang kau gunakan saat ini adalah mataku.aku mendonorkannya padamu karena aku tau aku tidak akan bisa bertahan lagi.Dan aku rasa itulah saatnya kau untuk melihat.”ucap namja itu yang tertnyata adalah Baekhyun.Disana terlihat bahwa dia berusaha menahan tangisnya.Namun Luhan masih tidak tau kalau itu adalah Baekhyun.

“Terima kasih karna kau sudah menjadi hyung yang baik untukku.Kau kuat,kau tidak pernah mengeluh bagaimanapun keadaanmu.Maaf aku hanya bisa menyampaikannya lewat video ini.Aku pasti tidak akan bisa membantumu lagi saat berjalan,karna mungkin itu tidak akan ada gunanya lagi.Maaf juga karna aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu berada di sisimu.Saat ini aku sangat merindukan eomma dan appa,karena itu aku akan menyusul mereka.”Luhan mulai mengerti maksud dari video itu dan seketika air matanya jatuh.

Dulu aku pernah berjanji akan menjadi matamu,dan baru sekarang aku bisa menepatinya.Hyung..walaupun aku sudah tidak ada nantinya,tapi jadikanlah aku sebagai memori terbesarmu.Walaupun wujudku tidak bisa kau lihat lagi,tapi aku akan selalu ada karena aku hidup sebagai matamu dan aku ada di dalam hatimu.Jaga dirimu baik-baik hyung,karena aku tidak akan bisa lagi melindungimu.Aku sengaja meminta pada Kai dan D.O untuk tidak memberitahumu.Karena aku takut kau marah dan kau pasti tidak akan mau menerima mataku.”Baekhyun mulai menangis,tapi dia masih mencoba untuk tersenyum.

Dan ini yang terakhir,lihatlah dunia untukku kau mau kan?? Jaga dirimu Baekhyun menyayangimu.”ucap Baekhyun sambil mengakhiri vidionya.

Usai melihat vidio itu,Luhan merasa jantungnya berhenti berdetak,ada sesuatu yang menghantam dadanya begitu keras.Nafasnya terasa tercekat.Dan dalam diam dia mencoba berteriak sekeras-kerasnya.

“BAEKHYUUNN..!!”ucapnya sambil menangis,reflek Sehun,Kai,D.O,Xiumin dan Lay masuk menuju kamarnya.

“Luhan tenanglah.”ucap Xiumin.

“Kenapa mimpi buruk bertubi-tubi menimpaku.Apa gunanya kau melihat sementara dia sudah tidak ada!!”pekik Luhan.

“Dia ada,dia ada di dalam matamu.”sahut Lay.

“Ini tidak mungkin!!.Semuanya terlalu cepat.Kenapa dia meninggalkanku.”ucap Luhan dalam tangisnya.

“Tenanglah hyung,kami akan mengantarkanmu ke tempat peristirahatan Baekhyun.”ucap Kai.

***

Luhan turun dari mobilnya,dan dia meminta agar teman-temannya tidak mengikutinya.

Saat Luhan sampai di sebuah nisan yang bertuliskan “BYUN BAEKHYUN” Luhan langsung tertunduk.

“Kenapa kau jahat sekali,Kau meninggalkanku sendiri sekarang.”ucap Luhan sambil menangis.

“Kau pergi meninggalkan ku untuk bertemu eomma dan appa,kau pasti sangat senang karena kau bisa melepas

rindumu.Sekarang apa gunanya aku hidup,kau sudah tidak ada di sampingku.Aku serasa hidup,tapi nyawaku pergi bersamamu.”Luhan terus bicara sambil mencoba menahan tangisnya.

Tiba-tiba udara di sekitar Luhan terasa berbeda,Angin berhembus kencang,hal ini sama seperti yang waktu itu dirasakan Luhan.Luhan menutup matanya, terasa jelas olehnya ada yang memegangi lengannya.Samar-samar Luhan mendengar suara bisikan tepat di telinganya.

“Hiduplah untukku hyung.”suara itulah yang terdengar oleh Luhan,dan Luhan tau itu adalah suara Baekhyun.

Tak lama angin kencang itu terasa menjauh,Luhan membuka matanya dan dia melihat Baekhyun yang perlahan melangkah menjauh sambil tersenyum kearahnya.Dan Baekhyun pergi seiring dengan hembusan angin.

***

Luhan tau permintaan terbesar Baekhyun adalah Luhan harus tetap hidup dan membiarkan Baekhyun menjadi matanya.Dan dengan menjalani hidupnya Luhan bisa mengenang Baekhyun.Kepergian Baekhyun meninggalkan kesedihan bagi Luhan,tapi walaupun tidak ada lagi dongsaeng yang bernama Baekhyun lagi bagi Luhan,tapi Baekhyun akan tetap menjadi memory terbesar Luhan.

 

END..

 

 gimana,mian kalau agak gaje dan alurnya kecepetan,miaan banget😀 kasih komentarnya ne😉

 

 

Sampingan

Kiss You Chap 3

Gambar

KISS YOU CHAP 3

Author : Giadore Lu /@alifiaannisaa

Casts : Oh Sehun, Park Eunmi, Park Eunji, Jung Hyo In, Doo Kyungsoo, Byun Baekhyun and all EXO’s member.

Genre : School Life, Comedy, Absurd, Romance etc.

Rating : tidak baik dikonsumsi bayi karena mengandung racun berbahaya.

Lenght : Chaptered

~*~*~*

                EUNMI POV

Aku lari, berlari dan terus berlari. Sepertinya jika jadi pacar Sehun aku akan menang lomba lari maraton -___-

Dan preman sinting tadi, ah Gila!!! Dia masih mengikuti kami. Sialan!!

Sehun berlari kencang sekali dan..

BRUKK

Aku jatuh, tidak berdarah sih tapi sakit -_-

“Eunmi-ya, fokus. Jangan lengah” protes Sehun, dan tanpa babibu dia malah menggendongku didepan dadanya.

“Hei YAK!! APA YANG MAU KAU LAKUKAN PADAKUMESUUUUM!!”

“sudah jangan banyak cencong” Ucap Sehun dengan mata yang tajam, seakan akan ada kilat dimatanya #wuih

Aku takjub, takut, khawatir, senang dan lain sebagainya. Akhirnya aku eh, maksudnya kami selamat dari kejaran setan tadi. Cukup takjub aku pada Sehun bisa lari kencang dengan posisi menggendongku tadi. Dan sekarang aku bagaimana? Aku sudah terjebak diapartemennya dan parahnya pintu apartemennya pakai password -____-

Sehun mendudukanku di sofa dan dia membuka bajunya. Sialan, SEHUN JANGAN PERKAOS AKU T__T

Sehun semakin dekat kearahku

Mati aku, jantungku berdegup makin kencang

“Eunmi…”

OH AYAH, IBU, OPPAKU PARK CHANYEOL SELAMATKAN SATU SATUNYA ANAK PEREMPUAN DALAM KELUARGAMU. DIA AKAN MEMPERKAOSKANKU

Dia berjalan makin dekat kearahku dan aku mati rasa

Keringat dingin mulai bercucuran dikeningku dan..

“Eunmi, tolong bersihkan luka dipunggung ini. Sakit sekali”

=_____=

Untunglah aku tidak diperkosa. Ke PD-an sekali aku ingin diperkosanya, selera Sehun kan tinggi dan aku sadar aku ini pendek (akhirnya aku sadar juga) #apaini -_-

“tolong pelan-pelan” ucapnya dan aku langsung saja membersihkan luka dipunggungnya. Sialan, mulus juga punggungnya ternyata. Dan aku pikir-pikir enak juga dipakai untuk bersandar, hihihi.. yak! Eunmi buanglah pikiran busukmu itu. Punggungnya itu seharusnya dibeginikan..

“YAK MONYET! PELAN PELAN JIKA KAU TAK MAU MATI”

Akhirnya Sehun kembali kesebelumnya, memanggilku dengan sebutan monyet. Monyet begini dia juga mau memacariku -_-

Cha~ sudah selesai, tinggal memakai perban saja.

Yah posisinya tidak memungkinkan sehingga aku seperti memeluk Sehun, semoga Sehun tidak bau. Amin -____-

Dan do’aku terkabul, Sehun bukannya bau keringat malah bau sabun bayi atau bedak bayi. Yah khayalanku sedang baik mungkin hari ini sehingga aku malah mengira bau sehun adalah bau bayi. Yang benar saja. eh? Benar-benar bau bayi?

“Sehun apa kau pakai sabun bayi? Baby cologne atau sejenisnya?”

“apa untungnya kau bertanya seperti itu, mau kau makan semua barang yang kau sebut tadi?”

Sialan, ingin sekali aku hajar wajahnya. Tapi ya, aku takut juga pada Sehun -___- wajahnya sudah bonyok begitu aku tinju dengan kekuatan Haruno Sakura nantinya malah makin hancur.

“Eh Sehun mukamu berdarah.. sini aku plester” ucapku sok baik, tapi aslinya aku kan memang baik. Oh ayolah, siapa yang tidak kasihan pada muka seorang Sehun yang seperti ini.

Tumben sekali dia diam saja, aku kira dia akan terus berceloteh seperti tadi.

Muka Sehun mulus, kulitku saja kalah mulusnya dengan kulitnya. Wajahnya cocok jadi model,  benar-benar cocok sebagai model, ya.. model pakaian dalam😄

Sekarang aku jadi merasakan hawa aneh, yah Sehun kenapa malah diam saja. dan ternyata dia sudah tertidur sambil bersandar di sofa -____-

Hah, kenapa aku tidak tau kalau dia sudah tidur. Abis matanya sipit sekali, dan dari tadi aku hanya sibuk memberi antiseptik dikeningnya. Ya sudahlah, aku juga sudah mengantuk.. aku tidak punya waktu untuk pulang, ayah dan ibu ku juga tidak dirumah. Terpaksalah aku menginap dirumahnya.

Tapi aku tidak langsung tidur, kasihan juga kan namja ini topless -____-

Aku harus cari selimut, aku tidak mungkin pakaikan Sehun baju yang tadi, habisnya sudah kotor. Dan maafkan aku Sehun, aku lancang masuk kekamarku. Aku janji kok hanya mengambil selimut dan kembali ke ruang tamu.

“maafkan aku ya Sehun” ucapku padanya, sudah pasti dia tak akan merespon. Dia kan sudah tidur -____-

Lalu aku pergi kekamarnya, sesuai janji hanya mengambil selimut Sehun. mataku sempat memandangi semua perabotan dikamarnya, aduh Eunmi ingatlah hanya selimut bukan yang lain.

Tapi aku juga butuh bantal, bantal sofa kan sakit dipakai. Yah, tak ada salahnya juga membawa keluar bantal Sehun.

Dan alhasil aku membawa selimut dan semua bantal Sehun (bantalnya Cuma ada 2 -_-) , tapi dijalan aku berhenti melihat sesuatu dimeja belajarnya Sehun. ada cincin seperti punyaku, kira-kira aku menghilangkannya beberapa tahun yang lalu. Aku ambil ah~

PARK EUNMI, INI PUNYA SEHUN!! ya tuhan, aku hampir saja mengambil benda pribadi Sehun. untung saja tidak jadi, kalau jadi aku bisa berdosa ini #tumben ingat Tuhan -_-

Dan aku kembali keruang tamu. Kasihan Sehun pasti sudah kedinginan. Aku pun menyelimutinya dan menidurinya(?) lalu meletakan kepalanya kebantal. Mau tak mau ya terpaksa aku merangkul Sehun, sehingga jarak muka kami kira-kira hanya 5 cm. Aku jaga jarak dengan muka Sehun dan mulut Sehun yang terbuka saat tidur. Soalnya aku mencium bau alkohol dari nafas mulut Sehun.

Heeh bayi ini minum alkohol -__-

Yasudah, untuk apa aku pikirkan. Lebih baik aku tidur

Aku meletakan bantal satunya lagi dilantai dan mendaratkan kepalaku di bantal. Wangi bantalnya astaga, wangi bayi lagi.. ah~ aku suka anak bayi, hingga aku tertidur -____-

~*~*~*~*

Sehun membuka bajunya dan mendekat kearahku, ia menyudutkanku ke dinding dan menyobek bajuku

“ANDWAEEEE!!!”

Hah ternyata hanya mimpi buruk, pakaianku? Ah masih lengkap.

“eung..”

Sehun melenguh, loh? Kenapa jadi aku yang ada di sofanya dan memakai selimut? Dan sejak kapan sehun sudah memakai sweater?

Aku melirik ponselku. Pukul 05.00

Aku harus pulang dan bergegas ke sekolah. Kuharap Chanyeol oppa aka tiang listrik (oppanya Eunmi) belum bangun. Dan aku bisa mengendap-endap lewat dapur. Ya, ide yang bagus

“Sehun, hei  Sehun.. tidurlah di sofa” ucapku, kasihan juga ya dia. aku tidak tega membangunkannya sehingga aku hanya bisa menyelimutinya

“Gomawo..”

Ne Cheonma baby Sehun :*

“Hyo In..”

DEG

Hyo In? Jadi dia menganggapku Hyo In? Kenapa dia sih? Kenapa aku jadi cemburu begini.

DRRT DRRT

Untung saja getaran ponsel menyadarkanku, aku harus segera pulang.

Password pintu apartemen Sehun apa sih? 123456 tidak bisa

Coba 090394 bisa O_O itu tanggal ulang tahunku, 3 September 94. Lalu apa hubungannya dengan Hyo In. Ayolah Eunmi~ berhenti berdebat dengan pikiranmu, kau harus segera pulang

~*~*~*~

aku benci pagi ini, lelah menyelimuti diriku. Sangat sial sekali tadi, aku memanjat kaca dapur sampai rok ku sobek dan parahnya pintu dapur tidak dikunci. SIALLL SIAL!!! DAN si Tiang Listrik Chanyeol menginap dirumah temannya. Jadi untuk apa aku ber-akting segala. Aduh Sial!!

Lebih baik aku mengistirahatkan jiwa dan ragaku. Aku akan mandi jam 7 saja, telat sedikit tidak apalah, sekarang hari sabtu

~*~*~*~

SEHUN POV

“Kyungsoo.. mana Baekhyun?”

“entahlah, mungkin mengikuti pacar barunya. Teman pacarmu itu”

“Oh iya? Apa kau melihat Eunmi?”

“Aniyo”

Eunmi tidak datang? Apa dia membolos, dasar pemalas. Tapi dia tak separah aku membolos yang kadang-kadang sebulan bisa bolos seminggu, yah tak masalah.. sekolah ini punyaku kan, tidak ada yang bisa protes.

Aku telepon saja monyet itu, yah rasanya aneh kalau tidak bertengkar dengannya.. rasanya aku mau mati.. #Sehun sok dramatis -___-

Kuketikan nomor-nomor yang sudah kuhafal diluar kepala, entahlah kenapa aku bisa menghafal nomor-nomor ini -____-

TUTT TUUUUTT

‘Nomor  yang anda hubungi sedang tidak aktif atau sedang berada diluar jangkauan, silahkan—‘

PIP

Sialan, beraninya dia tidak mengangkat telepon dariku. Apa dia mau mati hah

DRRTT DRRTT

“yeoboseyo, eunmi..?”

“hahaha.. kau pasti berfikir aku ini pacar monyetmu itu yah? Haha”

Sialan, siapa ini?

“Siapa kau? Apa maumu?”

“Hei Sehun, apa kau lupa dengan perjanjian kita. Sudah ku perintahkan supaya kau tidak menemui Hyo In lagi.. dan apa? Kau melanggar janji. Dan aku akan menghukum orang yang melanggar janji”

“Lalu apa yang akan aku lakukan? Membayarmu bodoh?”

“hei santai saja, hukumannya sudah kulaksanakan sekarang. Pacar monyetmu ada ditanganku sekarang dan aku ingin membalaskan dendamku padanya semalam”

“JANGAN PERNAH SENTUH DIA, JIKA KAU MENYENTUHNYA SEUJUNG RAMBUT  SAJA KAU AKAN MATI!”

“hei santailah.. baiklah, jika begitu temui aku di asdfghjkl”

PIP

Ada satu pesan

From : XXX

Jangan lupa, gadismu ada di tanganku. Jika kau tidak datang dia tak akan selamat

 Hahaha, ayo kita bertemu ditempat biasa

Kulempar ponselku ke sembarang arah dan pergi ke tempat aku dan musuh bebuyutanku biasa berkelahi.

“Sehun!! Kau mau kemana?” teriak Kyungsoo

“Aku akan berkelahi dengan si iblis Jihoon, pacar Hyo In”

“HEI SEHUN TUNGGU AKU!!”

Aku berlari dimana iblis itu menahan Eunmi, tak ada waktuku untuk mengumpulkan orang-orang

~*~*~*~*

EUNMI POV

“Eunmi-ya, ireona..”

Heuh, siapa sih yang berani mengganggu tidur cantikku ini. Aku buka mataku.

“Oh Kau Eunji, sedang apa disini? Lebih baik kau pulang” ucapku malas dan tidur lagi.

“Begitukah kau menyambut cintamu sayang #hueeks, Eunmi Chanyeol oppa  ada disini. Bisa-bisa dia memberi tau ibumu kalau kau membolos hari ini”

“BILANG PADANYA AKU SAKIT.. KUMOHON JANGAN BERI TAHU PADANYA, USAHAKAN SUPAYA DIA TIDAK MASUK KE KAMARKU” ucapku panik dan lari kesana kemari saking paniknya, ibuku itu seperti macan keluar kandang jika sedang marah -__-

“Huh dasar pemalas… tidak ada Chanyeol disini. Lihat apa yang aku bawa” ucap Eunji, wah ada ramen. Teman yang pengertiaaaaaaaan :*

“Terima kasih sayangku” ucapku dan mengambil ramen tadi dan..

“eittss, kau mandi dulu sana. Kau bau dan lihat lah wajah anehmu itu dikaca”

Yah.. padahal aku sudah lapar sekali, tapi mau tak mau DEMI MAKANAN!! EVERYTHING I DO, I DO IT FOR YOU #malah nyanyi -__-

 ~*~*~*~*

“kenapa kau bolos?” tanya Eunji. Yah aku pura-pura tuli dengan teman ku yang sok rajin ini.

“Apa? Kau bilang apa?”

“KENAPA KAU BOLOS? KAU PUNYA TELINGA TIDAK?”

“Ya Tuhan, tidak usah pakai urat Eunji.. aku bolos hmm.. kan hanya sehari”

“ya kau enak-enakan disini dan Sehun disekolah mengikutiku kemanapun sampai ke wc pun diikutinya demi mencarimu bodoh!”

Sehun mencariku? Ahaha.. kenapa aku jadi senang begini

“Kenapa kau senyam senyum begitu ayam, efek kau membolos terkena padaku. Dan aku ingin tanya kenapa kau langsung pergi saja semalam eoh?”

“karena aku sakit hati bodoh, apa kau suka dikatakan dada rata, muka kusam dan pendek apa?”

“iya sih.. setidaknya dadaku tak serata punyamu”

Dasar manusia barbar, beraninya bicara seperti itu padaku.

“eh.. maafkan aku Eunmi. Kau tau, kemarin malam Sehun membelamu.. dia mengata-ngatai Hyo In wanita murahan” ucap Eunji, apa aku tak salah dengar?

“memang dia bilang apa?”

“Dadanya memang rata, mukanya memang kusam, pendek dan apa lagi? Rambutnya kurang panjang? Setidaknya dia tidak murahan sepertimu. Yah kalau aku tak salah dia bicara seperti itu”

Hah yang benar saja, Eunmi yang bodinya tak seperti Miranda Kerr ini dibela oleh Oh Sehun yang seleranya tinggi itu. Yah mukaku pasti sudah merah sekarang, seperti naik paus akrobatis menuju rasi bintang paling manis #ngiklan

TOK TOK TOK

“EUNMI-YA, BUKA PINTUNYA!!!”

Siapa sih, mengganggu kesenangan orang saja

“EUNMI-YA, BUKA PPALIWA!!!”

Aku bukakan pintunya dan ada Baekhyun ternyata.

“SEHUN HILANG EUNMI” ucap Baekhyun dengan nafas tersenggal. Yah meski aku sedikit benci dengan monyet afrika seperti Baekhyun ini #maafkanSayaT^T  tapi sebagai tamu kita harus mempersilahkannya duduk kan?

“duduk dulu baru bicara”

“Eunmi-ya tidak ada waktu. Sehun hilang..” jelasnya, haha jelas saja dia mengarang . anak seperti Sehun bisa hilang,

“kau mengarang, hahaha.. kalian ini akal-akalan saja. sedangkan itik yang dilepas saja bisa pulang dengan sendirinya kerumah.” Ucapku tertawa garing.

“Yak! Dia akan bertengkar dengan seseorang gara-gara kau bodoh!” hah, D.O? Dari mana dia tau alamatku. Haha ada pangeran D.O disini..

“D.O kenapa kau disini?”

“tak ada waktu berbasa-basi, kau harus pergi mencari Sehun!”

“hah!? kenapa aku harus ikut?”

“Kau bodoh! jelas-jelas dia mencarimu, dia berfikir kau disakiti oleh musuhnya dan dia mengancam Sehun jika tidak datang dia membunuhmu. Padahal kau ada disini” jelas D.O panjang lebar

Tunggu, apa maksud mengancam Sehun dan membunuhku? Atau jangan-jangan? ORANG GILA MALAM ITU. OH TIDAK! OH SEHUN JANGAN TEMUI DIAA!!!!!!

 TBC..

12 Prince And Girl’s in The Fantasy World Part 1

fg

12 Prince And Girl’s in The Fantasy World

Part 1

Author :

  • Kimberly Sky

Main Cast :

  • Kim Naomi (OC)

  • Kim Yumi (OC)

  • All Member EXO

Other Cast :

  • Find By Yourself

Genre :

  • Fantasy

  • Friendship

anyeong readers,kim dateng bawa FF Fantasy…ini ff Fantasy pertama dari Kim jadi mohon masukannya ya ^_^
jangan lupa komentarnya untuk mastiin FF ini bisa lanjut atau nggak :)))

 ***

“Aku akan memberikan tugas pdamu,apakah kau sanggup menerimanya??”
“Apa itu dewi?”
“Kau akan kukirim ke bumi untuk mencari ke 12 pangeran dalam ramalan”
“Bukankah itu hanya mitos belaka,lagipula kenapa harus aku”
“Tidak,cerita dalam ramalan itu memang ada.Kau harus melindungi keduabelas pangeran itu dari incaran pemimpin dark blits,selain ituhanya kau yang bisa mengendalikan keduabelas kekuatan berbagai elemen karena batu permata biru yang ada di dalam tubuhmu.”
“Bisakah kau memberiku sedikit petunjuk?? Bagaimana bisa aku menemukan mereka”
“Kau cukup melihat punggung tangan mereka,jika kau melihat salah satu lambang di punggung tangan namja yang kau temui,maka dialah salah satu dari mereka terkena sinar bulan.Sekarang apa kau mengerti??”
“Ne,arraseo.”

***

Kriiiing…Kriiinggg….

Suara alarm pagi yang begitu nyaring terdengar,namun suara dering itu tak cukup yeoja yang sedang tertidur pulas di ranjangnya bangun.hingga beberapa kali berbunyi,barulah yeoja itu terbangun.

“OMMO..!! ini sudah jam berapa!!” pekik yeoja itu seraya berlari menuju kamar mandinya.

“Aish jinjja..jika aku terlambat lagi Joon seosangnim pasti tidak akan lagi memaafkanku.”gunamI yeoja itu.

Inilah keseharian yang selalu di lalui Yumi,yang selalu bermasalah dengan paginya.Yeoja yang baru duduk di bangku kelas 2 SMA itu selalu memulai paginya dengan kata terlambat.Yumi adalah yeoja yang terbilang mandiri karena dia tinggal di Korea seorang diri karena eomma dan appanya sibuk di China.

Namun Yumi tidak pernah merasa kesepian karena ada teman-temannya yang selalu menamaninya,bisa di bilang sahabat.

***

Paran High School

Tak lama Yumi sudah tiba di seklahnya,usai memarkinkan mobil Yumi langsung berlari menuju kelasnya.Benar saja saat itu Joon seosangnim baru saja memulai pelajarannya.

“Anyeong seosangnim.”sapa Yumi ragu-ragu.

“Kim YUMI !!! Ini sudah kali berapa kau terlambat eoh !!”ucap Joon seosangnim dengan nada kesal.

“Mianhae seosangnim,jeongmal mianhae aku sungguh menyesal.”ucap Yumi dengan wajah memelas.

“Sekali ini,ingat hanya sekali ini aku akan memberimu kesempatan,tapi jika sekali lagi kau terlambat,aku akan mengusir mu.Arra!!.”

Ne,hamsamida seosangnim.”ucap Yumi sambil berjalan menuju bangkunya.

“Ya pabo-ya,kali ini apa alasanmu eoh kau selalu saja terlambat dasar pemalas.”ucap Chanyeol yang duduk di belakang Yumi sambil menjitak kepala Yumi pelan.

“YA !! Appo..”pekik Yumi kesakitan.

“Apa jam weker di rumahmu kurang keras ?? atau apa perlu kami rekam suara Baekhyun untukmu..??”kali ini Kai angkat bicara diiringi tawa dari teman-temannya.

“Kalian pikir aku tidak bisa mendengar,aku bisa mendengar suara weker ku.Hanya saja mataku tidak bisa terbuka.”elak Yumi

“Lain kali jangan terlambat lagi,Arra.Atau salah satu dari kami perlu menjemputmu.”ucap Xiumin sambil mengacak-ngacak rambut Yumi pelan.

“Oppa kan aku bisa berangkat dengan mobilku sendiri.”

“Arraseo,arraseo.”ucap Xiumin angguk-angguk.

***

Saat pertukaran pelajaran,guru yang mengajar di kelas Yumi tidak bisa hadir jadi semua murid hanya bermain-main di kelas.

Begitu juga dengan Kai,Chanyeol,Baekhyun,Sehun,Tao,Xiumin dan Yumi yang sibuk berbicara sambil sesekali tertawa keras.Dari arah belakang,Yeejin yang merupakan yeoja yang paling di benci Yumi memperhatikan dari belakang dengan wajah kesal.

“YA,yeoja pemalas sesusah itukah kau bangun pagi.Atau jangan-jangan kau pergi ke sekolah tadi tidak sempat mandi.”sorak Yeejin dan itu membuat suara tawa di kelas menggema.

“YA..!! Kau jaga bicaramu.”bentak Yumi kesal.

“Bukankah itu memang kenyataan.”sahut Yeejin sambil mencibir kearah Yumi.

“Kau…”saat Yumi ingin menghampiri Sehun langsung menahannya.

“Tahan Yumi apa kau mau Junhyung kesini dan menimbulkan perkelahian.”tahan Sehun.

“Biarkan saja,dia pikir aku takut dengan namja chingunya itu.”

“Apa kau mau kita masuk ke ruangan kepala sekolah lagi??”ucap Tao dan itu membuat Yumi terdiam.

“Terserah.”ucap Yumi akhirnya sambil duduk kebali ke bangkunya.

“Awas saja kau,jika sekali lagi kau bicara seperti itu.Aku tidak akan segan-segan memukulmu.”bentak Yumi sambil menahan amarahnya.

***

Namgyon High School

“Hyung apa kau tau bahwa di kelas kita ini akan ada siswa pindahan??”ucap D.O sembari duduk di samping Luhan.

“Anhi.”jawab Luhan singkat.

“Aku sudah tau,katanya dia pindahan dari Amerika.”sorong Suho.

“Yeoja atau Namja??”tanya Luhan.

“Kalau tidak salah Yeoja.”jawab Suho lalu menghentikan pembicaraannya setelah Jang seosangnim masuk.

“Anyeong.”sapa Jang seosangnim.

“Anyeong sem.”jawab mereka serentak.

“Hari ini seperti yang kalian tahu bahwa kelas kita akan kedatangan murid baru.Jadi sopanlah kepadanya karena dia baru disini.Naomi silahkan masuk.”perintah Jang seosangnim.

Naomi lalu berjalan perlahan ke kelas,dengan ekspresi datar dia memperhatikan teman barunya satu-persatu,

“Anyeonghaseyo,naneun Kim Naomi imnida.Aku murid pindahan dari Amerika jadi mohon bantuannya.”ucap Naomi sambil memberi salam.

“Sekarang kalian sudah tau siapa nama namanya kan,dan Naomi sekarang kau boleh duduk di bangku sebelah sana.”perintah Jang seosangnim,Naomi mengangguk sambil berjalan menuju bangku barunya.

***

Saat jam istirahat Naomi sibuk membaca buku yang di pegangnya,Suho,D.O,Kris,Chen,Luhan dan Lay yang saat itu juga sibuk bermain di dalam kelas sempat melihat Minhyuk dan teman-temannya yang merupakan kawanan pembuat onar itu berjalan menuju bangku Naomi.

Anyeong yeoja yeppo,kenalkan aku Minhyuk.”ucap Minhyuk sambil mengulurkan tangannya,namun tidak ada pergerakan sedikitpun dari Naomi.

“Boleh aku tau siapa namamu??”tambah Minhyuk.

“Bukankah kau sudah tau siapa namaku tadi.”jawab Naomi ketus sambil membalikkan lembar bukunya.

“Tapi aku sudah lupa,bisa sebutkan lagi.”

Naomi tidak berkata apa-apa tapi dia hanya memperlihatkan name tag yang ada di seragamnya ke Minhyuk..Minhyuk hanya mengangguk kecil.

“Jadi Naomi apa kau mau menjadi temanku.”

“Aku tidah butuh teman,dan sekarang kau dan teman-temanmu bisa pergi.”ucap Naomi datar.

“YA..apa kau tau Minhyuk adalah idola di sekolah ini,seharusnya kau senang dia mau berteman denganmu.”ucap salah satu teman Minhyuk yang bernama Kim woo dengan nada kesal.Mendengar perkataan Kim woo,Luhan dan teman-temannya hanya tertawa geli.

“Oh ya,aku baru tau.”sahut Naomi santai.

“Jadi kau mau berteman degan ku kan.”tanya Minhyuk sekali lagi.

“Aku tidak bilang kalau aku mau kan,i’m need no one.”ucap Naomi ketus.

“Baiklah,kalau begitu ayo kita pergi.”ucap Minhyuk sambil melangkah pergi.

“Dan aku tegaskan sekali lagi,akan kupastikan kau tidak akan pernah mempunyai teman selama kau bersekolah di sini.Ingat itu baik-baik Napeun Yeoja.”saat Minhyuk selesai mengucapkan kata-kata itu,sebuah sepatu melayang begitu saja dan lansung mengenai pipi kiri Munhyuk.

“Apakau sudah selesai bicara !!”sahut Naomi sambil berjalan kearah Minhyuk untuk mengambil sepatunya.

“YA..berani-beraninya kau melakukan ini padaku.”ucap Minhyuk dengan nada membentak.

“Kau ingin cari masalah.”ucap Ilwon mencoba sabar.

“Jadi aku harus bilan what can i do dan meminta maaf padamu.”sahut Naomi sambil tersenyum tipis.

“Awas saja kau,urusanmu dengan kami belum selesai nona.”ancam Minhyuk kemudian berlalu bersama teman-temannya.

Naomi hanya tersenyum tipis sambil berjalan menuju bangkunya.

“Baru kali ini aku melihat ada yeoja sedingin dia,bagaimana menurutmu hyung..??”ucap D.O berbisik kepada Kris.Kris hanya mengangguk enteng mengiyakan perkataan D.O.

“Padahal dari tampangnya tidak ada jutek-juteknya sama sekali.”ucap Chen selanjutnya.

“Sebaiknya kalian jangan membicarakan seseorang.”ucap Luhan santai.

“Arraseo.”jawab mereka serentak.Naomi yang sebenarnya sudah mendengar percakapan itu hanya diam sambil tersenyum.

***

Naomi melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal karena saat itu hari tengah hujan.Dan tiba-tiba saja hal yang tidak diinginkan Naomi terjadi,mobilnya seketika mati tanpa sebab.Terpaksa Naomi keluar dari mobilnya untuk mencari tumpangan.

Dari arah berlawanan,terlihat mobil Chen tengah melaju,namun Chen berhenti sejenak melihat seorang yeoja yang tengah berdiri di tepi jalan dalam keaadaan kehujanan.Chen lalu menepi dan membuka kaca mobilnya.

“Kau Naomi kan.”ucap Chen kaget yang melihat yeoja itu ternyata adalah Naomi teman sekelasnya.Namun Naomi hanya tersenyum tipis.

“Butuh tumpangan?”tawar Chen.

“Anhi.”jawab Naomi singkat,namun tanpa aba-aba Chen langsung keluar dari mobilnya dan menarik Naomi kedalam mobilnya begitu saja.

“YA..apa yang kau lakukan.”ucap Naomi dengan nada kesal.

“Mana mungkin aku membiarkan yeoja yang sedang kehujanan sendirian dan terlebih lagi kau adalah temanku.”ucap Chen sambil menjalankan mobilnya.

“Beri aku alamatmu biar aku bisa mengantarmu.”pinta Chen.

“Tidak akan ku berikan alamat ku padamu.”

“Baiklah,kalau begitu kau di rumah ku dulu saja,selesai hujan kau baru bisa pulang.Lagi pula ini sudah hampir malam.”

“Terserah kau saja.”mendengar jawaban dari Naomi,Chen hanya tersenyum.

Tak beberapa lama mereka sampai di rumah Chen,dan Naomi mengikuti Chen berjalan dari belakang.

“Silahkan duduk dulu,aku akan mengambilkan handuk untukmu.”

“Di mana orangtuamu??”tanya Naomi sambil duduk di sofa.

“Mereka bekerja,jadi hanya aku yang tinggal di rumah ini.”jawab Chen sambol duduk di samping Naomi.

“Soal yang di kelas tadi,baru kali ini aku lihat ada yeoja yang berani dengan Minhyuk.”

“Berarti aku yang pertama.”ucap Naomi asal.

“Dan kau bilang kau tidak butuh teman,lalu bagaimana denganku.Bukankah kita sudah jadi teman.”

“Aku memang tak butuh teman,jadi kau adalah teman pertama ku.”jawab Naomi spontan.

“Jinjja.”

“Ne.”

Tak beberapa lama Naomi sadar bahwa hari sudah malam,dia harus segera pulang.

“Chen-ssi aku harus segera pulang,hari sudah malam.”

“Aku akan mengantarmu.”tawar Chen.

“Anhi,aku tidak mau.”tolak Naomi.

“Tapi ini sudah malam,bahaya.”tegas Chen.

“Aku bisa menjaga diri,gwenchana aku pergi.”pamit Naomi kemudian keluar dari rumah Chen.

Melihat hari yang hampir hujan,Chen bermaksud memberikan payung pada Naomi.Chen lalu berlari keluar rumahnya dan hendak mengejar Naomi yang tak jauh darinya.

“Naomi tunggu sebentar.”pekik Chen,sejenak Naomi berhenti dan Chen langsung menyusulnya.

“Bawa payung ini.”saat Chen mengulurkan tangannta,tiba-tiba saja hal yang membuat Naomi terkejut terjadi.Punggung tangan Chen yang terkena sinar bulan mengeluarkan simbol yang berlambangkan kalajengking yang di kelilingi cahaya biru.

“Kau…”ucap Naomi sambil terus memperhatikan tangan Chen.

“Kenapa,hal ini sudah biasa terjadi bila tanganku terkena sinar bilan.”

“Apa kau tau ini apa artinya.”

“Molla.”ucap Chen sambil menggeleng.Naomi lalu mengambil nafas panjang dan langsung menarik Chen kembali kerumahnya.

“Aku ingin memberi tahukanmu sebuah hal penting,aku akan menceritakan siapa aku,siapa kau yang sebenarnya,dan apa tujuanku ke sini.”ucap Naomi dengan nada serius.

“Aku sudah tau,kau adalah Naomi,aku adalah Chen,dan kau kesini untuk berteduh.Benarkan.”jawab Chen asal.Sejenak Naomi menepuk jidatnya pelan.

“Aku serius,sebenarnya aku adalah putri fiolet yang dikirim dari negri langit.Dan kau adalah pangeran fantasy dan tujuanku kemari untuk mencarimu.”jelas Naomi panjang lebar,sejenak Chen terdiam dia memperhatikan Naomi lekat-lekat.Dan sebuah tawa pecah dari mulut Chen.

“Kau bilang apa tadi,seorang putri dari negri langit.Dan aku adalah pangeran fantasy.Ayolah Naomi ini bukan fiksi.”ucap Chen di sela tawanya.

“YA!!! Aku tidak sedang bercanda ini nyata !!”ucap Naomi dengan nada kesal.

“Arraseo,tapi bagaimana aku bisa percaya.”sahut Chen yang masih tertawa geli.

Naomi lalu menarik Chen keluar dari rumahnya dan berniat untuk menunjukkan sesuatu pada Chen.

“Kau berdiri di sini dan perhatikan aku baik-baik.”

“Apa yang kau lakukan.”tanya Chen heran,namun Naomi tetap berjalan dan berdiri tepat di bawah cahaya bulan.

Tiba-tiba suatu hal yang membuat Chen kaget terjadi,di bawah sinar bulan.Sepasang sayap putih keluar dari punggung Naomi.Chen menjadi kaku,dia tidak dapat bergerak sama sekali.Hingga Naomi berjalan kearahnya.

“Sekarang apa kau percaya.”

“Kau..Kau siapa.”tanya Chen terbata-bata.

“Aku adalah Naomi.”

“Aku serius.”

“Bukankah tadi sudah ku bilang,aku adalah putr fiolet,dan kau adalah pangeran fantasy”

“Bagaimana bisa.”ucap Chen tidak percaya.

“Aku tau itu dari lambang yang ada di tanganmu.Aku di tugaskan oleh dewi langit untuk mencari keduabelas pangeran fantasy dan salah satunya adalah kau.”

“Jinjja.”

“Ne,di tanganmu ada lambang kalajengking berarti kau memiliki kekuatan guntur atau lebih tepatnya petir.”

“Kau bilang kau mencari 12 pangeran dan salah satunya adalah aku,berarti tinggal 11 orang lagi kan.”

“Ne,jadi apakah kau mau menolongku,tapi tolong rahasiakan ini.”

“Arraseo.”

“Yakseok.”ucap Naomi sambil mengangkat jari kelingkingnya.

“Ne.”sahut Chen sambil menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Naomi.

Naomi POV

Aku sudah menemukan satu diantara mereka,jika dia bisa menolongku berarti tugasku ini akan menjadi mudah dan aku bisa menyelesaikannya dengan cepat.

Untuk yang selanjutnya aku akan mengajarkan padanya bagaimana cara mengendalikan guntur sebelum Dark Blits menemukannya.

***

TBC

See You Next Part J